Info Sehat
Beranda ยป Berita ยป IASMED Teken MoU dengan DIA, Perkuat Kapasitas Ekosistem Uji Klinik Indonesia

IASMED Teken MoU dengan DIA, Perkuat Kapasitas Ekosistem Uji Klinik Indonesia

The Indonesian Association for the Study of Medicinals (IASMED) menggelar IASMED Annual Meeting 2026 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, dengan mengusung tema "Continuing the Momentum: Empowering Indonesia's Clinical Trial Ecosystem".

RUZKA INDONESIA โ€“ The Indonesian Association for the Study of Medicinals (IASMED) menggelar IASMED Annual Meeting 2026 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta. Mengusung tema “Continuing the Momentum: Empowering Indonesia’s Clinical Trial Ecosystem”, pertemuan ini menjadi forum strategis bagi regulator, akademisi, rumah sakit, industri farmasi, dan CRO untuk memperkuat kolaborasi ekosistem uji klinik nasional.

Tema tersebut diangkat seiring perkembangan pesat ekosistem uji klinik di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Kemajuan mencakup penyempurnaan regulasi, peningkatan kapasitas SDM, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.

Presiden IASMED Dra. Endang Hoyaranda menegaskan komitmen IASMED menjaga momentum pertumbuhan melalui 3 hal utama: pertama, pelatihan GCP: Penyelenggaraan pelatihan Good Clinical Practice secara reguler. Hingga kini telah ada lebih dari 7000 pemegang sertifikat GCP dari IASMED; Kedua, advokasi regulasi: Dorongan kebijakan Material Transfer Agreement (MTA) dan Special Access Scheme untuk importasi obat uji klinik; Ketiga, penguatan CRU: Dukungan peningkatan kapasitas Clinical Research Unit di rumah sakit bersama INA-CRC dan Kementerian Kesehatan.

IASMED juga memfasilitasi keterlibatan delegasi gabungan dari Kemenkes, BPOM, INA-CRC, dan peneliti dalam Global DIA Annual Meeting 2025 dan 2026 di Amerika Serikat untuk memperkenalkan ekosistem uji klinik Indonesia di tingkat global.

Perkembangan pesat ini dipicu perubahan regulasi oleh Kemenkes dan BPOM sejak akhir 2023.

Pendamping Pasien Perlu Dijaga, Primaya Hospital Bagikan 2.000 Mini MCU

BPOM: Perkuat Regulasi Adaptif dan Harmonisasi Standar

Acara dibuka Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. Ia menekankan pentingnya meningkatkan daya saing Indonesia sebagai tujuan uji klinik di kawasan melalui regulasi adaptif, harmonisasi standar internasional, dan peningkatan kualitas penyelenggaraan uji klinik.

Transformasi yang dilakukan meliputi digitalisasi layanan dan penerapan risk-based regulatory oversight untuk mempercepat proses penelitian tanpa mengurangi mutu dan perlindungan subjek penelitian.

Mewakili Menteri Kesehatan, Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Dr. Dra. Lucia Rizka Andalucia, Apt., M.Pharm., MARS, menegaskan uji klinik sebagai penggerak transformasi kesehatan nasional dan pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah mendorong investasi, pemanfaatan keunggulan demografi dan keragaman genetik Indonesia, serta penguatan kapasitas penelitian untuk menarik studi klinik global.

WINGS Nutrition Luncurkan MILKOW ActiGrow, Bawa NutriTotal Formula Dukung Tumbuh Optimal Anak 1-3 Tahun

Sesi diskusi menghadirkan pembicara dari sisi partisipan, regulator, pusat uji klinik, dan industri. Pada sesi partisipan, dua eks peserta uji klinik berbagi pengalaman.

Sesi internasional menghadirkan DIA (Young Joo Park), CHA University Korea Selatan, Clinical Research Malaysia, University of Rochester AS, dan CanSino Biologics untuk berbagi praktik terbaik dan strategi peningkatan daya saing.

Rangkaian kegiatan juga mencakup pelatihan Advance GCP, Protocol Development, dan CRU Development sejak 3 September 2026 bersama DIA.

Dalam kesempatan ini IASMED juga menggelar perdana Clinical Research Center Excellence Award dan menandatangani MoU dengan Drug Information Association (DIA) untuk kerja sama pengembangan kapasitas.

“Kemajuan yang kita lihat saat ini merupakan hasil kerja sama seluruh pemangku kepentingan. IASMED akan terus berperan aktif dalam menjaga momentum tersebut dan mendukung terciptanya ekosistem uji klinik yang berkualitas, kompetitif, dan berpusat pada keselamatan pasien,” ujar Endang.

Depok Ajak Bidan Perkuat Capaian Program KB

Dengan kolaborasi pemerintah, regulator, akademisi, fasyankes, dan industri, IASMED optimis Indonesia dapat menarik lebih banyak investasi uji klinik global menuju Indonesia Emas 2045. ***

Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan






Kolom