Galeri
Beranda ยป Berita ยป Filosofi Orang Kampung, Kisah Tentang Si Doel Anak Sekolahan

Filosofi Orang Kampung, Kisah Tentang Si Doel Anak Sekolahan

Diskusi buku Orang Kampung karya Harry Tjahjono. (Foto: Dok Fanny J.Poyk)

RUZKA INDONESIA — Membaca kumpulan artikel yang dibedah dari kisah tentang Si Doel Anak Sekolahan dengan judul Filosofi Orang Kampung oleh novelis sekaligus jurnalis Harry Tjahjono, kita seakan dibawa pada kehidupan marginal yang tampak nyata di hadapan.

Buku kumpulan artikel ini dulunya pernah menjadi sinetron dengan rating yang tinggi dan ditunggu oleh para pemirsa di televisi.

Kisahnya merefleksikan tentang kehidupan masyarakat kelas bawah secara lugas, apa adanya tanpa memasukkan unsur manipulatif fakta.

Sang pemeran Si Doel Rano Karno yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, dalam kata sambutan pembukaan peluncuran buku di Pusat Dokumentasi Sastra HB JassinTaman Ismail Marzuki (TIM) pada 11 September 2026, menuturkan proses pembuatan sinetron Si Doel Anak Sekolahan secara detail beserta pernak-pernik teknik pembuatan sinetron dan beragam karakter yang erat mengusung budaya Betawi.

Cerita tentang Si Doel Anak Sekolahan merupakan perpaduan antara intelektualitas dan keresahan sang tokoh utama di dalam sinetron tersebut dan juga menggambarkan sebuah keluarga Betawi yang sederhana penuh dengan beragam permasalahan namun tetap dijalani dengan kesatuan rasa yang tanpa beban dari masing-masing peran yang dibawakan para pemainnya.

BPI Perkuat Ekosistem Perfilman: Gandeng Eagle Institute untukTalenta Dokumenter, Fasilitasi Diskusi Pelestarian Arsip Film Indonesia

Kisah kehidupan masyarakat Betawi yang menempati Jakarta sebagai ibu kota negara Republik Indonesia, menjadi perwakilan dari kegelisahan hidup yang terus menghantui lajur aktivitas dari masyarakat kelas bawah.

Kehidupan Keluarga

Khususnya tentang bagaimana kehidupan keluarga itu ke depannya, dalam hal ini masyarakat dan budaya Betawi bersama keberadaan mereka yang perlahan mulai tergusur oleh era modernisasi kemajuan zaman serta magnet kota Jakarta yang memikat dengan sebutan metropolitan serta terkenal hingga ke seluruh dunia.

Setting tentang budaya Betawi beserta dialek dan latar belakang kehidupan keseharian masyarakat tersebut, sesungguhnya mewakili keberadaan masyarakat yang kerap disebut sebagai kaum terpinggirkan dengan perbedaan strata kehidupan perekonomian yang kian signifikan.

Pencapaian sebuah sinetron dengan rating yang tinggi dan ditunggu oleh para pemirsanya, merupakan hiburan yang menggiring penonton pada image kebersahajaan masyarakat Betawi secara khusus dan kehidupan kemanusiaan kelas bawah secara umum.

Sinetron yang kemudian dijadikan buku dengan membedah episode per episodenya ini, bisa dikatakan disusun dan ditulis dengan gaya features yang memadukan unsur jurnalitik kedalamnya dan hal ini erat juga kaitannya karena sang penulis sendiri seorang jurnalis dan pernah menjadi pemimpin redaksi dari sebuah tabloid bernama Fantasi (Grup Ciputra}, pernah berjaya sebagai bacaan anak-anak dan remaja di masanya.

Menua Tanpa Menjadi Lemah: Menemukan Kedamaian dan Vitalitas Senja Melalui Meditasi Kesadaran

Kehidupan marginal dari sebuah komunitas dengan keterbatasan sandang maupun pangan dan ragam penderitaan sosial perekonomian lainnya, saat ini makin menghimpin rakyat yang berada di dalamnya.

Sebuah Kompilasi

Di tengah sulitnya mencari pekerjaan, biaya Pendidikan yang tinggi, harga-harga kebutuhan pokok yang melonjak naik, penghasilan yang tak seberapa ditambah dengan biaya perumahan atau menyewa bagi mereka yang tidak memiliki tempat tinggal, tetap dan harus menghidupi beberapa anak, semuanya bersatu menjadi sebuah kompilasi yang tidak terpecahkan bagi mereka yang mengalaminya.

Era teknologi di mana digitalasi kian memasuki kehidupan masyarakat Indonesia di berbagai lini, dan peradaban tentang modernisas,i memiliki pengaruh kuat terhadap perekonomian kehidupan kemasyarakatan khususnya di kalangan masyarakat kelas bawah.

