RUZKA INDONESIA — Universitas Indonesia (UI) melalui tim pengabdian kepada masyarakat (pengmas) Sekolah Vokasi UI yang diketuai oleh Anisatul Auliya, SST.Par., M.Par., menyelenggarakan kegiatan pengenalan alat musik tradisional qasidah dan marawis bagi siswa SDN Sawangan 5, Kota Depok.
Program ini menjadi media pembelajaran interaktif untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini, sekaligus memperkuat komitmen UI dalam merevitalisasi dan melestarikan budaya bangsa.
Perkembangan teknologi dan derasnya arus budaya global membuat upaya mengenalkan kesenian tradisional kepada generasi muda semakin penting.
Musik tradisional bukan semata hiburan, tetapi juga menyimpan nilai budaya, identitas, dan pengetahuan yang diwariskan lintas generasi.
Melalui kegiatan ini, Sekolah Vokasi UI berupaya memperkuat keterhubungan anak-anak dengan akar budaya lokal.
Pelestarian Budaya
Dia menegaskan bahwa pelestarian budaya harus dimulai sejak dini dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berinteraksi langsung dengan kesenian tradisional.
โKami ingin anak-anak tidak hanya mengetahui bahwa musik tradisional itu ada, tetapi juga memiliki pengalaman untuk mengenal, mendengar, dan memainkannya secara langsung. Harapannya, pengalaman sederhana seperti ini dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri sekaligus mendorong mereka untuk terus menjaga dan mengembangkannya di masa depan,โ ungkap Auliya dalam keterangan yang diterima, Senin (14/09/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Sekolah Vokasi UI memberikan alat musik kepada siswa agar dapat dimanfaatkan untuk berlatih dan mengembangkan kemampuan memainkan kesenian tradisional.
Alat musik ini diharapkan mendukung siswa mengikuti perlombaan kesenian dan kebudayaan maupun pentas keagamaan di sekolah.
Erwin Sofan selaku Kepala SDN 5 Sawangan menyampaikan apresiasi atas inisiatif UI.
Ia berharap kegiatan pengenalan musik tradisional dapat semakin mendekatkan siswa dengan kebudayaan di lingkungan mereka sekaligus menjadi nilai tambah bagi tumbuh kembang anak.
Antusiasme siswa
Antusiasme siswa terlihat ketika mereka menampilkan kesenian marawis di hadapan undangan dan tim pengabdian, yang mendapat apresiasi karena menunjukkan semangat belajar dan menampilkan kesenian yang hidup di tengah masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah kepada siswa yang aktif serta menyanyikan lagu daerah bersama-sama.
Pendekatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengenal kekayaan budaya lokal.
Program pengabdian masyarakat Sekolah Vokasi UI yang dihelat pada Selasa (18/8) ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran budaya yang kontekstual dan partisipatif, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) dalam memperkuat perlindungan dan pelestarian warisan budaya.
Kegiatan ini juga melibatkan dosen, yaitu Mahadewi, S.Sos., M.Si., serta sejumlah mahasiswa Sekolah Vokasi UI, yakni Andrew Vito Cahyadi, Aulia Nur Fatahillah Puteri Solikhan, Ellena Edelweis Alriansyah, dan Husna Yaini.
Auliya menutup kegiatan dengan harapan agar pengenalan musik tradisional tidak berhenti pada satu momentum.
“Hadirnya ruang bagi anak-anak untuk mengenal, memainkan, dan mengapresiasi qasidah serta marawis, kami harapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus mendorong lahirnya generasi yang peduli menjaga dan meneruskan warisan budaya kepada generasi berikutnya,โ jelasnya.
Melalui program ini, UI menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam pengabdian masyarakat, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga dalam revitalisasi dan pelestarian budaya.
Inisiatif ini turut berkontribusi luas bagi masyarakat dengan menumbuhkan generasi muda yang bangga dan peduli terhadap identitas budaya Indonesia. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar