RUZKA INDONESIA โ Cedera menjadi salah satu tantangan dalam aktivitas fisik bagi masyarakat Indonesia, terutama dengan intensitas tinggi. Riset di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Jakarta menunjukkan sekitar 25,1% remaja mengalami sedikitnya satu cedera selama periode observasi. Artinya, 1 dari 4 orang berisiko mengalami cedera saat aktivitas fisik intensif.
Physiorehab menjawab permasalahan tersebut dengan memperluas akses layanan fisioterapi dan rehabilitasi melalui pembukaan cabang terbaru di Meruya, Jakarta Barat. Cabang ini mengedepankan pendekatan evidence-based physiotherapy and rehabilitation dengan fokus pada pemulihan dan optimalisasi fungsi gerak.
Pendekatan tersebut diimplementasikan melalui proses assessment, treatment, exercise, dan monitoring progress. Program mencakup terapi manual berbasis sains, latihan, peregangan, dan penggunaan modalitas maupun teknologi yang relevan dengan rencana terapi yang disesuaikan kebutuhan setiap pasien.
Sebuah meta-analysis terhadap 27 randomized controlled trials dengan total 1.927 peserta menemukan bahwa _exercise_ berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup pada individu dengan nyeri muskuloskeletal.
Perluasan jaringan ini juga diikuti upaya menjaga konsistensi standar layanan melalui pengembangan tim dan berbagi pengetahuan antar-fisioterapis. Upaya tersebut didukung jejaring profesional kesehatan yang telah dibangun Physiorehab, termasuk rujukan dari sejumlah rumah sakit di Singapura dan Penang serta kepercayaan dari beberapa dokter spesialis di Indonesia.
“Kehadiran Physiorehab Meruya merupakan komitmen kami dalam mendukung akses layanan fisioterapi untuk masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Jakarta Barat. Physiorehab Meruya merupakan cabang ke-13 dan merupakan langkah strategis kami dalam pengembangan layanan fisioterapi di Indonesia,” ujar Adam Salim, CEO and Founder Physiorehab.
Di cabang Meruya, layanan didukung tim fisioterapis dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi profesional di bidang fisioterapi dan rehabilitasi. Layanan mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari nyeri punggung dan pinggang, neck pain, HNP, cedera olahraga, knee pain, shoulder pain, rehabilitasi pascaoperasi, cedera ACL, plantar fasciitis, hingga gangguan gerak dan keseimbangan.
Fasilitasnya dilengkapi rehabilitation gym dan modern equipment, ruang perawatan privat, serta personalized treatment plan dan progress monitoring.
“Setiap pasien memiliki kondisi, aktivitas, dan target yang berbeda. Karena itu, fisioterapi perlu dimulai dengan memahami individu secara menyeluruh. Tujuannya adalah membantu pasien mengembangkan kembali fungsi gerak dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal,” kata Simon Tri Prasetyo, Founder and Chief Physiotherapist Physiorehab.
Cabang Meruya memiliki luas sekitar 340 meter persegi dengan 10 bed perawatan. Sebelum grand opening, Physiorehab juga menggelar soft opening melalui kegiatan Fun Run bersama 910 Community pada 3 Oktober 2026.
Dengan pembukaan ini, Physiorehab kini telah melayani lebih dari 20.000 pasien melalui 100.000 sesi terapi, dan menargetkan hadir di 16 klinik hingga akhir 2026. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com



Komentar