Ekonomi
Beranda ยป Berita ยป Gini Ratio Maret 2026 Turun ke 0,368, Ketimpangan Makin Mengecil

Gini Ratio Maret 2026 Turun ke 0,368, Ketimpangan Makin Mengecil

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), Agustus 2026.

RUZKA INDONESIA โ€“ Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan gini ratio secara berfluktuasi sepanjang Maret 2020 hingga Maret 2026, dengan kecenderungan menurun secara umum. Gini Ratio adalah alat ukur statistik untuk melihat tingkat ketimpangan distribusi pendapatan atau pengeluaran konsumsi penduduk di suatu wilayah.

BPS menyebut dari angka 0,381 pada Maret 2020, gini ratio naik tipis ke *0,385 pada September 2020, kemudian bergerak naik-turun hingga menyentuh titik tertingginya 0,388 pada Maret 2023.

Setelah itu tren berubah ke arah penurunan. Gini ratio turun ke 0,379 pada Maret 2024, sempat naik ke 0,381 pada September 2024, lalu kembali turun. Pada Maret 2026, angkanya tercatat 0,368. Angka ini naik 0,005 poin dibanding September 2025 yang sebesar 0,363, namun turun 0,007 poin dibanding Maret 2025 yang sebesar 0,375.

Perkotaan Naik, Perdesaan Juga Naik Tipis

Jika dilihat berdasarkan daerah:

BI Dorong Kerangka Kebijakan Terintegrasi Hadapi Fragmentasi Global dan Digital

  • Perkotaan Maret 2026: 0,387.Naik 0,004 poin dibanding September 2025 (0,383), dan turun *0,008 poin dibanding Maret 2025 (0,395).
  • Perdesaan Maret 2026: 0,296. Naik 0,001 poin dibanding September 2025 (0,295), dan turun 0,003 poin dibanding Maret 2025 (0,299).

Ukuran Bank Dunia: 40% Terbawah Pegang 19,22% Pengeluaran

Selain gini ratio, BPS juga menggunakan ukuran Bank Dunia yaitu persentase pengeluaran kelompok 40% terbawah.

Pada Maret 2026, angkanya 19,22%. Turun 0,06 poin dibanding September 2025 (19,28%), dan naik 0,57 poin dibanding Maret 2025 (18,65%).

Rinciannya:

  • Perkotaan: 18,31%. Turun 0,01 poin dari September 2025 (18,32%), naik 0,67 poin dari Maret 2025 (17,64%).
  • Perdesaan: 22,24%. Naik 0,15 poin dari September 2025 (22,09%), naik 0,49 poin dari Maret 2025 (21,75%).

DKI Jakarta Tertinggi, Bangka Belitung Terendah

OJK: Rekening Judol Wajib Ditutup, Pelaku Masuk Blacklist Tak Bisa Akses Bank

Pada Maret 2026, provinsi dengan gini ratio tertinggi adalah DKI Jakarta 0,435. Sementara terendah di Kepulauan Bangka Belitung 0,214.

Dibanding gini ratio nasional 0,368, terdapat 7 provinsi dengan angka lebih tinggi:
DKI Jakarta (0,435), Jawa Barat (0,413), DI Yogyakarta (0,411), Papua Selatan (0,405), Papua (0,398), Gorontalo (0,384), dan Papua Barat (0,384). ***

Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan






Kolom