Kehidupan tentang strata kelas bawah dan segala kompleksitasnya digambarkan dengan jelas pada sinetron Si Doel Anak Sekolahan yang dituangkan ke dalam satu pola pemikiran yang jujur ke dalam tulisan yang sarat makna dan dipenuhi oleh nuansa anbsurditas kehidupan kemanusiaan yang berada di kelas menengah ke bawah di muka bumi tersebuti.

Absurditas kehidupan itu sendiri menjadi rangkaian peristiwa dan perjalanan waktu sebelum manusia pergi bumi untuk selama-lamanya.

Foto Jurnalis Pemberani dan Gunung Anak Krakatau (Memoar Persahabatan Bersama Arbas)

Sang penemu istilah absurditas filsuf Prancis Albert Camus, ia mengumpamakan manusia mencari makna dalam ketidakbermaknaan di dalam kehidupannya. Absurditas muncul sebagai respon terhadap pertanyaan paling penting tentang eksistensi manusia.

Makna Intrinsik

Eksistensi manusia sebagai rakyat jelata yang berada dalam satu konteks dengan buku berjudul Filosofi Orang Kampung mencerminkan tentang bagaimana upaya manusia untuk menemukan makna intrinsik atau sesuatu yang berasal dari dalam diri sendiri menjadi sebuah pendalaman dan pengertian bahwa kehidupan manusia selalu akan berakhir dengan beragam kegagalan dan ketidakmustahilan.

Hal ini disebabkan karena alam semesta pada dasarnya tidak memiliki tujuan atau makna bawaan.

Dan, Albert Camus sang tokoh absurdisme juga menggambarkan kondisi manusia sangat absurd, itu terbaca di dalam esainya yang terkenal berjudul โ€˜Mitos Sisifusโ€™, sebuah kisah tentang mitos Yunani bertutur tentang Sisifus yang dihukum para dewa untuk mendorong batu besar ke puncak gunung dan batu itu kembali ke bawah, dan Sisifus kembali harus mendorong batu itu selamanya.

Dongeng tetang Sisifus ini merupakan metafora bagi kehidupan manusia, khususnya kehidupan rakyat jelata yang secara garis kehidupan akan tetap berada di ranah penderitaan dan kemelaratan kecuali bila ada mujizat terjadi yang berpadu dengan kreatifitas dan semangat untuk bangkit.

Kisah tentang Sisifus sesungguhnya merupakan perjalanan manusia di dalam menemukan kebebasannya kembali dengan penuh makna. Dan absurditas kehidupan akan menerima ketidakpastian dan ketidakbermaknaan hidup ke satu harapan untuk melangkah menuju masa depan serta menghapus penyesalan di masa lalu.

Masyarakat Kelas Bawah

Buku Filosofi Orang Kampung adalah gambaran dari kehidupan masyarakat kelas menengah ke bawah yang nyata.

Derita akibat kelaparan, minimnya perekonomian dan beragam sengkarut problema kehidupan akibat kemiskinan, tak selalu diiringi dengan keluh dan air mta.

Jurang antara si kaya dan si miskin selalu ada selama manusia masih mendiami bumi. Dan perjuangan akibat dari sebuah asumsi yang memberikan makna sumir tentang derita keseharian di kehidupan itu sendiri, tidak selalu direfleksikan ke dalam keluh, rasa sesal dan air mata.

Harry Tjahjono sang penulis yang paham benar dengan kehidupan absurd tersebut, tidak sekedar menulis skenario berdasarkan imajinasinya tanpa survey, perpaduan daya khayal dan peneltitian di lapangan serta menjalani kehidupan marginal itu sendiri, telah membuatnya paham bahwa di kehidupan humanis kemanusiaan, kehidupan itu sendiri tidak selalu berada di dalam kondisi yang baik-baik saja.

Buku yang merekam perpaduan derita dengan anekdot, dialog serta situasi budaya Betawi menjadi saksi nyata bahwa keberagaman manusia yang ada di dunia ini dapat memberikan makna dan kekuatan bahwa hidup tinggal menunggu kematian.

Dan, di tengah perjalanan menunggu kematian itu yang dimulai dari lahir, kanak-kanak, remaja, dewasa lalu menua, diisi dengan beragam kegiatan/aktivitas yang dipengaruhi oleh keadaan psikosomatis, karakter serta beragam keinginan yang mengarah pada satu kompilasi pilihan kehidupan antara dua sikap, yaitu hendak berbuat baik atau buruk. Maka pilihan ada di tangan manusia itu sendiri.

Selamat membaca buku Filosofi Orang Kampung karya Mas Harry Tjahjono yang diambil dari kisah Si Doel Anak Sekolahan, di sana kita diajar untuk bijak menyikapi keberadaan diri sendiri selama menghadapi kehidupan di dunia ini. Salam literasi. (***)

Penulis: Fanny J.Poyk
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom