Ekonomi
Beranda » Berita » Nilai Tukar Petani Mei 2026 Naik 1,99% Jadi 127,73, Didorong Kenaikan Harga Hortikultura

Nilai Tukar Petani Mei 2026 Naik 1,99% Jadi 127,73, Didorong Kenaikan Harga Hortikultura

Perkembangan nilai tukar petani Mei 2026. Sumber: BPS

RUZKA INDONESIA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Mei 2026 sebesar 127,73, naik 1,99% dibanding April 2026 yang sebesar 125,24. Kenaikan ini menunjukkan daya beli petani membaik karena harga yang diterima petani naik lebih tinggi dari kenaikan harga yang dibayar.

Direktur Statistik Harga BPS Dr. Sarpono, SSi., M.Sc menyampaikan, Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 2,53% menjadi 163,16, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik 0,53% menjadi 127,74.

“Kenaikan NTP Mei 2026 didorong oleh naiknya NTP di empat subsektor pertanian,” kata Sarpono, Selasa (2/6/2026).

Hortikultura Jadi Pendorong Utama

Kenaikan NTP tertinggi terjadi pada Subsektor Tanaman Hortikultura yang melonjak 7,08% menjadi 140,58. Kenaikan ini dipicu melambungnya harga sayur-sayuran sebesar 9,56%, terutama bawang merah dan cabai rawit.

Izin 25 Merek Beras Fortifikasi Palsu Dicabut, Negara Rugi Rp89 Triliun

Subsektor lain yang naik: Tanaman Pangan naik 1,34% ke 113,79, Tanaman Perkebunan Rakyat naik 1,93% ke 164,24, dan Peternakan naik 0,43% ke 103,86. Sementara NTP Perikanan turun 0,64% ke 107,01 akibat turunnya harga ikan bandeng dan udang payau.

Sumsel Tertinggi, Gorontalo Turun Terdalam

Dari 38 provinsi, NTP Sumatera Selatan naik paling tinggi 6,61% ke 141,54, ditopang kenaikan harga karet sebesar 12,41%. Sebaliknya, NTP Gorontalo turun terdalam 3,06% ke 121,92 akibat anjloknya harga cabai rawit 36,60%.

Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) nasional juga naik 1,95% menjadi 132,84. NTUP membandingkan harga yang diterima petani dengan biaya produksi dan barang modal.

Beras Premium Naik 0,56%

Opini Lukas Luwarso: Kisah Koboi Purbaya dalam Lanskap Indonesia

BPS juga mencatat harga beras premium di penggilingan pada Mei 2026 naik 0,56% dibanding April menjadi Rp14.667 per kg. Beras medium naik 0,79% ke Rp13.402 per kg. Dibanding Mei 2025, harga beras premium naik 12,81% dan medium naik 6,57%.

Transaksi beras di penggilingan 33 provinsi didominasi kualitas medium 64,99%, premium 29,55%, dan lainnya 5,46%. Harga tertinggi Rp23.500 per kg untuk beras premium di Kalimantan Selatan, terendah Rp9.000 per kg untuk beras lainnya di Jawa Timur.

Secara kumulatif Januari–Mei 2026, NTP nasional mencapai 125,48, naik 2,35% dibanding periode yang sama 2025. Kenaikan tertinggi terjadi pada Subsektor Hortikultura 8,01%. ***

Nilai Kontrak Rp3,85 Triliun, INKA Kebut Uji Coba 8 Trainset KRL Baru KAI

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom