RUZKA INDONESIA — Departemen Fisiologi dan Biofisika Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menggulirkan Program Senam SEHATI untuk mendukung kesehatan dan kemandirian warga lanjut usia di Kampung Lio, Pancoran Mas, Kota Depok.
Program pengabdian masyarakat (pengmas) yang didukung Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) UI ini bertujuan memberikan pendampingan kepada para lansia agar tetap aktif secara fisik sekaligus menjaga fungsi kognitif sehingga dapat menjalani masa tua secara sehat, mandiri, dan produktif.
Inisiasi program tersebut relevan di tengah peningkatan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas telah mencapai 11,97 persen dari total populasi nasional, menandakan Indonesia telah memasuki fase ageing population.
Kondisi ini menuntut berbagai upaya untuk menjaga kualitas hidup lansia, tidak hanya melalui pelayanan kesehatan kuratif, tetapi juga melalui pendekatan promotif dan preventif yang mendorong mereka tetap aktif dan mandiri.
Program Pengmas ini dipimpin oleh Dr. dr. Nurul Paramita, Sp.K.F.R. dan dilaksanakan satu kali setiap minggu selama delapan minggu.
Tujuannya adalah membantu lansia mempertahankan kemampuan fungsional, meningkatkan aktivitas fisik, serta mendukung kesehatan otak dan upaya pencegahan penurunan fungsi kognitif yang kerap menyertai proses penuaan.
Aktivitas Fisik Berperan Jaga Kualitas Hidup Lansia
Menurut Nurul, aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga kualitas hidup lansia.
Seiring bertambahnya usia, seseorang dapat mengalami penurunan kekuatan otot, keseimbangan, mobilitas, dan kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi tingkat kemandirian lansia.
Di sisi lain, aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur juga terbukti membantu menjaga fungsi otak melalui stimulasi koordinasi gerak, perhatian, interaksi sosial, serta keterlibatan dalam kegiatan kelompok.
Rangkaian program dimulai pada 19 September 2026 di lingkungan RT 002โ003 RW 19 Kampung Lio dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Sebanyak 50 lansia berpartisipasi dalam kegiatan yang didukung oleh 10 kader kesehatan setempat.
Dalam setiap pertemuan, peserta mengikuti Senam SEHATI selama sekitar 11 menit.
Senantiasa Dapat Mandiri
Gerakan yang digunakan telah disesuaikan dengan kemampuan kelompok usia lanjut dan dirancang untuk melatih mobilitas, kekuatan otot, keseimbangan, koordinasi, serta daya tahan fisik yang dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari.
โTujuan kita bukan sekadar membuat lansia bergerak lebih banyak, tetapi membantu mereka tetap mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Harapannya, Senam SEHATI dapat membantu para lansia meningkatkan aktivitas fisiknya dengan cara yang menyenangkan sehingga mereka senantiasa dapat mandiri berkegiatan sehari-hari,โ ujar Dr. Nurul dalam keterangan yang diterima, Ahad (04/10/2026).
Lebih dari sekadar aktivitas olahraga, Senam SEHATI juga dirancang untuk mendukung kesehatan kognitif lansia.
Saat mengikuti rangkaian gerakan, peserta dituntut untuk memperhatikan instruksi, mengingat urutan gerakan,
mengoordinasikan anggota tubuh, dan menyesuaikan gerakan dengan peserta lain.
Dengan demikian, aktivitas yang dilakukan tidak hanya melibatkan otot dan sistem kardiovaskular, tetapi secara bersamaan juga melatih fungsi otak.
Guna mengukur dampak program secara objektif, tim FKUI melakukan serangkaian pemeriksaan sebelum pelaksanaan kegiatan, antara lain melalui uji sit to stand, kekuatan genggaman tangan, kecepatan berjalan, dan keseimbangan.
Evaluasi yang sama akan dilakukan kembali setelah delapan minggu pelaksanaan untuk memperoleh gambaran perubahan kemampuan fungsional peserta.
Kader Kesehatan
Selain itu, kader kesehatan setempat turut dilibatkan dan didampingi selama program berlangsung agar kegiatan dapat terus dilaksanakan secara mandiri oleh masyarakat setelah masa pendampingan berakhir.
Apresiasi terhadap program ini juga disampaikan oleh Prof. dr. Anna Rozaliyani, M.Biomed., Sp.P(K), Dekan FKUI.
Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk lanjut usia menjadikan upaya menjaga kesehatan dan kemandirian lansia semakin penting.
โMelalui program Senam SEHATI ini, FKUI berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mendorong lansia untuk tetap aktif secara fisik, tetapi juga mendukung kualitas hidup mereka agar tetap mandiri, produktif, dan berdaya di usia lanjut,โ ungkapnya.
Program Senam SEHATI menjadi bukti konkret komitmen UI dalam menghadirkan solusi kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung terwujudnya healthy ageing di tengah meningkatnya populasi lansia di Indonesia. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar