Info Kampus
Beranda » Berita » Tiga Mahasiswa UI Raih Juara I dan Best Paper di IDP Innovation Competition 2026

Tiga Mahasiswa UI Raih Juara I dan Best Paper di IDP Innovation Competition 2026

Tim “Temennya Nisa” terdiri atas Annisa Ramadani (Teknik Elektro 2024), Mellyana Salsabila (Teknik Sipil 2024), dan Steven (Teknik Komputer 2024). (Foto: Dok Humas UI)

RUZKA INDONESIA — Tiga mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari Fakultas Teknik (FT) yang tergabung dalam tim “Temennya Nisa” berhasil meraih Juara 1 sekaligus penghargaan Best Paper pada IDP Innovation Competition 2026.

Kompetisi ini berlangsung pada 10 Juni hingga 23 Agustus 2026, dengan babak final dilaksanakan secara luring di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta pada Minggu (23/8).

IDP Innovation Competition 2026 merupakan bagian dari rangkaian SYNERGIA (Scientific Youth Network for Global Innovation and Action) yang mengusung tema “Synergizing Innovations: Transforming Research into Impact”.

Kompetisi ini diikuti oleh 106 tim dari 53 perguruan tinggi di Indonesia dengan menghadirkan gagasan berbasis riset yang memiliki potensi untuk diimplementasikan dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Tim “Temennya Nisa” terdiri atas Annisa Ramadani (Teknik Elektro 2024), Mellyana Salsabila (Teknik Sipil 2024), dan Steven (Teknik Komputer 2024).

Perkuat Peran Strategis Praktisi Industrial Relations, UI dan IR School Hadirkan Program MIRP

Ketiganya mengembangkan gagasan berjudul “BioMarket: Transformasi Pasar Tradisional sebagai Simpul Energi Desa melalui Sistem Biodigester Komunal dengan Dual-Output Biogas dan Pupuk Organik Diperkaya Biochar.”

BioMarket

BioMarket menawarkan konsep ekonomi sirkular melalui integrasi pengelolaan limbah organik, pemanfaatan energi terbarukan, penyimpanan hasil pertanian, dan produksi pupuk organik dalam satu ekosistem.

Konsep tersebut dirancang untuk mengolah sekitar 1,4 ton sampah organik pasar setiap hari melalui proses anaerobic digestion menjadi biogas.

Biogas yang dihasilkan selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk mengoperasikan cold storage berkapasitas 5 ton.

Pemanfaatan tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kualitas sekaligus memperpanjang umur simpan komoditas hortikultura. Sementara itu, proses pengolahan menghasilkan digestate yang kemudian diformulasikan bersama biochar sekam padi menjadi pupuk organik bagi petani lokal.

Pacu Potensi Ekonomi Masyarakat Sukabumi, UI Kembangkan Kopi Biji Hanjeli Bernutrisi Bebas Kafeein dan Gluten

“Kami mencoba melihat persoalan sampah pasar dari sudut pandang yang berbeda. Sampah organik tidak hanya menjadi limbah, tetapi dapat diolah menjadi energi sekaligus sumber nutrisi untuk pertanian. Harapannya, BioMarket dapat menjadi konsep yang aplikatif dan dapat direplikasi di berbagai pasar tradisional di Indonesia,” ungkap Annisa dalam keterangan yang diterima, Sabtu (19/09/2026).

Melalui pendekatan tersebut, BioMarket membentuk siklus ekonomi sirkular yang menghubungkan pengelolaan sampah pasar dengan kebutuhan energi dan pertanian.

Sampah Organik

Sampah organik diolah menjadi energi, energi dimanfaatkan untuk mendukung penyimpanan hasil pertanian, sedangkan hasil pengolahan limbah dimanfaatkan sebagai pupuk untuk mendukung produksi pertanian. Komoditas yang dihasilkan kemudian kembali masuk ke dalam aktivitas pasar.

Konsep tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan post-harvest loss, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta meningkatkan nilai guna limbah organik.

Inovasi ini juga memperlihatkan pendekatan lintas disiplin yang menggabungkan aspek teknologi, lingkungan, energi, dan pemberdayaan masyarakat.

146 Mahasiswa UI Adu Inovasi di Hackathon 2026 untuk Jawab Kebutuhan Industri

Pengembangan BioMarket turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 7: Affordable and Clean Energy melalui pemanfaatan biogas sebagai sumber energi terbarukan serta SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui pengolahan limbah organik menjadi sumber daya bernilai.

Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana inovasi berbasis riset dapat dikembangkan untuk menjawab tantangan lingkungan sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Dorong Mahasiswa Hasilkan Inovasi yang Relevan

Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., mengapresiasi capaian tersebut sebagai bagian dari upaya FTUI dalam mendorong mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Prestasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa FTUI dalam mengembangkan gagasan lintas disiplin yang memadukan pengetahuan akademik dengan persoalan nyata. Inovasi seperti BioMarket menjadi contoh bahwa riset dan kreativitas mahasiswa dapat diarahkan untuk menghasilkan solusi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Capaian tersebut menegaskan komitmen UI dalam mendorong mahasiswa untuk mengembangkan gagasan berbasis riset yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui pengembangan BioMarket, mahasiswa UI tidak hanya menghadirkan solusi pada persoalan pengelolaan limbah dan energi, tetapi juga mengintegrasikan aspek lingkungan, pertanian, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu konsep ekonomi sirkular. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom