RUZKA INDONESIA — Universitas Indonesia (UI) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan potensi daerah melalui riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Salah satunya diwujudkan melalui keikutsertaan UI dalam Ekspedisi Patriot 2026, yang mendorong pemanfaatan sumber daya hayati lokal menjadi produk bernilai tambah bagi masyarakat.
Dalam program tersebut, dosen Fakultas Farmasi UI, apt. Tri Wahyuni, S.Farm., M.Biomed., Ph.D., terpilih sebagai Ketua Tim Ekspedisi Patriot UI 2026 untuk wilayah Kawasan Transmigrasi Werianggi–Werabur, Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.
Hasil seleksi tersebut diumumkan oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI pada Rabu (03/06/2026).
Mengusung program “Hilirisasi Produk: Pengolahan Produk Turunan Berdaya Nilai Ekonomi Bioprospeksi”, tim akan mengembangkan potensi sumber daya hayati di Werianggi–Werabur melalui eksplorasi, riset, pengolahan, hingga pengembangan produk turunan yang memiliki nilai ekonomi.
Beragam Sumber Daya Hayati
Kawasan Werianggi–Werabur memiliki beragam sumber daya hayati yang dapat dikembangkan, di antaranya pala, pisang, kakao, sagu, durian, dan kayu lawang.
Sejumlah komoditas tersebut masih dimanfaatkan secara tradisional atau dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, sehingga peluang untuk mengembangkan produk turunannya masih terbuka.
Tim Ekspedisi Patriot UI akan mengeksplorasi potensi bioprospeksi dari sumber daya lokal sekaligus menghasilkan data riset sebagai dasar pengembangan produk. Potensi pemanfaatannya mencakup bahan obat, bahan baku obat, kosmetik, hingga suplemen.
Tri menjelaskan bahwa tim menggunakan pendekatan science to industry dengan menghubungkan potensi dan pengetahuan masyarakat lokal dengan keilmuan akademik serta peluang pengembangan bersama mitra industri.
“Kami akan memulai dari eksplorasi dan koleksi bahan baku, kemudian dilanjutkan dengan penelitian dan standardisasi, pengembangan produk turunan, hingga penjajakan kemitraan industri. Di sisi masyarakat, kami juga akan memberikan edukasi serta melihat prospek pemasaran dan rantai pasok dari produk yang dikembangkan,” ujar Tri dalam keterangan yang diterima, Jumat (18/09/2026).
Dalam pelaksanaannya, apt. Tri Wahyuni bekerja bersama Salsabilla Azahra, S.Si.; Muhammad Junaidi, S.P.; Agung Hutomo Mandala Putra, S.P.; Gloria Napitupulu, S.Agr.; dan Sela Viviani, S.Si.
Didukung Sejumlah Pakar
Tim juga didukung oleh sejumlah pakar dari UI dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan keahlian di bidang fitokimia/herbal, farmakologi, vaksin, kimia in silico, mikrobiologi, serta teknologi farmasi.
Ekspedisi Patriot UI 2026 di Werianggi–Werabur akan berlangsung selama empat bulan.
Program ini ditargetkan menghasilkan data mengenai potensi sumber daya hayati lokal dan produk inovatif berbahan lokal, sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengenali, mengolah, dan mengembangkan sumber daya yang tersedia di wilayahnya.
Melalui Ekspedisi Patriot 2026, UI menghadirkan keilmuan dan hasil riset perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan pengembangan wilayah secara langsung.
Di Werianggi–Werabur, kekayaan hayati lokal tidak hanya dipandang sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar