RUZKA INDONESIA – Rize, perusahaan agritech terkemuka di Asia Tenggara yang fokus pada pertanian padi berkelanjutan, mengumumkan penutupan putaran pendanaan Seri B senilai 31 juta USD atau sekitar Rp559 miliar.
Pendanaan ini akan digunakan untuk memperluas dampak Rize ke lebih dari 300.000 hektar lahan.dan mendukung lebih dari 150.000 petani kecil hingga 2030, sekaligus memperkuat sistem pertanian agar tangguh menghadapi perubahan iklim di seluruh Asia Tenggara.
Putaran pendanaan terdiri dari 20 juta USD ekuitas yang dipimpin BNP Paribas Asset Management Alts, bersama The Rockefeller Foundation, Temasek, dan Breakthrough Energy Ventures. Sementara 11 juta USD utang difasilitasi oleh UOB, BIDV, dan Temasek Foundation.
Dengan ini, total pendanaan Rize hingga saat ini mencapai 47 juta USD atau sekitar Rp849 miliar.
Dalam dua tahun terakhir, Rize telah bertumbuh lebih dari sepuluh kali lipat. Saat ini Rize bekerja sama dengan 17.000 petani kecil yang mengelola lebih dari 50.000 hektar lahan di Indonesia dan Vietnam. Perusahaan juga didukung tim 250 orang di bidang teknologi, agronomi, dan operasional lapangan.
Rize telah mengekspor 1.500 ton beras rendah emisi ke Eropa, Kanada, Australia, dan Singapura.
“Pendanaan ini merupakan momen yang sangat istimewa bagi Rize. Platform dan pendekatan kami dalam mentransformasi serta memodernisasi budidaya padi oleh petani kecil mendapat sambutan hangat dari semua pihak. Investasi ini akan membuka fase pertumbuhan berikutnya,” ungkap Dhruv Sawhney, Co-Founder & CEO Rize.
Fokus Penggunaan Dana Seri B
Dana Seri B akan digunakan Rize untuk:
- Memperkuat akses pasar ekspor dengan sistem penelusuran di seluruh rantai nilai.
- Memperluas penerapan Alternate Wetting & Drying (AWD) dan kepatuhan Maximum Residue Limit (MRL) untuk pasar ekspor premium.
- Mengembangkan perangkat berbasis AI bagi petani dan tim lapangan.
- Memperluas jangkauan ke pasar baru di kawasan Asia Tenggara.
- Membuka platform bagi mitra ekosistem input, jasa, dan penyedia teknologi pertanian.
Solusi Kurangi 12% Emisi Metana Global
Budidaya padi menyumbang sekitar 12% emisi metana global, setara dengan seluruh industri penerbangan. Rize mendorong perubahan melalui AWD, metode irigasi yang direkomendasikan IRRI dan CGIAR. Metode ini dapat mengurangi emisi metana hingga 50%, menghemat air 20–30%, dan meningkatkan pendapatan petani hingga 30% tanpa menurunkan hasil panen.
Pengurangan emisi Rize telah diverifikasi independen. Proyek Rize memperoleh peringkat ‘A.pre’ dari BeZero Carbon dan sedang dalam proses sertifikasi Gold Standard yang ditargetkan menghasilkan lebih dari 1 juta kredit karbon dalam 5 tahun ke depan.
“Rize telah memposisikan dirinya di titik temu antara pertanian berkelanjutan, pembiayaan karbon, dan perdagangan komoditas terverifikasi,” ujar Alexandre Martin-Min, Head of Natural Capital & Impact Investments, BNP Paribas Asset Management Alts.
“Petani kecil di Asia menghadapi tantangan sumber daya dan akses pasar. Kami bangga mendukung upaya Rize mendorong praktik regeneratif berbasis teknologi,” tambah Slav Gatchev, Vice President Innovative Finance, The Rockefeller Foundation. ***
Editor: Yoyok Bepe
Email: yoyokbp@gmail.com






Komentar