RUZKA INDONESIA — Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mulai membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk Sekolah Manusia Unggul (Maung) pada 25-29 Mei 2026 mendatang.
Berbeda dengan sekolah reguler, program sekolah unggulan tersebut terpastikan tanpa jalur zonasi dan Afirmasi (siswa tak mampu).
Sekolah Maung hanya menerima siswa melalui jalur prestasi dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Nilai Raport dan jalur prestasi non akademik.
Sekolah Maung adalah program unggulan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat No: /Gk.02.03/SEKRE.
Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar telah menetapkan 28 SMAN dan 13 SMKN Sekolah Maung yang tersebar diberbagai kabupaten dan kota di Jabar.
Program unggulan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, harapanya dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Rencana Jadi Boarding School
Nah, untuk Kota Depok, SMAN 1 yang beralamat di Jalan Nusantara Raya, Kecamatan Pancoran Mas itu terpilih sebagai Sekolah Maung.
“Iya benar, Disdik Jabar telah memilih SMAN 1 Depok sebagai Sekolah Maung. Bahkan nanti rencananya akan berkembang menjadi Boarding School,” ujar Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Depok, Dede Agus Suherman, Senin (18/05/2026).
Menurut Dede, dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jabar 2026 untuk Sekolah Maung berbeda dengan sekolah reguler.
Pendaftaran melalui online dengan mengunakan aplikasi yang sudah berikan kepada para calon siswa yakni,
https: //Maung.spmb.jabarprov.go.id.
Siswa akan mendapatkan akun dari operator dapodik sekolah asal atau mengajukan permohonan ke Sekolah Maung SMAN/SMKN.
Penerimaan siswa tidak mengenal jalur zonasi dan afirmasi atau siswa tak mampu. Dan, hanya dengan jalur prestasi akademik dan prestasi non akademik.
Nilai TKA dan Raport
Untuk prestasi akademik penilain berdasarkan hasil nilai TKA 60 persen dan Nilai Raport 40 persen dengan nilai rata-rata terendah 85.
Lalu untuk prestasi non akademik yakni memiliki sertifikat kejuaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang terakui minimal tingkat Provinsi.
“Kouta rombongan belajar (rombel) hanya menerima 200 siswa yang akan mengisi 10 kelas/rombel. Satu rombel berisi 20 siswa,” jelas Dede.
Ia mengimbau bagi para orang tua murid agar tidak memaksakan anak-anaknya masuk ke SMAN 1 Depok kalau hanya memiliki nilai pas-pasan, mengingat persaingan akan ketat.
“Nilai rata-rata aman itu di 97 keatas. Ada satu peraturan lagi yang harus tersimak yakni, bagi siswa yang sudah mendaftar di Sekolah Maung maka siswa tersebut tidak boleh lagi mendftar di SMAN/SMKN reguler,” imbuh Dede. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar