Nasional
Beranda ยป Berita ยป Usulan Menteri PPPA Arifah Fauzi Ngaco! Menilai Nyawa Manusia Berdasarkan Gender, Ini Kata Pengamat

Usulan Menteri PPPA Arifah Fauzi Ngaco! Menilai Nyawa Manusia Berdasarkan Gender, Ini Kata Pengamat

Menteri PPPA, Arifah Fauziah yang mengusulkan gerbong khusus perempuan dipindah ketengah mendapat banyak kritikan netizen di media sosial (medsos). (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Peristiwa kecelakaan terjadi antara kereta KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/04/2026).

Sebanyak 15 orang korban meninggal dan 85 orang korban luka-luka. Semua korban berjenis kelamin perempuan dewasa yang berada di gerbong khusus perempuan.

Adapun posisi gerbong khusus perempuan berada di depan dan belakang rangkaian gerbong KRL Commuter Line

Atas dasar itulah, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak (PPPA), Arifah Fauzi mengusulkan untuk tidak terjadi lagi korban meninggal dari kaum perempuan agar gerbong khusus perempuan dipindah ketengah. Gerbong umum yang juga bisa diakses penumpang laki-laki dipindah di ujung rangkaian kereta.

“Tadi kita ngobrol dengan KAI itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang, supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah. Jadi yang laki-laki di ujung,” ujar Arifah di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa (28/04/2025).

Terdakwa Terus Berkelit, Jaksa: Tolong Sensitif, yang Dikorupsi Itu Uang Token Listrik Rakyat Miskin

Reaksi pun muncul, masyarakat menilai usulan Menteri PPPA Arifah ngaco dengan menempatkan keselamatan nyawa manusia berdasarkan gender, nyawa kaum perempuan lebih penting daripada laki-laki.

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno menanggapi usulan Menteri PPPA Arifah Fauzi soal pemindahan gerbong khusus perempuan ke tengah rangkaian kereta, bukanlah jalan keluar untuk mengatasi tidak lagi terjadi lagi kecelakaan yang memakan korban jiwa.

Menurut Djoko, akar permasalahan kecelakaan KA Argo Bromo vs KRL bukan terletak pada penempatan gerbong, namun ada banyak faktor yang melatarbelakangi.

Pertama, soal pemisahan jalur antara kereta jarak jauh dan KRL. Menurutnya ini jadi hal yang perlu diprioritaskan.

“Pemisahan jalur operasional harus menjadi prioritas. KRL dan kereta antarkota memiliki karakteristik yang berbeda secara fundamental. Selama pemisahan belum sepenuhnya terwujud, pengaturan kecepatan dan jarak antarkereta harus memberikan margin keselamatan yang memadai,โ€ jelasnya.

KBO Lantas Polres Garut, Ipda Ade Sulaeman: Penegakan Hukum Lalu Lintas Diperketat

Selain pemisahan jalur, penghapusan perlintasan sebidang di koridor padat juga perlu dipercepat. Djoko mengatakan bahwa frekuensi lalu-lalang kereta yang tinggi akan berpotensi menimbulkan antrean kendaraan.

“Dalam kondisi disiplin pengguna jalan yang masih rendah, risiko pelanggaran dan kecelakaan akan terus meningkat. Oleh karena itu, pembangunan perlintasan tidak sebidang seperti underpass dan overpass perlu menjadi prioritas,โ€ ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa penataan ruang di sepanjang jalur kereta api harus diperkuat. Serta perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama regulator.

Di sisi lain, Djoko menilai bahwa penempatan gerbong khusus perempuan di dalam KRL justru sudah cukup efektif.

“Sebenarnya sudah paling efektif. Jika diletakkan di tengah akan susah dan bingung karena penandanya tidak ada,โ€ tegasnya. (***)

Update Kecelakaan Kereta di Bekasi: Korban Meninggal 15 Orang, Semuanya Perempuan Dewasa

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Meluncur Toyota Kijang Super 2026: Tampil Gagah dan Fitur Canggih, Harganya Terjangkau

Sorotan






Kolom