Ekonomi
Beranda ยป Berita ยป Dirut PLN Turun Langsung Atasi Defisit Listrik Sulbagsel, Inspeksi PLTU Jeneponto

Dirut PLN Turun Langsung Atasi Defisit Listrik Sulbagsel, Inspeksi PLTU Jeneponto

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kanan), CEO Bosowa Corporindo, Subhan Aksa (tengah), dan GM PLTU Jeneponto, Albery Hadith Pramono (kiri) ketika meninjau percepatan perbaikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto di Sulawesi Selatan, Senin (14/9/2026). (Foto: PLN/Ruzka Indonesia)

RUZKA INDONESIA โ€“ Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, memimpin langsung upaya peningkatan pasokan pada sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Upaya tersebut dilakukan melalui inspeksi pada sejumlah unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin (14/9/2026).

Dalam inspeksi tersebut, Darmawan meninjau proses perbaikan PLTU Jeneponto berkapasitas 2 x 100 megawatt (MW) milik swasta yang terkendala gangguan teknis sehingga menyebabkan pasokan listrik berkurang.

โ€œSetiap megawatt sangat berarti dalam kondisi seperti ini. Karena itu, kami membantu mempercepat perbaikan PLTU Jeneponto agar dapat segera kembali masuk ke sistem. Bersamaan dengan itu, kami terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan pasokan,โ€ ujar Darmawan.

Daya Hidro Anjlok 600 MW Akibat El Nino

Darmawan menjelaskan sistem kelistrikan Sulbagsel menghadapi tekanan seiring menurunnya daya mampu sejumlah pembangkit hidro. Kondisi hidrologi yang dipengaruhi fenomena El Nino menyebabkan produksi PLTA Poso, Bakaru, Malea, serta sejumlah PLTM menurun.

LSPR Bantu UMKM Depok Tingkatkan Kemampuan Memanfaatkan Paltform Digital

Daya mampu agregat pembangkit hidro turun dari sekitar 850 MW menjadi 250 MW, atau berkurang sekitar 600 MW.

Untuk meningkatkan pasokan, PLN menjalankan sejumlah langkah simultan, selain mempercepat perbaikan pembangkit, mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan kapasitas hingga 627 MW.

PLN juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Forkopimda dalam pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk meningkatkan ketersediaan air bagi pembangkit hidro. Namun, kondisi atmosfer yang sangat kering membuat ketersediaan awan yang dapat disemai masih terbatas.

โ€œSeluruh langkah ini kami jalankan secara paralel. Kami menargetkan pada akhir September 2026 pasokan dan kebutuhan listrik Sulbagsel dapat berangsur seimbang kembali. Prosesnya kami kawal dan evaluasi dari hari ke hari,โ€ kata Darmawan.

Siapkan PLTS 5,2 GWp dan BESS 8,2 GWh

Jaga Inflasi, Ini Tiga Poin Penting Depok Perkuat TPID

Untuk jangka panjang, PLN menyiapkan penguatan sistem Sulbagsel agar lebih resilien. Sesuai arahan Presiden melalui program PLTS 100 gigawatt (GW), PLN akan memperkuat sistem Sulbagsel dengan sekitar 5,2 GWp PLTS dan 8,2 GWh Battery Energy Storage System (BESS).

โ€œPLTS akan menambah pasokan dari sumber yang tidak bergantung pada air, sementara BESS menjadi penyangga ketika produksi hidro turun. Kombinasi ini akan membuat sistem Sulbagsel lebih beragam, fleksibel, dan resilien,โ€ pungkas Darmawan. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom