RUZKA INDONESIA — Tiga mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari Program Studi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), yaitu Kayla Kwok, Nabil Sachio Refat, dan Abyana Zahida, menggagas inovasi pengolahan limbah ban bernama Project ZINCARBON.
Inovasi ini menghantarkan mereka meraih Juara 1 pada Bioenergy Talent 2026 yang diselenggarakan di Hotel Aloft by Marriott, Jakarta, pada Kamis (27/08/2026).
Bioenergy Talent 2026 merupakan kompetisi yang mewadahi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan dan inovasi di bidang bioenergi dan pemanfaatan limbah.
Kompetisi ini mengangkat tema “Empowering Young Innovators to Accelerate Indonesia’s Sustainable Bioenergy Future” dan diselenggarakan oleh Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Berangkat dari persoalan limbah ban yang masih banyak tertimbun dan belum dimanfaatkan secara optimal, ketiga mahasiswa tersebut mengembangkan gagasan untuk mengolah limbah ban menjadi produk yang memiliki nilai guna.
โInspirasi projek ZINCARBON ditemukan ketika tim kami mengidentifikasi tingginya tingkat limbah ban yang tidak di daur ulang, dan availability teknologi pyrolisis yang simple dan efektif, tapi jarang diterapkan,โ ujar Kayla dalam siaran pers, Jumat (18/09/2026).
Manfaatkan Teknologi Tyre Pyrolysis
Melalui inovasi ini, Kayla dan tim memanfaatkan teknologi tyre pyrolysis, yaitu proses pemanasan ban dalam kondisi minim oksigen untuk menguraikan material penyusunnya.
Dari proses tersebut, limbah ban dapat diolah menjadi sejumlah produk bernilai ekonomi, seperti Recovered Carbon Black (rCB), zinc, pyrolysis oil, dan baja.
Berbeda dari inovasi pengolahan limbah pada umumnya, Project ZINCARBON turut mengembangkan gagasan tersebut dari sisi ekonomi dan bisnis.
Hasil pengolahan dirancang menjadi beberapa sumber pendapatan, sehingga limbah ban tidak hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bisnis.
Dalam pengaplikasiannya, gagasan ini dituangkan melalui proposal bisnis untuk mengikuti tahap kurasi nasional.
Project ZINCARBON kemudian terpilih sebagai salah satu dari 20 finalis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Pada babak Top 20, tim ZINCARBON mempresentasikan gagasannya melalui poster exhibition, dilanjutkan dengan sesi pitching dan tanya jawab di hadapan dewan juri yang berasal dari delapan instansi dan lembaga, di antaranya PT Pertamina (Persero), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT PLN (Persero), Kementerian ESDM, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Penilaian
Dalam penilaian tersebut, juri mengevaluasi seluruh gagasan berdasarkan bobot inovation (30%), business (25%), impact (20%), scalability (15%), dan presentation (10%). Melalui proses penjurian yang ketat, tim UI berhasil lolos ke tahap Top 5 hingga akhirnya dinobatkan sebagai Juara 1.
Bagi Kayla, Nabil, dan Abyana, keikutsertaan dalam kompetisi ini menjadi kesempatan untuk membawa perspektif ekonomi dan bisnis ke dalam isu pengelolaan limbah.
Mereka bersaing dengan peserta dari berbagai latar belakang keilmuan dengan menawarkan gagasan yang tidak hanya berfokus pada pengolahan limbah, tetapi juga pada keberlanjutan model bisnisnya.
โSemoga inovasi kami dapat berkembang menjadi bisnis nyata yang dapat memperkuat ekonomi sirkular hijau di Indonesia,โ tutur Kayla.
Apabila dapat dikembangkan dan direalisasikan, Project ZINCARBON diharapkan dapat menjadi solusi bagi persoalan limbah ban di Indonesia sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis pengolahan limbah.
Inovasi ini juga diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam mendorong ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.
Keberhailan Project ZINCARBON dalam kompetisi ini semakin mempertegas komitmen UI sebagai lembaga pendidikan tinggi yang senantiasa mencetak sumber daya manusia unggul berkarakter holistik.
Pencapaian Kayla, Nabil, dan Abyana juga menjadi contoh bahwa pemahaman ekonomi dapat dikembangkan untuk menghasilkan gagasan inovatif yang tidak hanya memiliki nilai bisnis, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan dan dampak lingkungan. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar