Ekonomi
Beranda ยป Berita ยป Kilang Pertamina Latih Warga Binaan Lapas Balongan Kelola Sampah Terintegrasi

Kilang Pertamina Latih Warga Binaan Lapas Balongan Kelola Sampah Terintegrasi

Kebun organik metode hidroponik sebagai bagian dari program pengelolaan sampah terintegrasi dengan pertanian dan perikanan yang diinisiasi PT Kilang Pertamina Indonesia (KPI) untuk warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Balongan di Indramayu, Jawa Barat. (Foto: Dok Ruzka Indonesia/KPI).
Kebun organik metode hidroponik sebagai bagian dari program pengelolaan sampah terintegrasi dengan pertanian dan perikanan yang diinisiasi PT Kilang Pertamina Indonesia (KPI) untuk warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Balongan di Indramayu, Jawa Barat. (Foto: Dok Ruzka Indonesia/KPI).

RUZKA INDONESIA – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui Kilang Pertamina Balongan menginisiasi program pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan pertanian dan perikanan bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Balongan di Indramayu, Jawa Barat.

Corporate Secretary KPI, Hermansyah Y Nasroen mengatakan perusahaan menginisiasi membuat program pengolahan sampah agar lingkungan dapat bersih tetapi dapat menghasilkan manfaat ekonomi dan ilmu bagi para napi.

"Sinergi KPI melalui Kilang Pertamina Balongan dengan Lapas Balongan dalam program pemberdayaan warga binaan tersebut sudah berjalan secara berkesinambungan selama 5 tahun," ujarHermansyah dalam keterangan di Jakarta, Senin (27/5/2024).

Hermansyah menyampaikan, program tersebut berawal dari kondisi lingkungan lapas yang memiliki sampah yang belum diolah. Untuk menjalankan program yang direncanakan, dibentuklah kelompok warga binaan laki-laki dengan nama Bimasakti, sementara untuk perempuan dibentuk kelompok Srikandi.

Agar benar-benar bermanfaat, warga binaan yang masuk kelompok tersebut harus yang memiliki sisa masa tahanan maksimal 3 tahun lagi. Saat ini terdapat penerima manfaat sebanyak 25 orang yang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 10 orang perempuan.

Perkuat Ketahanan Pangan Daerah, Polres Garut Serap 17,75 Ton Jagung Petani

Ada beberapa keahlian yang diajarkan dalam program tersebut, diantaranya pengelolaan sampah organik melalui maggot, kebun organik metode hidroponik, perikanan organik, pengolahan sampah anorganik menjadi suvenir serta pembuatan makanan dari bahan yang berasal dari kebun dan perikanan organik.

"Keberhasilan program ini juga tidak dapat dilepaskan dari dukungan Kepala Lapas Balongan yang membentuk sistem. Kepala Lapas mengeluarkan surat keputusan terkait dengan pemilahan sampah dan wajib bersih-bersih tiap hari. Hasilnya saat ini terdapat lima jenis olahan makanan dan dua buah karya dari sampah anorganik yang telah dihasilkan kelompok warga binaan," kata Hermansyah.

Sebagai pengakuan atas kontribusinya, Kilang Balongan baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari Lapas Kelas IIB Indramayu. Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu Hero Sulistiyono kepada Area Manager Communication, Relation & CSR Kilang Balongan Mohamad Zulkifli.

"Kita berharap warga-warga binaan yang telah mendapatkan keahlian ini nantinya dapat memanfaatkannya dalam kehidupannya. Dan yang juga penting adalah mencegah mereka kembali masuk ke lapas," tutup Hermansyah. (**)

Permudah Layanan, Depok Sediakan Mobil Keliling Konsultasi PBB-P2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom