Ekonomi
Beranda ยป Berita ยป Jaga Inflasi, Ini Tiga Poin Penting Depok Perkuat TPID

Jaga Inflasi, Ini Tiga Poin Penting Depok Perkuat TPID

Sekda Kota Depok Mangnguluang Mansur (depan, dua dari kiri) memberikan sambutan pada pembukaan Capacity Building TPID Kota Depok di Balai Kota Depok, Selasa (08/09/2026). (Foto: Dok Diskominfo Kota Depok)

RUZKA INDONESIA — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggelar peningkatan kapasitas (Capacity Building) bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Balai Kota Depok, Selasa (08/09/2026) lalu.

Adapun kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Mangnguluang Mansur yang menyampaikan, inflasi bukan sekadar persoalan naik dan turunnya angka indeks harga.

Dibalik inflasi terdapat kondisi nyata yang dirasakan masyarakat, mulai dari harga pangan biaya transportasi dan kebutuhan rumah tangga meningkat, hingga daya beli yang dapat tertekan.

โ€œKarena itu menjaga inflasi pada tingkat yang terkendali merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi perekonomian daerah,โ€ jelasnya.

Menurtu Mangguluang, bagi Kota Depok, tantangan pengendalian inflasi memiliki karakteristik tersendiri.

Depok akan Optimalisasi Penyerapan KUR, Ungkap Peran Program Depok KUAT

Bergantung Pasokan Daerah Lain

Sebagai kota berpenduduk cukup besar, mobilitas masyarakat tinggi, serta aktivitas ekonomi dan perdagangan yang terus berkembang menyebabkan kebutuhan terhadap barang dan jasa semakin meningkat.

“Namun di sisi lain, sebagian kebutuhan pangan Kota Depok sangat bergantung pada pasokan daerah lain,” terangnya.

Ia menambahkan, kondisi ini menjadikan kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, serta perkembangan harga komoditas menjadi faktor yang perlu dipantau dan diantisipasi secara bersama-sama.

โ€œDisini keberadaan TPID sangat strategis, tidak hanya dituntut merespon ketika terjadi kenaikan harga tapi harus mampu membangun sistem pengendalian inflasi yang proaktif, berbasis data, mampu mengantisipasi risiko, dan didukung kolaborasi lintas sektor tentunya,โ€ ungkap Mangguluang.

Hal-hal yang disampaikan sangat relevan dengan tema capacity building kali ini yaitu penguatan kapasitas TPID dalam membangun ketahanan ekonomi daerah melalui pengendalian inflasi berbasis data, antisipasi risiko, dan kolaborasi lintas sektor.

Kontroversi Obligasi Daerah Jakarta, Prof Didik J. Rachbini Ingatkan Risiko Gagal Bayar

Ada Tiga Pesan Penting

Mangnguluang menjabarkan, ada tiga pesan penting yang terkandung dalam tema tersebut.

Pertama pengendalian inflasi harus berbasis data dimaksudkan agar TPID dalam mengambil kebijakan secara efektif harus didukung data yang akurat, terkini, dan dapat dipercaya.

Lalu TPID juga harus mampu mengantisipasi risiko karena tekanan inflasi yang dapat muncul dari berbagai sumber, baik lokal maupun faktor eksternal.

โ€œOleh karena itu, kita perlu membangun kemampuan early warning system yang lebih baik, TPID harus mampu mengidentifikasi komoditas yang berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi sebelum risikonya berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,โ€ tegasnya.

Lalu yang ketiga pengendalian inflasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Di BRICS Business Forum 2026, Anindya Bakrie Usulkan Kartu Perjalanan Bisnis BRICS

Karena tidak mungkin persoalan inflasi diselesaikan oleh satu perangkat daerah saja, tapi perlu keterlibatan pihak lain.

Aksi Bersama

Mulai dari pemerintah daerah, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, instansi vertikal, pelaku usaha, distributor, produsen, petani, pengelola pasar, hingga masyarakat.

โ€œKarena itu, koordinasi TPID harus kita maknai bukan sekadar forum pertemuan tapi wadah menghasilkan aksi bersama. Setiap pihak harus paham perannya, memiliki data dan informasi yang sama, serta mampu bergerak secara terpadu ketika adanya potensi tekanan inflasi,โ€ papar Mangguluang.

Ia mendorong anggota TPID untuk mempunyai pola pikir bahwa pengendalian inflasi merupakan bagi dari pembangunan ketahanan ekonomi daerah.

Bukan hanya tentang menghadapi kenaikan harga, tapi bagaimana membangun fondasi ekonomi lebih kuat untuk menghadapi gejolak di masa mendatang.

โ€œSaya berharap capacity building ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta, lebih dari itu kegiatan ini harus menghasilkan gagasan, strategi, inovasi, dan rencana aksi yang dapat diimplementasikan,โ€ pungkas Mangnguluang. (***)

Jurnalis: Risjaddin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom