RUZKA INDONESIA — Duka mendalam dialami keluarga warga RT 02/RW 12, Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos, Kota Depok.
Proses persalinan putrinya berujung pada meninggalnya bayi dan pengangkatan rahim sang ibu akibat pendarahan hebat.
Anggota DPRD Kota Depok, Abdul Khoir, mendampingi Ketua RT Kusmoyo menyampaikan persoalan tersebut ke Puskesmas Tapos dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Selasa (29/09/2026).
Politisi PKB Kota Depok ini meminta kasus tersebut diaudit secara independen untuk mengetahui secara jelas rangkaian penanganan pasien.
โKami meminta audit betul-betul independen. Kalau memang ada kesalahan, harus ditindaklanjuti sesuai ketentuan,โ tegasnya.
Ia juga mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengevaluasi pelayanan Puskesmas Tapos agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin cepat, profesional dan responsif.
Audit Maternal Perinatal
Kepala Dinkes Kota Depok, Devi Maryori, mengatakan pihaknya akan melakukan Audit Maternal Perinatal (AMP) dengan melibatkan dokter spesialis kandungan, dokter anak dan organisasi profesi dari luar wilayah.
Pasien sebelumnya diperiksa di fasilitas kesehatan awal sebelum dirujuk ke RS Setiabakti sekitar pukul 01.00 WIB. Saat dirujuk, kondisi pasien dan denyut jantung bayi masih baik.
Namun, di rumah sakit ditemukan robekan pada rahim. Bayi kemudian dinyatakan meninggal dunia, sementara rahim pasien harus diangkat untuk menghentikan pendarahan dan menyelamatkan nyawanya.
Kusmoyo, ayah pasien berharap hasil audit dapat mengungkap penyebab kejadian tersebut.
โKalau memang ada kelalaian, kami berharap ditindaklanjuti. Kalau ada pelanggaran hukum, silakan diproses. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,โ pungkasnya. (***)
Jurnalis: Dwi Retno Sari
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar