Galeri Info Kampus
Beranda ยป Berita ยป KTF UI Perkenalkan Ragam Tari, Musik dan Cerita Nusantara dalam Misi Budaya Eropa 2026

KTF UI Perkenalkan Ragam Tari, Musik dan Cerita Nusantara dalam Misi Budaya Eropa 2026

Komunitas Tari FISIP UI (KTF UI) Radha Sarisha membawa semangat kebudayaan Indonesia dalam rangkaian Misi Budaya Eropa 2026. (Foto: Dok Humas UI)

RUZKA INDONESIA — Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam Komunitas Tari FISIP UI (KTF UI) Radha Sarisha membawa semangat kebudayaan Indonesia dalam rangkaian Misi Budaya Eropa 2026.

Melalui pertunjukan tari, musik, dan cerita Nusantara, para mahasiswa memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia sekaligus membangun ruang interaksi dan persahabatan lintas budaya dengan masyarakat serta komunitas seni dari berbagai negara.

Sebanyak 37 kontingen KTF UI menjalani rangkaian pertunjukan di sejumlah kota di Eropa.

Perjalanan dimulai di Elvas, Portugal, sebelum kontingen melanjutkan rangkaian pertunjukan ke beberapa kota di Spanyol, yaitu Montijo, Riolobos, Madroรฑera, dan Almendralejo.

Di setiap kota tersebut, para mahasiswa tampil di hadapan masyarakat dan komunitas seni setempat, memperkenalkan Indonesia melalui pertunjukan tari dan musik sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat lewat pertukaran budaya di sepanjang rangkaian kegiatan tersebut.

Sanggar Ayodya Pala Gelar Pelatihan Calon Pelatih Tari

Dalam rangkaian pertunjukan di Eropa, KTF UI membawakan sejumlah tarian yang merepresentasikan keragaman tradisi dari berbagai wilayah Nusantara.

Dari Aceh Hingga Papua

Pertunjukan yang dibawakan antara lain โ€œNaroosaโ€ yang terinspirasi dari tradisi Pacu Jalur di Riau, โ€œRatoeh Jaroeโ€ dari Aceh, โ€œMastami-tamiโ€ dari tradisi Batak, โ€œGandrung Ayuโ€ dari Banyuwangi, โ€œTaruna-Taruniโ€ dari Yogyakarta, โ€œGewayaโ€ dari Nusa Tenggara Timur, โ€œEnggang Letoโ€ dari tradisi Suku Dayak, serta โ€œYosim Pancarโ€ dari Papua.

Keberagaman repertoar tersebut menjadi representasi kecil dari luasnya khazanah budaya Indonesia.

Dari Aceh hingga Papua, para mahasiswa membawa cerita tentang Nusantara melalui gerak, musik, dan tradisi yang mereka tampilkan di hadapan masyarakat internasional di setiap kota yang mereka singgahi.

“Dari Aceh hingga Papua, kami membawa sebagian kecil dari cerita Indonesia. Kami berharap tarian yang kami bawakan, musik yang kami mainkan, dan pertemuan yang kami ciptakan dapat meninggalkan satu hal: rasa ingin tahu tentang Indonesia,โ€ ujar Aliyah Rifqa, salah satu anggota kontingen KTF UI dalam Misi Budaya Eropa 2026 dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (19/09/2026).

Perkuat Peran Strategis Praktisi Industrial Relations, UI dan IR School Hadirkan Program MIRP

Misi budaya ini tidak berhenti pada pertunjukan seni di atas panggung. Para kontingen KTF UI juga mengikuti berbagai workshop budaya serta mempelajari tarian dan musik dari negara lain.

Dalam kegiatan tersebut, terjadi proses pertukaran pengetahuan dan pengalaman budaya antara para peserta dari berbagai negara, membuka ruang bagi kontingen KTF UI untuk tidak hanya menampilkan budaya sendiri, tetapi juga belajar langsung dari tradisi seni bangsa lain.

Melalui Misi Budaya Eropa 2026, KTF UI juga menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mengambil peran sebagai bagian dari diplomasi publik Indonesia.

Cerita Nusantara ke Ruang Internasional

Mereka tidak sekadar tampil sebagai penampil seni, tetapi menjadi representasi masyarakat Indonesia yang membawa identitas, nilai, dan cerita Nusantara ke ruang internasional.

โ€œDan mungkin setelah perjalanan ini selesai, cerita tentang Indonesia tidak berhenti di sini, melainkan akan dibawa pulang oleh mereka yang pernah melihat, mendengar, dan berbagi bersama kami,โ€ ucap salah satu kontingen.

Tiga Mahasiswa UI Raih Juara I dan Best Paper di IDP Innovation Competition 2026

Melalui Misi Budaya Eropa 2026, UI terus mendorong mahasiswa untuk aktif berperan dalam kegiatan bertaraf internasional sebagai wujud kontribusi nyata bagi bangsa.

Ke depan, UI berkomitmen memberi ruang lebih besar bagi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan bertaraf internasional, sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berwawasan global tanpa kehilangan akar budayanya. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom