RUZKA INDONESIA — Program Studi MICE Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) kembali menyelenggarakan Kuliah Umum MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) tahun 2026 yang bertempat di Auditorium lantai 2, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Kamis (19/09/2026).
Kuliah umum dihadiri sebanyak 215 peserta yang terdiri dari siswa/i SMA/SMK dan mahasiswa perguruan tinggi.
Tahun ini, Kuliah Umum MICE mengangkat tema “MICE dan AI: Profesi Baru, Skill
Baru, Masa Depan Baru”.
Tema tahun ini diangkat sebagai bentuk respon terhadap pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) di sektor business event.
Kehadiran AI dipandang bukan sebagai ancaman yang menggantikan peran manusia, melainkan sebagai tools pendukung untuk meningkatkan
efektivitas, efisiensi, dan kreativitas kerja.
Tiga Narasumber
Sesi pemaparan menghadirkan tiga narasumber berpengalaman yang meninjau penerapan AI dari tiga sudut pandang (akademisi, pemerintah, dan praktisi) yang dipandu oleh Karbala
Madania, S.I.Kom., M.Si. selaku moderator.
Sesi pertama dimulai oleh Dosen Program Studi MICE di PNJ, Meisa Sofia, S.Tr.,M.Par. selaku narasumber akademisi dengan topik MICE & AI: Keterampilan dan Kesiapan di Industri MICE.
Dalam pemaparannya, Meisa menyampaikan bahwa MICE merupakan industri kreatif berbasis pengalaman yang jauh lebih luas dari sekadar event organizer dengan proyeksi pertumbuhan
sebesar 15% pada tahun 2026.
Dalam kaitannya dengan AI, Meisa menyarankan agar pemanfaatan AI tetap dibarengi dengan sentuhan manusia, contohnya seperti tidak menyerahkan seluruh proses desain atau perencanaan secara instan kepada AI.
Di antara manusia dan AI harus terjalin kolaborasi di mana AI diposisikan sebagai partner.
Besarnya Potensi Sektor MICE
Pemaparan dilanjutkan oleh Diah Utami, S.E. yang menjabat sebagai Analisis Kebijakan Ahli Madya KOMDIGI menjelaskan besarnya potensi sektor MICE, di mana perputaran ekonomi dari rangkaian kegiatan MICE nasional mencatatkan nilai mencapai Rp11,82 Triliun.
Dia juga menegaskan pemerintah berperan penting dalam merumuskan regulasi
pemanfaatan AI salah satunya melalui penyusunan Peta Jalan AI Nasional 2026–2029 untuk mewujudkan ekosistem AI yang aman, inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
Selanjutnya, pemaparan oleh narasumber ketiga yaitu Rumpoko Hadi, S.Sos., M.M.T.
selaku Direktur PT Dyandra Promosindo, menyampaikan bahwa Industri MICE
dipastikan akan terus bertumbuh seiring hadirnya AI.
Menurutnya, AI mentransformasi seluruh siklus hidup acara (event lifecycle), mulai dari perencanaan, promosi, eksekusi registrasi, hingga evaluasi analitik pengunjung.
Pemanfaatan AI sebagai alat bantu yang optimal, justru akan membuka ruang kreativitas baru serta memunculkan peran strategis seperti Event Data Analyst dan Visitor Experience Designer.
Dapat Pahami Teknologi dan AI
Melalui pelaksanaan Kuliah Umum MICE tahun 2026 ini, diharapkan para peserta dapat memahami bahwa teknologi dan AI hadir untuk melengkapi kemampuan manusia.
Dengan penguasaan skill baru, pemahaman etika, dan semangat kolaborasi, generasi muda siap menjadi penggerak utama masa depan industri MICE Indonesia. (***)
Jurnalis: Ruzka Azra Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar