Info Kampus
Beranda » Berita » Janji Esok Hari, Mahasiswa UI Dukung Penguatan Self-Esteem Anak Binaan LPKA Tangerang

Janji Esok Hari, Mahasiswa UI Dukung Penguatan Self-Esteem Anak Binaan LPKA Tangerang

Mahasiswa UI gelar program pendampingan psikososial bagi anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang. (Foto: Dok Humas UI)

RUZKA INDONESIA — Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menghadirkan “Janji Esok Hari”, program pendampingan psikososial bagi anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang.

Giat diinisiasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), program ini merespons tantangan remaja dalam mengenali dan mengelola emosi ketika ruang interaksi sosial serta dukungan lingkungan lebih terbatas.

Melalui pendekatan emotional coaching, mahasiswa UI mendampingi anak binaan untuk mengenali respons emosional, mengembangkan strategi regulasi emosi, dan memperkuat self-esteem.

Keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk membangun kepercayaan diri dan menjalani kehidupan setelah masa pembinaan.

Ketua Tim PKM-PM UI, Dirga Setiawan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI, mengatakan program ini berangkat dari keresahan tim melihat anak binaan yang kerap memendam emosi karena bingung mencari tempat untuk bercerita ketika menghadapi masalah.

Melalui Seminar Nasional, UI Dorong Reformasi Pemilu untuk Representasi Politik Responsif

“Melalui program Janji Esok Hari, kami menghadirkan metode interaktif seperti pemetaan emosi tubuh hingga tactical breathing untuk membantu mereka mengenali emosi. Kami ingin memberikan pemahaman bahwa emosi negatif merupakan hal yang wajar, tetapi perlu dikelola dengan cara yang tepat,” ujar Dirga dalam siaran pers yang diterima, Kamis (10/09/2026).

Berlatih

Program “Janji Esok Hari” digagas oleh Dirga Setiawan dari FMIPA UI sebagai ketua, bersama Listi Khoirunisa dari Terapi Okupasi, Puspa Ayu Pandu Tirta dari Ilmu Hukum, Agung Dwi Prasetyo dari Produksi Media, dan Safa Syifa El-Rahma dari Psikologi. Program ini berada di bawah bimbingan Dr. Eko Handayani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dari Fakultas Psikologi UI.

Program yang dilaksanakan sejak Juni ini memadukan aktivitas reflektif, kreatif, dan simulatif dalam tiga tahapan, yaitu Menepi, Menempa, dan Melaju.

Rangkaian tersebut dirancang agar anak binaan tidak hanya memahami regulasi emosi secara teoritis, tetapi juga berlatih menerapkannya dalam situasi yang dekat dengan keseharian.

Pada tahap Menepi (Mengenali, Menerima, Pulih Internal), anak binaan diajak mengenali sinyal emosi melalui pemetaan sensasi tubuh dan media visual. Mereka juga menggunakan guided journaling untuk menuangkan pikiran negatif yang selama ini dipendam dan melihatnya kembali secara lebih konstruktif.

Mahasiswa UI Kembangkan Stimulasi Kognitif Lansia, Padukan Musik dan Seni

Tahap Menempa (Mentalitas, Empati, Manajemen Pascaaksi) mengajak anak binaan melatih fokus, ketekunan, dan pengendalian emosi melalui kegiatan menganyam gelang dari tali paracord.

Mereka juga mengikuti role play untuk berlatih menghadapi provokasi dengan komunikasi asertif tanpa terpancing respons emosional maupun verbal.

Selanjutnya, tahap Melaju (Manifestasi, Langkah Jitu, Utama) berfokus pada keterampilan yang dapat digunakan secara mandiri.

Tactical Breathing

Anak binaan berlatih tactical breathing untuk membantu mengelola stres dan menyusun rencana pascabebas melalui “Misi 101 Hari”.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Canopy of Dreams, yaitu kartu refleksi berisi ucapan terima kasih, kalimat penyemangat, dan harapan positif untuk masa depan.

Melalui Program Bintang di Museum Nasional Indonesia, Mahasiswa UI Ajak Siswa Disabilitas Kenali Dunia Kerja

Dosen Pembimbing, Dr. Eko Handayani, menilai penguatan aspek psikologis perlu menjadi bagian dari proses pembinaan anak di LPKA.

“Pembinaan di LPKA tidak cukup hanya menyasar keterampilan fisik atau kedisiplinan, tetapi yang paling krusial adalah meningkatkan kesehatan mental dan rasa percaya diri mereka. Kami berharap modul pedoman yang disusun tim mahasiswa ini dapat diteruskan secara mandiri oleh para petugas pembina LPKA, sehingga pendampingan emosi anak binaan dapat berjalan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Keberlanjutan tersebut diwujudkan melalui penyusunan dan penghibahan modul panduan praktis kepada petugas pembina dan wali asuh di LPKA Kelas I Tangerang. Modul ini dapat menjadi acuan bagi petugas untuk melanjutkan aktivitas pendampingan emosi setelah program mahasiswa berakhir.

Apresiasi

Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas) LPKA Kelas I Tangerang, Ni Wayan Ernawati, S.IP., mengapresiasi pendampingan yang dilakukan mahasiswa UI. Menurutnya, pendekatan yang diberikan dapat melengkapi pembinaan dengan membantu anak mempersiapkan diri sebelum kembali ke masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi program ini. Anak-anak di sini butuh lebih dari sekadar disiplin. Dengan adanya pendampingan seperti ‘Janji Esok Hari’, kami berharap mereka bisa lebih siap secara emosional untuk reintegrasi ke masyarakat. Bekal terbesar saat mereka kembali ke dunia luar adalah kemampuan mengelola diri sendiri,” jelas Ni Wayan.

Melalui “Janji Esok Hari”, tim PKM-PM UI berharap pendekatan psikososial dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan yang aman dan suportif.

Program ini membawa pesan bahwa masa lalu tidak harus menentukan masa depan; anak binaan tetap memiliki kesempatan untuk mengenali potensi diri dan menyiapkan langkah menuju kehidupan setelah masa pembinaan. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom