Nasional
Beranda ยป Berita ยป Skandal Produk Halal Kandungan Babi, Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Jaminan Halal Nasional

Skandal Produk Halal Kandungan Babi, Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Jaminan Halal Nasional

Skandal produk halal mengandung babi. (Foto: Dok REPUBLIKA)ย 
Skandal produk halal mengandung babi. (Foto: Dok REPUBLIKA)

RUZKA-REPUBLIKA NETWORK — Dunia usaha makanan di Indonesia kembali diguncang oleh temuan mengejutkan yakni, skandal produk halal mengandung babi.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mengungkap sembilan produk makanan yang terbukti mengandung unsur babi. Ironisnya, tujuh di antaranya telah mengantongi sertifikat halal.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komite III DPD RI, Prof. Dailami Firdaus, menyatakan keprihatinan mendalam, yang menilai insiden tersebut sebagai tamparan keras terhadap kredibilitas sistem jaminan halal nasional.

Dalam pernyataannya, Prof. Dailami menegaskan pentingnya reformasi mendasar dalam proses sertifikasi halal.

Baca juga: Penghapusan Kuota Tingkatkan Efisiensi Impor Pangan

Polres Majalengka Ungkap 16 Kasus Narkoba Selama Juli 2026, Bongkar Home Industri Tembakau Sintetis

โ€œSertifikat halal seharusnya menjamin rasa aman bagi konsumen Muslim. Jika sampai mengandung unsur haram, ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik,โ€ terangnya dalam keterangan yang diterima, Selasa (22/04/2025).

Prof. Dailami tidak tinggal diam. Ia mendesak BPJPH untuk segera memperketat proses akreditasi terhadap Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Selain itu, ia menekankan pentingnya keterbukaan publik atas hasil investigasi. Transparansi, menurutnya, menjadi kunci mencegah kasus serupa terjadi kembali.

Seiring meningkatnya kekhawatiran publik, Prof. Dailami juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dan organisasi kemasyarakatan Islam dalam melakukan pengawasan independen terhadap produk bersertifikat halal yang beredar di pasar. Langkah ini dinilai krusial dalam membangun sistem pengawasan berlapis yang lebih efektif.

Lebih jauh, ia menyoroti perlunya ketegasan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti lalai atau menyalahgunakan sistem sertifikasi. โ€œKita butuh ketegasan hukum dan keterbukaan agar kasus serupa tak terulang,โ€ tambahnya.

Baca juga: DPD RI dan Menparekraf Bahas Solusi Pengangguran Sarjana lewat Ekonomi Kreatif

PPSPI Harus Jadi Rumah Bersama Profesional Sektor Publik

Dampak Ekonomi dan Kepercayaan Konsumen

Kasus ini tidak hanya mengguncang sisi keagamaan, tetapi juga berdampak signifikan pada sektor ekonomi. Kepercayaan konsumen terhadap produk halal dapat menurun drastis, mengakibatkan gangguan pada distribusi dan penjualan produk-produk bersertifikat halal di pasar domestik maupun internasional.

Pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga terkait perlu mengambil tindakan cepat dan terstruktur. Reformasi sistem jaminan halal kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga integritas dan daya saing industri halal Indonesia di mata dunia. (***)

Reporter: Bambang Priambodo/RUZKA INDONESIA

Silaturahmi ke Ulama Kabupaten Malang, AKBP Rulian Syauri Tekankan Pentingnya Peran Tokoh Agama

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan






Kolom