RUZKA INDONESIA — Kebutuhan tenaga perawat terus meningkat di berbagai negara, sementara negara lain justru memiliki lulusan keperawatan dalam jumlah besar yang belum sepenuhnya terserap di pasar kerja internasional.
Di balik kondisi tersebut, terdapat tantangan yang sama, yakni perbedaan standar pendidikan, sertifikasi profesi, bahasa, hingga budaya.
Isu itulah yang menjadi fokus pembahasan dalam Annual Meeting Southeast and East Asian Nursing Education and Research Network (SEANERN) 2026 di Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Indonesia (UI).
Sekitar 17 delegasi dari 11 negara dan wilayah di Asia Tenggara serta Asia Timur berkumpul untuk menyusun langkah bersama memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengembangan profesi keperawatan di kawasan.
Menurut Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, persoalan utama yang dihadapi kawasan bukan hanya kekurangan tenaga perawat di sejumlah negara, melainkan juga belum terhubungnya kebutuhan tersebut dengan negara yang memiliki surplus lulusan.
Ia menilai harmonisasi standar pendidikan menjadi salah satu kunci untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Selain kompetensi klinis, lulusan perlu dipersiapkan dari aspek bahasa dan pemahaman budaya agar mampu memenuhi persyaratan profesi di berbagai negara.
โPertemuan ini menjadi kesempatan yang sangat strategis untuk membahas bagaimana sistem pendidikan keperawatan di berbagai negara dapat semakin selaras, memiliki standar yang sebanding, serta memungkinkan adanya pengakuan terhadap pendidikan maupun sertifikasi profesi,โ kata Prof. Heri dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (25/07/2026).
Prof. Heri menilai SEANERN dapat menjadi wadah strategis untuk mendorong harmonisasi standar pendidikan dan pengembangan mekanisme mutual recognition, sehingga lulusan keperawatan memiliki peluang lebih luas untuk berkontribusi di berbagai negara.
SEANERN merupakan jejaring pendidikan dan riset keperawatan yang mempertemukan institusi pendidikan tinggi di Asia Tenggara dan Asia Timur.
Kembangkan Kolaborasi Riset
Melalui jejaring ini, para anggotanya mengembangkan kolaborasi riset, menyelaraskan kurikulum, dan memperkuat mutu pendidikan keperawatan di kawasan.
Chair of SEANERN, Associate Professor Dr. Shefaly Shorey dari National University of Singapore, mengatakan bahwa keberagaman sistem pendidikan dan kapasitas setiap negara justru menjadi kekuatan utama jejaring tersebut.
โKetika para pemimpin pendidikan keperawatan berkumpul, kita dapat saling berbagi tantangan, hambatan, maupun praktik terbaik. Itulah kekuatan utama SEANERN,โ ungkapnya.
Menurutnya, kolaborasi harus diwujudkan melalui riset dan publikasi ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu keperawatan.
Salah satu capaian SEANERN dalam dua tahun terakhir adalah penyelesaian riset internasional mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam pendidikan keperawatan yang melibatkan berbagai negara anggota. Saat ini, hasil penelitian tersebut tengah dipersiapkan untuk diterbitkan di jurnal internasional bereputasi.
Dr. Shorey juga mengungkapkan bahwa keberlanjutan penyelenggaraan SEANERN selama lima tahun ke depan didukung oleh seorang filantropis anonim yang tergerak setelah menyaksikan dedikasi para perawat dalam merawat anggota keluarganya.
Dukungan tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa profesi keperawatan memiliki dampak nyata bagi masyarakat dan layak diperkuat melalui kolaborasi internasional.
Dekan FIK UI, Prof. Dr. Rr. Tutik Sri Hariyati, S.Kp., MARS, FISQua, CHAE, mengatakan bahwa tantangan sektor kesehatan yang semakin kompleks menuntut jejaring pendidikan keperawatan menghasilkan kerja sama yang konkret.
Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia, transformasi layanan kesehatan digital, hingga kebutuhan tenaga kesehatan yang terus berkembang memerlukan respons bersama dari institusi pendidikan.
โDiskusi hari ini harus melampaui pertukaran gagasan. Kita perlu menghasilkan kemitraan riset yang lebih kuat, publikasi bersama, serta pengembangan standar pendidikan keperawatan yang dapat diterapkan secara regional,โ paparnya.
Penyelenggaraan SEANERN 2026 menegaskan peran UI dalam memperkuat jejaring akademik internasional. Melalui riset bersama, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum, dan penyelarasan standar pendidikan, forum ini diharapkan memperkuat kapasitas pendidikan keperawatan di Asia Tenggara dan Asia Timur serta mendukung terwujudnya layanan kesehatan yang lebih berkualitas bagi masyarakat kawasan. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar