RUZKA INDONESIA โ Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Juli 2026 sebesar 127,84 atau naik 0,15 persen dibanding bulan sebelumnya.
Kenaikan NTP terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami penurunan sebesar 0,10 persen, lebih rendah dari penurunan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,25 persen. Artinya, beban pengeluaran petani turun lebih cepat dibanding penurunan harga jual hasil pertanian.
IKRT Turun, Beban Rumah Tangga Petani Menurun
Pada Juli 2026 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,45 persen.
Penurunan IKRT terdalam terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Ini menjadi sinyal positif bagi daya beli rumah tangga petani di tengah fluktuasi harga pangan.
NTUP Turun 0,36 Persen
Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) nasional Juli 2026 tercatat sebesar 132,04 atau turun 0,36 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.
NTUP menggambarkan kemampuan petani dalam menghasilkan barang dan jasa pertanian untuk memenuhi kebutuhan usaha dan rumah tangganya.
Harga Beras di Penggilingan Naik
BPS juga mencatat pergerakan harga gabah dan beras di tingkat penggilingan:
- Beras kualitas premium: Rp14.880 per kg, naik 0,44 persen dibanding bulan sebelumnya
- Beras kualitas medium: Rp13.694 per kg, naik 1,25 persen dibanding bulan sebelumnya
Kenaikan harga beras ini perlu diwaspadai agar tidak menekan daya beli masyarakat, terutama rumah tangga petani yang juga berstatus konsumen. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com


Komentar