RUZKA INDONESIA — Tingginya ritme kehidupan urban di Jakarta kerap menyisakan kelelahan mental bagi para penghuninya.
Terbatasnya ruang aman (safe space) untuk bercerita, mengekspresikan emosi, dan mengeksplorasi diri secara bebas menjadi latar belakang lahirnya Atmosa Experience—sebuah gerakan inovatif yang memadukan pendekatan seni dan psikologi sebagai media pemulihan jiwa (mental healing).
Gerakan ini hadir sebagai pionir gerakan pemulihan mental berbasis kolaborasi seni dan psikologi klinis di Indonesia.
Inisiatif ini diinisiasi oleh Steven Mesakh Aji Nugroho, seorang praktisi kreatif berlatar belakang pendidikan S1 Psikologi dan S2 Bisnis.
Kecintaan Steven pada dunia seni, kesehatan mental, dan dinamika manusia mendorongnya menciptakan metode pelepasan emosi yang tidak kaku, keluar dari batasan ruang konsultasi konvensional menuju pengalaman terapeutik yang imersif.
Dalam menggerakkan inisiatif ini, Steven didampingi oleh dua co-founder, Nadira dan Sherlyna, yang memiliki latar belakang ketertarikan mendalam pada kompleksitas interaksi manusia.
Bangun Ekosistem Ruang Ketiga
Bersama-sama, mereka membangun ekosistem ruang ketiga (third place) yang mengedepankan empati, penerimaan diri, serta koneksi antarmanusia.
Guna memberikan ruang pelepasan emosi yang utuh dan terarah, Atmosa Experience juga melibatkan psikolog profesional, Sarah Fatimah Azzahra, M.Psi., Psikolog, untuk mendampingi aspek edukasi dan pemahaman kesehatan mental para peserta.
Atmosa Experience menerapkan framework 3R (Recall, Release, Reconnect):
● Recall: Mengajak peserta mengenali beban emosi dan niat pemulihan melalui psychology talk bersama Sarah Fatimah Azzahra, M.Psi., Psikolog sertamini-games reflektif berbasis psikologi.
● Release: Melepaskan emosi yang terpendam (seperti stres, ketakutan, maupun rasalelah) melalui ekspresi seni dan gerak.
● Reconnect: Menghubungkan kembali pikiran, tubuh, dan jiwa untuk mencapai ketenangan serta penerimaan diri. Hingga saat ini, gerakan ini telah sukses dilaksanakan sebanyak dua kali:
● Gerakan Pertama (20 Desember 2025): Mengusung tema “Reconnecting With YourBody” di Kopi Bumi, Jakarta Selatan, berfokus pada therapeutic movement danexpressive dance untuk pelepasan emosi akhir tahun.
● Gerakan Kedua (14 Februari 2026): Mengusung tema “Sync Your Heartbeat: AJourney of Two” di Atria Studio Pondok Indah, berfokus pada seni membangun koneksi, rasa percaya, dan empati antarpasangan maupun sesama individu melalui tarian.
Bergerak dan Berekspresi
“Kami tidak hanya membicarakan rasa lelah atau luka emosional, tetapi kami bergerak dan berekspresi melaluinya. Jakarta membutuhkan lebih banyak ruang di mana setiap orangdapat menjadi dirinya sendiri tanpa rasa takut dihakimi,” jelas Nadira Alya Putri, Co-Founder Atmosa Experience.
Melalui langkah ini, Atmosa Experience berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang pemulihan baru bagi masyarakat perkotaan agar dapat tumbuh, pulih, dan merayakan kemanusiaan secara berkelanjutan. (***)
Jurnalis: Ruzka Azra Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar