Galeri
Beranda » Berita » Semaan Puisi Taufiq Ismail Hidupkan Jiwa Sastra di Taman Ismail Marzuki

Semaan Puisi Taufiq Ismail Hidupkan Jiwa Sastra di Taman Ismail Marzuki

Acara Semaan Puisi Edisi ke-136, dengan tema “Taufiq Ismail: Perjuangan, Karya, dan Penghargaan”. (Foto: Dok Humas Komoenitas Makara)

RUZKA INDONESIA — Puluhan pasang kaki melangkah memasuki Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM), waktu seolah melambat siang itu.

Ruangan yang menyimpan jutaan memori literatur bangsa itu mendadak menjelma menjadi sebuah ruang sakral.

Puluhan pasang mata larut dalam kekhusyukan yang magis saat bait-bait sajak sang maestro, Taufiq Ismail, mulai dilantunkan dalam acara Semaan Puisi Edisi ke-136, dengan tema “Taufiq Ismail: Perjuangan, Karya, dan Penghargaan”

Acara yang digelar pada Kamis siang, 13 Agustus 2026 ini, bukan sekadar pembacaan puisi biasa. Mengambil konsep ‘semaan’, yang secara tradisi berarti menyimak dengan seksama dan khidmat, perhelatan ini berhasil menyatukan emosi penikmat sastra lintas generasi.

Elegansi acara terpancar dari kesederhanaan panggung yang berada di ruangan yang menyimpan arsip sejarah, mengingatkan kembali pada esensi sejati sastra sebagai penjaga gerbang peradaban.

Dingin Sikapuk dan Matahari yang Tak Pernah Terlambat

Taufiq Ismail, tokoh angkatan ’66 yang puisi-puisinya selalu tajam memotret sosial sekaligus teduh dalam spiritualitas, hadir membawa ruh perjuangan dan keindahan kata.

Ketika bait-bait puisi legendarisnya mengalun, atmosfer PDS HB Jassin bergetar oleh perpaduan rasa getir, haru, dan rindu yang mendalam.

Setiap jeda napas dan intonasi yang dihadirkan para pembaca puisi siang itu seperti mengajak penonton menyelami kembali sejarah, merenungkan hakikat kemanusiaan, hingga berserah pada Sang Pencipta.

“PDS HB Jassin adalah tempat terbaik untuk merayakan kedalaman kata-kata Taufiq Ismail. Di sini, sejarah sastra tidak mati, melainkan berdenyut dan menghidupkan jiwa-jiwa kita kembali,” ujar Ayie Suminar, salah satu pendiri Komoenitas Makara, yaitu komunitas seni budaya yang berbasis di Makara Art Center UI, yang turut hadir dalam acara tersebut.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh sastra nasional, budayawan, akademisi, serta generasi muda yang haus akan kedalaman makna di tengah bisingnya era digital, antara lain: Taufiq Ismail, Jose Rizal Manua, Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, Dr. Ganjar Harimansyah, Angin Kamajaya, Jamal D. Rahman.

Meriah Festival Perahu Naga Depok di Situ Rawa Kalong

Lalu ada Mahwi Air Tawar, Fikar W. Eda, D. Kemalawati, Fatin Hamama, Devie Matahari, Helvy Tiana Rosa, Anzar Mustikowati, Octavianus Masheka, Imam Maarif, Beni Satria, Gilang Eka Sulaeman, Ario Srengenge, dan kelompok Hadrah Banjari Assalam.

Melalui bahasa yang anggun dan penyajian yang sarat akan nilai estetika tinggi, Semaan Puisi ini sukses menjadi oase kultural yang mengukuhkan posisi TIM sebagai episentrum pergerakan seni dan sastra yang tak lekang oleh waktu.

Sore menjelang di Cikini, namun gema dari larik-larik puisi Taufiq Ismail masih menyisakan kehangatan di hati setiap pengunjung yang melangkah pulang membawa pulang sebait perenungan. (***)

Sumber: Humas Komoenitas Makara
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Wayangan Ruwat Hutan akan Digelar di Hutan Universitas Indonesia

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan






Kolom