Info Kampus Mancanegara
Beranda ยป Berita ยป Anugerah Akademisi Korea Selatan Gelar Adjunct Professor, UI Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Internasional

Anugerah Akademisi Korea Selatan Gelar Adjunct Professor, UI Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Internasional

Pidato ilmiah Prof. Yong Hwy Kim bertajuk Where Hands & Questions Lead. (Foto: Dok Humas UI)

RUZKA INDONESIA — Sebagai wujud penguatan kolaborasi internasional dan inovasi berstandar dunia di bidang bedah saraf, Universitas Indonesia (UI) melalui Fakultas Kedokteran (FKUI) menganugerahi gelar Adjunct Professor kepada Prof. Yong Hwy Kim, M.D., Ph.D., yang merupakan pakar terkemuka dalam riset tumor otak dan bedah basis tengkorak endoskopik.

Penganugerahan terhadap profesor asal Seoul National University (SNU), Korea Selatan tersebut dihelat di Auditorium lt. 3 Gedung IMERI FKUI, Kampus UI Salemba, Jakarta, pada Rabu (09/09/2026).

Pengangkatan Prof. Yong Hwy Kim secara resmi disampaikan oleh Wakil Dekan FKUI Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan, Dr. dr. Pribadi Wiranda Busro, Sp.BTKV., Subsp.JPK(K).

Kehadiran Prof. Kim sebagai Adjunct Professor diharapkan memperluas jejaring riset, meningkatkan kualitas akademik, serta memperkuat kapasitas FKUI dalam bidang neuro-onkologi dan bedah saraf.

Sebagai akademisi dan peneliti, Prof. Kim telah lama berkontribusi dalam kegiatan akademik FKUI, mulai dari kuliah, seminar, hingga diskusi ilmiah seputar neuro-onkologi, riwayat alamiah tumor otak jinak, dan biologi tumor otak.

Puncak UI Greenmetric 2026, UI Raih Penghargaan Tata Kelola Limbah dan Digitalisasi

Ia juga aktif membimbing penelitian mahasiswa baik di jenjang sarjana maupun pascasarjana, mendorong publikasi internasional, serta mendukung pengembangan kurikulum di Departemen Ilmu Bedah Saraf FKUI.

Pidato Ilmiah Bertajuk Where Hands & Questions Lead

Dalam pidato ilmiahnya bertajuk โ€œWhere Hands & Questions Leadโ€, Prof. Kim menekankan bahwa perjalanan karier seorang dokter dan akademisi tidak hanya ditentukan oleh keterampilan klinis, tetapi juga oleh rasa ingin tahu yang konsisten untuk melahirkan inovasi.

Ia menegaskan pentingnya pembelajaran berkelanjutan (life-long learning) sebagai fondasi pengembangan ilmu kedokteran modern. โ€œLet your hands do their work. And let your questions lead your hands,โ€ ujarnya, seraya mengajak mahasiswa dan peneliti untuk terus mempertahankan semangat bertanya dalam berkarya.

Lebih lanjut, Prof. Kim menyoroti pentingnya membangun keunggulan klinis yang berjalan seiring dengan riset jangka panjang berbasis bukti (evidence-based research).

Menurutnya, pengumpulan data yang konsisten, penelitian kolaboratif lintas negara, serta pemanfaatan teknologi mutakhir menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan pasien sekaligus memperluas pemahaman terhadap perjalanan penyakit.

KTF UI Perkenalkan Ragam Tari, Musik dan Cerita Nusantara dalam Misi Budaya Eropa 2026

Ia juga menekankan budaya keterbukaan dalam pemanfaatan data penelitian demi kemajuan ilmu pengetahuan global. Apresiasi juga datang dari Dr. dr. Pribadi Wiranda Busro, Sp.BTKV., Subsp.JPK(K).

โ€œPidato Prof. Kim menyoroti batas terdepan yang krusial dalam kedokteran modern. Tantangan terbesarnya adalah menggabungkan presisi bedah yang mutlak dengan penyelidikan ilmiah berkelanjutan. Kolaborasi internasional seperti ini akan mempercepat lahirnya inovasi dan pelayanan medis yang lebih personal dan berdampak nyata bagi pasien,โ€ ungkapnya.

Perkuat Kapasitas Akademik FKUI

Dr. Pribadi menegaskan pula, โ€œDi FKUI, kami berkeyakinan bahwa kampus memiliki tanggung jawab tidak hanya sebagai penghasil temuan ilmiah, tapi juga mampu menerjemahkan pengetahuan tingkat lanjut dan inovasi teknologi menjadi solusi bermakna yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.โ€

Penganugerahan ini tidak hanya memperkuat kapasitas akademik FKUI, tetapi juga membawa dampak luas bagi masyarakat.

Dengan kolaborasi riset tumor otak dan bedah saraf endoskopik, diharapkan lahir temuan baru yang dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

Perkuat Peran Strategis Praktisi Industrial Relations, UI dan IR School Hadirkan Program MIRP

Penelitian yang dilakukan bersama Prof. Kim berpotensi mempercepat pengembangan terapi berbasis bukti, memperluas akses teknologi mutakhir, dan meningkatkan kecepatan serta akurasi pengambilan keputusan klinis.

Dianugerahinya gelar Adjunct Professor bagi Prof. Kim merupakan langkah penegas UI sebagai kampus riset yang aktif membangun jejaring internasional demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat.

Hal ini turut membuktikan bahwa UI tidak sekadar menghasilkan penemuan ilmiah, tapi juga mewadahi kolaborasi global berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan bangsa, khususnya di sektor kesehatan. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom