Ekonomi
Beranda ยป Berita ยป Tarif Listrik Jadi Pemicu, Mendagri Pastikan Inflasi Januari 2026 Masih Terkendali

Tarif Listrik Jadi Pemicu, Mendagri Pastikan Inflasi Januari 2026 Masih Terkendali

Mendagri Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam Program Tiga Juta Rumah yang berlangsung secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (9/2/2026). (Foto: Puspen Kemendagri)
Mendagri Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam Program Tiga Juta Rumah yang berlangsung secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (9/2/2026). (Foto: Puspen Kemendagri)

RUZKA INDONESIA; JAKARTA โ€” Angka inflasi Januari 2026 tercatat 3,55 persen secara tahunan (year on year). Sekilas, angka ini terlihat melampaui target nasional 2,5 persen ยฑ1 persen. Namun Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Muhammad Tito Karnavian menegaskan, kenaikan tersebut tidak mencerminkan lonjakan harga barang dan jasa di lapangan.

Penjelasan itu disampaikan Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program Tiga Juta Rumah, yang digelar secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kemendagri, Senin (9/2/2026).

โ€œTidak perlu khawatir karena ini tidak menggambarkan kenaikan harga riil barang dan jasa,โ€ ujar Mendagri.

Mendagri memaparkan, penyumbang terbesar inflasi tahunan berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 1,72 persen. Dari komponen tersebut, tarif listrik memberi kontribusi paling besar, yakni 1,49 persen.

Menurut Mendagri, faktor pembanding menjadi kunci membaca data ini. Pada Januari 2025, tarif listrik masih mendapat subsidi 50 persen dari pemerintah. Sementara Januari tahun 2026 ini, tarif kembali normal tanpa subsidi.

Pacu Potensi Ekonomi Masyarakat Sukabumi, UI Kembangkan Kopi Biji Hanjeli Bernutrisi Bebas Kafeein dan Gluten

โ€œSeolah-olah terlihat ada kenaikan, padahal tarifnya sama. Yang berbeda adalah skema subsidi tahun lalu,โ€ jelas Mendagri.

Untuk melihat kondisi ekonomi yang lebih aktual, Mendagri mengajak melihat inflasi bulanan (month to month). Data BPS menunjukkan Januari 2026 justru mengalami deflasi 0,15 persen dibanding Desember 2025. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar deflasi, yakni minus 0,30 persen.

โ€œArtinya, setelah terdorong kenaikan saat Natal dan Tahun Baru, harga-harga mulai turun dan terkendali di Januari,โ€ kata Mendagri.

Meski tren nasional relatif stabil, Mendagri mengingatkan sejumlah daerah dengan inflasi tinggi agar memperkuat langkah pengendalian, terutama pada komoditas cabai, bawang putih, daging ayam, dan beras.

Mendagri juga menekankan pentingnya ketahanan pangan daerah, khususnya wilayah rawan bencana. Belajar dari pengalaman Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, gangguan logistik dapat memicu lonjakan harga.

Lewat Electrifying Agriculture, Tekan Biaya Listrik dan Jaga Panen Petani Bekasi

โ€œDaerah harus punya ketahanan logistik sendiri, minimal stok untuk tiga bulan,โ€ tegas Mendagri.

(Puspen Kemendagri)
Editor: Endro Yuwanto

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom