RUZKA INDONESIA — Universitas Indonesia (UI) meresmikan Center for Global Resilience in Health and Nutrition (CGRHEN) sebagai pusat interdisipliner baru di bawah naungan Unit Kerja Khusus Science Techno Park (STP) UI pada Kamis (17/09/2026).
Kehadiran CGRHEN menandai komitmen UI dalam memperkuat riset, inovasi, dan translasi di bidang kesehatan dan gizi, dengan jejaring internasional yang berfokus pada solusi berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Pembentukan CGRHEN dilandasi oleh Keputusan Rektor Universitas Indonesia Nomor 493/SK/R/UI/2026.
CGRHEN sendiri dirancang untuk mengintegrasikan empat domain utama, mulai dari biologi mekanistik, agensi individu, sistem dan kebijakan, serta kecerdasan digital, guna menjembatani temuan ilmiah dengan penerapan nyata di tingkat populasi.
Agenda risetnya mencakup empat fokus prioritas: penyakit infeksi, imunitas, dan gizi; kesehatan ibu, bayi, dan remaja; penyakit tidak menular dan pelayanan kesehatan primer; serta iklim, gizi, dan sistem pangan.
Dengan kerangka ini, CGRHEN diharapkan mampu memperkuat keterhubungan antara riset multidisipliner, kebutuhan masyarakat, sistem kesehatan, dan kebijakan, khususnya di negara berpendapatan rendah dan menengah.
Ekosistem Kolaboratif
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si., Wakil Rektor UI Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa, dan Alumni, menyampaikan, berdirinya C-GRHEN memberi kepercayaan diri bagi akademisi UI untuk terus berkolaborasi lintas lembaga, baik nasional maupun internasional, membangun centre of excellence yang terpadu, unggul, dan berdampak.
“Harapannya, kiprah CGRHEN bisa terjaga keberlanjutannya dan menjadi benchmark bagi pembangunan pusat riset lainnya di UI,โ ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi (DIRBT UI), Chairul Hudaya, Ph.D., menekankan bahwa kekuatan CGRHEN terletak pada kemampuannya mempertemukan berbagai keahlian dan pemangku kepentingan dalam satu ekosistem kolaboratif.
โUI memiliki kekuatan dalam keberagaman disiplin ilmu dan jejaring kemitraan. Melalui CGRHEN, kekuatan tersebut dapat diejawantahkan untuk menghasilkan riset yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, memperkuat ketahanan sistem kesehatan dan gizi, serta berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan,โ paparnya.
Chairul juga mengapresiasi proyek PHOTON (Prevention of Household Tuberculosis with Optimal Nutrition) yang tengah digulirkan oleh CGRHEN.
โKami bangga bahwa proyek PHOTON mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Kementerian Kesehatan, hingga pencapaian besar berupa perolehan dana penelitian sebesar 20 juta dolar AS untuk lima tahun ke depan dari Gates Foundation, Wellcome Trust, dan Novo Nordisk. Dengan dukungan ini, kami ingin memastikan hasil riset dapat diakselerasi menjadi inovasi yang siap diterapkan di masyarakat,โ jelasnya.
Ketahanan Global Kesehatan dan Gizi
Mewakili mitra internasional, Dr. Anuraj Shankar dari Oxford University Clinical Research Unit (OUCRU Indonesia) menyampaikan apresiasi atas inisiatif UI mendirikan CGRHEN.
Ia menekankan bahwa di era ketika pandemi dan penyakit menyebar semakin cepat, keberadaan lembaga seperti CGRHEN menjadi sangat krusial.
“Kehadiran CGRHEN merupakan langkah penting dalam memperkuat ketahanan global di bidang kesehatan dan gizi,โ tegasnya.
Selaku Direktur C-GRHEN yang baru diresmikan, Prof. Dr. dr. Rina Agustina, M.Gizi., menegaskan bahwa riset yang dilakukan C-GRHEN sejak awal dirancang untuk menghasilkan kebijakan, bukan berhenti di laboratorium.
“Rancangan penelitian memang harus sejak awal diarahkan untuk menghasilkan kebijakan yang implementatif, dengan melibatkan pembuat kebijakan maupun masyarakat sejak tahap perencanaan. Dengan demikian, riset ini menjadi national research, bukan sekadar riset CGRHEN semata. Publikasi berskala besar turut menjadi kunci agar hasil riset dapat diterjemahkan menjadi policy brief dan rekomendasi kebijakan yang berdampak langsung,โ jelasnya.
Ia merangkum visi CGRHEN dalam satu kalimat, โCGRHEN, from researcher to the people. From national to global.โ
PHOTON
Prof. Rina turut menjelaskan detail proyek PHOTON yang menjadi flagship program dari C-GRHEN. PHOTON berfokus pada intervensi gizi, khususnya pemanfaatan vitamin B3, sebagai pencegah tuberkulosis.
Proyek berskala besar ini melibatkan lebih dari 42.000 kontak rumah tangga pasien TB di sejumlah kota di Indonesia dan Tanzania dengan desain uji coba terkontrol acak, dan diharapkan menghasilkan bukti ilmiah yang kuat bagi kebijakan kesehatan nasional sekaligus memberi kontribusi pada agenda kesehatan global.
Seiring dengan peresmian C-GRHEN, proyek PHOTON juga secara resmi diluncurkan.
Dengan peresmian CGRHEN, UI menegaskan komitmennya mendorong riset multidisipliner yang relevan dengan tantangan global.
Kehadiran C-GRHEN memperkuat posisi UI sebagai universitas riset berkelas dunia sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat. CGRHEN diharapkan menjadi motor inovasi kesehatan dan gizi serta teladan peran perguruan tinggi dalam membangun ketahanan global. (***)
Jurnalis/Edito: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar