Info Kampus Sekolah
Beranda ยป Berita ยป Melalui Program Bintang di Museum Nasional Indonesia, Mahasiswa UI Ajak Siswa Disabilitas Kenali Dunia Kerja

Melalui Program Bintang di Museum Nasional Indonesia, Mahasiswa UI Ajak Siswa Disabilitas Kenali Dunia Kerja

Mahasiswa UI jalankan Program BINTANG (Belajar Interaksi dan Temu Tamu Tunagrahita), mereka mengajak siswa SLB Insan Mandiri Depok merasakan langsung pengalaman melayani pengunjung sebagai Visitor Assistant Helper (VAH) di Museum Nasional Indonesia (MNI). (Foto: Humas UI)

RUZKA INDONESIA — Lima mahasiswa Universitas Indonesia (UI) membuka ruang belajar yang lebih dekat dengan dunia kerja bagi siswa penyandang disabilitas.

Melalui Program BINTANG (Belajar Interaksi dan Temu Tamu Tunagrahita), mereka mengajak siswa SLB Insan Mandiri Depok merasakan langsung pengalaman melayani pengunjung sebagai Visitor Assistant Helper (VAH) di Museum Nasional Indonesia (MNI).

Adapun giat yang merupakan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) ini melatih siswa menjalankan peran sebagai VAH dengan pendekatan Behavioral Skills Training (BST).

Di bawah bimbingan Prof. Farida Kurniawati, M.Sp.Ed., Ph.D., Psikolog, pembelajaran dirancang untuk memperkuat keterampilan kerja dasar dan komunikasi yang telah diperoleh siswa di sekolah.

โ€œKami ingin memberikan kesempatan kepada para siswa penyandang disabilitas untuk merasakan secara langsung bagaimana berinteraksi dengan pengunjung dan menjalankan tugas pelayanan sederhana. Pengalamam seperti ini diharapkan dapat membantu mereka lebih siap mengenal lingkungan kerja,โ€ ujar Ketua Tim PKM-PM BINTANG, Devika Bunga Ramadhani dalam siaran pers yang diterima, Rabu (09/09/2026).

Melalui Seminar Nasional, UI Dorong Reformasi Pemilu untuk Representasi Politik Responsif

Sosialisasi dan Pembelajaran Interaktif

Sebelum praktik, siswa mengikuti tahap Pra-BINTANG melalui sosialisasi dan pembelajaran interaktif.

Materi disampaikan dengan bantuan video edukasi, flash card, buku aktivitas, majalah, dan pop-up book.

Selanjutnya, siswa berlatih melalui empat tahapan BST, yakni instruksi, demonstrasi, praktik, dan evaluasi.

Keterampilan tersebut kemudian diterapkan di area Jembatan Antara MNI pada 18 Agustus 2026.

Delapan siswa mengikuti kegiatan, terdiri atas lima siswa tunagrahita, satu siswa tunagrahita dengan disabilitas fisik, dan dua siswa tunarungu. Didampingi lima mahasiswa UI dan tiga guru SLB Insan Mandiri, siswa bergantian menjalankan tugas di dua titik pelayanan.

Mahasiswa UI Kembangkan Stimulasi Kognitif Lansia, Padukan Musik dan Seni

Dengan berbekal papan petunjuk arah, siswa berlatih menyambut pengunjung, menyapa, serta memberikan informasi sederhana.

Ketika mendapat pertanyaan di luar informasi yang dikuasai, mereka diarahkan untuk membantu pengunjung menuju pusat informasi.

Sesuai Kemampuan

Pola ini memberi ruang bagi siswa untuk menjalankan tugas sesuai kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri dalam berinteraksi di ruang publik.

Pengalaman tersebut dilengkapi dengan kunjungan ke sejumlah ruang museum, seperti Sejarah Awal, Ruang Arca, dan Ruang ImersifA.

Kegiatan ini membantu siswa mengenali lingkungan museum sekaligus memahami konteks tempat mereka menjalankan peran sebagai VAH.

Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Selama pelaksanaan program BINTANG, MNI mendukung penuh melalui pendampingan selama kunjungan, akses masuk tanpa biaya, dan fasilitasi dokumentasi.

Kepala MNI, M. Rasyid Ridha, berharap kolaborasi serupa dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

โ€œHarapannya, akan ada program berkelanjutan, misalnya sebulan sekali atau dua bulan sekali. Tidak hanya saat ini, harus terbina secara berkelanjutan dan harus ada regenerasinya,โ€ ungkapnya.

Dukung Partisipasi Anak Penyandang Disabilitas

Ia juga menyampaikan keterbukaan MNI terhadap program yang mendukung partisipasi anak penyandang disabilitas di ruang publik.

“Kami sangat terbuka terkait hal-hal yang mendukung kegiatan ini, program untuk anak disabilitas. Terima kasih teman-teman UI atas gagasan yang luar biasa. Semoga program ini dapat menjadi kegiatan yang permanen,โ€ terangnya.

Dari sisi sekolah, program ini dinilai memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan di lingkungan publik.

Kepala SLB Insan Mandiri Depok, Yosie Nurfirdausy, mengatakan, pihaknya ingin mengembangkan keterampilan pelayanan dasar bagi anak-anak.

“Terima kasih kepada Kakak-Kakak PKM-PM, sudah membersamai anak-anak mulai dari sesi pembelajarannya sampai praktik. Semoga kedatangan kami bisa membuka peluang untuk anak-anak,โ€ ucapnya.

Melalui BINTANG, UI membawa keterampilan vokasional yang dipelajari siswa di sekolah ke situasi yang mendekati lingkungan kerja. Kolaborasi UI, SLB Insan Mandiri Depok, dan MNI membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi penyandang disabilitas di ruang publik dan sektor pariwisata, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Harap Dapat Dikembangkan

Ke depannya, UI berharap pengalaman dan model pembelajaran seperti ini dapat dikembangkan dan direplikasi di ruang publik lainnya, sehingga semakin banyak siswa penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengenal dunia kerja dan mengembangkan keterampilan diri. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan




Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub



Kolom