RUZKA INDONESIA — Saat ini, Kota Sungailiat, Provinsi Bangka Belitung (Babel) dalam keadaan darurat sampah. Karena kurangnya Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS), sampah berserakan di jalan menjadi pemandangan tak sedap di mata.
Warga berharap PT Timah Tbk (TINS), sebagai perusahaan pertambangan terkemuka di dunia yang ada di Provinsi Babel peduli dengan kebersihan kota.
“Kami berharap PT Timah lebih meningkatkan kepedulian terhadap sampah organik dan non organik. Sampah rumah tangga berserakan di jalan kota. Karena kurangnya TPS,” ujar pemerhati lingkungan dan sosial yang juga warga Kota Sungailiat, Erwin saat dihubungi redaksi, Selasa (15/09/2026).
Menurut Erwin, PT Timah juga perlu mengadakan penyuluhan tentang peduli pada lingkungan. Sehingga keberadaan PT Timah tidak hanya menambang timah namun peduli pada kebersihan kota.
“Volume sampah di Provinsi Babel terus bertambah, pernah mencapai 60 ton sampah setiap harinya,” ungkapnya.
Setiap hari, lanjut Erwin, warga yang berdomisili di Desa Air Ruai, Kota Sungailiat, dihadapkan pada persoalan yang tak kunjung usai yakni tumpukan sampah rumah tangga.
Pemandangan sampah yang berserakan di pinggir jalan, mulai dari jalan desa hingga jalan utama, sudah menjadi hal yang biasa.
“Akar masalahnya tidak sekadar berpusat pada kebiasaan sebagian masyarakat yang membuang sampah sembarangan, tetapi secara faktual ketersediaan TPS memang terasa sangat minim,” tegasnya.
PT Timah tentu sangat menjaga standar kebersihan dan keramahan lingkungan di area operasional kerjanya.
“Namun, visi ramah lingkungan tersebut diharapkan tidak hanya berhenti di pagar pabrik atau area tambang, melainkan harus menyentuh ekosistem permukiman tempat urat nadi perusahaan yakni para pekerjanya, tempat tinggalnya dan membaur bersama masyarakat,” tutur Erwin.
Harus Dengarkan Harapan Masyarakat
Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi UI, Khiarul Hudaya mengatakan, industri pertambangan harus mendengarkan harapan-harapan masyarakat sebagai tanggungjawab sosial.
“Industri pertambangan ke depan yang jauh lebih baik, yang memanfaatkan lingkungan dengan sebaik-baiknya, dengan bertanggungjawab terhadap lingkungan dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar,” jelas Khiarul saat acara sosialisasi MediaMIND 2026 berlangsung di Gedung Science Techno Park UI, Jumat (11/09/2026). (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar
Yuk jaga kota agar tetap bersih
Butuh kesadaran bersama -_-
SURAT TERBUKA
Kepada Yth.,
Jajaran Direksi PT Timah Tbk (TINS)
di Tempat
Perihal: Sinergi Penanganan Sampah Rumah Tangga Menjadi Energi Listrik di Kabupaten Bangka
Dengan hormat,
Melalui surat terbuka ini, kami yang mewakili warga Kabupaten Bangka, khususnya yang berdomisili di Desa Air Ruai, Kota Sungailiat, ingin menyampaikan keluh kesah sekaligus harapan besar kepada PT Timah Tbk (TINS).
Persoalan yang kami hadapi setiap hari di lingkungan tempat tinggal kami adalah masalah sampah rumah tangga yang berserakan di pinggir-pinggir jalan, mulai dari jalan desa hingga jalan utama. Hal ini bukan semata-mata karena kebiasaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan, melainkan juga akibat sangat minimnya fasilitas Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Saat ini, kami sangat mengapresiasi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bangka. Program edukasi pemilahan sampah organik dan non-organik (seperti plastik, kaca, dan besi), hingga peluncuran kebijakan pembelian sampah yang tersortir mulai menunjukkan hasil. Beban sampah rumah tangga yang tadinya mencapai 60 ton setiap harinya kini berkurang cukup berarti. Namun, kami menyadari bahwa persoalan pelik ini tidak bisa dibiarkan hanya dengan mengandalkan daur ulang dari masyarakat dan program pemerintah semata. Diperlukan intervensi skala besar yang berkesinambungan.
Di sinilah kami menaruh harapan kepada kehadiran PT Timah Tbk. TINS memiliki visi korporasi yang sangat mulia dan membanggakan: “Menjadi Perusahaan Pertambangan Terkemuka di Dunia Yang Ramah Lingkungan.”
Kami yakin perusahaan sangat menjaga standar kebersihan di lingkungan operasional kerjanya. Namun, visi ramah lingkungan tersebut tentu akan jauh lebih bermakna jika kepedulian itu juga menyentuh lingkungan permukiman tempat urat nadi perusahaan berada.
Mengutip pernyataan Direktur Utama TINS, Bapak Restu Widyantoro, yang dipublikasikan oleh CNBC pada 14 Mei 2025, perusahaan saat ini menyerap hampir 10.000 tenaga kerja yang terdiri dari pegawai tetap, PKWT, hingga kontraktor. Dengan jumlah pekerja yang begitu masif dan keluarga mereka yang bermukim serta tersebar di banyak wilayah Kabupaten Bangka, kebersihan dan kesehatan lingkungan permukiman warga pada dasarnya juga merupakan kualitas hidup dari keluarga besar PT Timah Tbk sendiri.
Oleh karena itu, kami memandang sudah waktunya bagi TINS untuk mengambil langkah strategis terpadu guna mengurai permasalahan sampah ini menjadi hal yang bernilai guna bagi masyarakat dan perusahaan. Kami mendorong TINS untuk menginisiasi program pengolahan sampah rumah tangga menjadi sumber energi listrik.
Memproduksi listrik dari sampah rumah tangga akan menyelesaikan akar persoalan tumpukan sampah yang mengganggu estetika dan kesehatan, sekaligus memberikan dampak positif berupa pasokan energi bagi masyarakat. Langkah ini tidak hanya akan menyelesaikan masalah di Kabupaten Bangka, tetapi juga berpotensi menjadi role model perwujudan visi perusahaan di setiap wilayah keberadaan PT Timah Tbk.
Demikian surat terbuka ini kami sampaikan. Kami sangat berharap gagasan ini mendapat perhatian serius dan tindak lanjut yang nyata dari manajemen PT Timah Tbk. Mari bersama-sama mengubah masalah yang berserakan menjadi energi yang menerangi.
Sungailiat, 18 September 2026
Hormat kami,
Erwin Hadi
Warga Desa Air Ruai
Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka
Segera disampaikan surat terbuka nya
Trima kasih komennya Ikha
Penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat juga harus ikut berperan dengan memilah sampah dari rumah, mengurangi sampah yang sulit terurai, dan tidak membuang sampah sembarangan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, persoalan sampah dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan
Komentar ditutup.