Gaya Hidup
Beranda ยป Berita ยป Dari Wastra ke Gaya Sehari-hari, Ragam Bentala Perluas Cerita Batik Indonesia bersama Shopee

Dari Wastra ke Gaya Sehari-hari, Ragam Bentala Perluas Cerita Batik Indonesia bersama Shopee

Ragam Bentala perluas cerita batik Indonesia bersama Shopee. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Berawal dari kecintaan mendalam terhadap kekayaan budaya Nusantara, Ragam Bentala lahir pada Februari 2020 membawa sebuah misi besar: merevolusi cara masyarakat modern menikmati batik dalam kehidupan sehari-hari.

Didirikan oleh dua sosok visioner, Anne SPC Aziz dan Nurโ€™aini JB, brand lokal ini secara berani membawa warna baru dalam busana tradisional menjadi koleksi yang chic, kasual, dan fleksibel untuk mix & match.

Semangat membawa brandnya ke panggung yang lebih luas, Ragam Bentala pun menemukan ruang akselerasinya setelah resmi mengepakkan sayap digital bersama Shopee.

Setiap helai busana Ragam Bentala membawa cerita dan keringat dari para pengrajin batik cap manual tradisional di daerah.

“Bagi kami, menjaga kelestarian batik bukan hanya soal estetika desain, tetapi juga tentang membuka lapangan kerja dan memastikan keberlanjutan roda ekonomi para pengrajin lokal binaan kami. Oleh karena itu, kami senang bisa bertumbuh bersama Shopee. Menjangkau generasi muda dari berbagai daerah yang sebelumnya tidak terjangkau oleh kami,” ungkap, Anne SPC Aziz, Founder Ragam Bentala dalam siaran pers yang diterima, Jumat (02/09/2026).

Kolaborasi Winky, Afgan dan Maxime Hasilkan Single Dengan Sound Funk-Dance Berjudul AURA

Batik Makin Dekat dengan Gaya Masa Kini, Ragam Bentala Bertumbuh Bersama Shopee

Nama Ragam Bentala sendiri menggambarkan identitas yang ingin dibawa oleh brand ini.

โ€œRagamโ€ merepresentasikan warna dan keanekaragaman, sementara โ€œBentalaโ€ berarti bumi.

Filosofi tersebut kemudian diterjemahkan melalui berbagai desain dengan nuansa warna bumi atau earth tone, sekaligus menghadirkan pilihan busana berkain yang dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan.

Bagi Ragam Bentala, batik tidak harus selalu identik dengan acara formal. Melalui berbagai produk seperti Kebaya Encim, Rok Lilit Batik, Obi Belt Batik, Riung Tunik, hingga Kemeja Batik, Ragam Bentala berupaya membuat warisan budaya Indonesia terasa lebih relevan dengan gaya berpakaian masa kini.

Nama-nama produknya pun membawa sentuhan bahasa Indonesia, seperti Terikat, Ranum, Riung, Sanubari, dan Amerta, untuk memperkuat cerita lokal yang menjadi bagian dari identitas brand.

Cultural Experience Evenciio Apartment Margonda, Kenalkan Budaya Indonesia ke Mahasiswa Internasional

Perjalanan membangun brand lokal tentu memiliki tantangannya sendiri bagi Ragam Bentala.

Beradaptasi ke kanal digital, dan membuka Official Store Ragam Bentala sebagai salah satu peluang besar.

Belajar beradaptasi lewat penjualan secara Shopee Live, membuat video pendek di Shopee Video, menggaet kreator untuk Shopee Affiliate.

Tak luput, Ragam Bentala juga aktif memanfaatkan berbagai momentum kampanye, mulai dari angka kembar, seperti 11.11 Big Sale, 12.12 Birthday Sale, hingga Big Ramadan Sale.

Partisipasi tersebut turut membawa hasil positif, berupa lonjakan traffic dan peningkatan performa penjualan yang signifikan dibandingkan hari biasa

Anomali Coffee Luncurkan Kopi Musim Buah, Tawarkan Cita Rasa Buah-buahan

Gaya Boleh Berubah, Cerita Tradisi Tetap Dijaga

Perubahan cara masyarakat mengenakan batik juga menjadi peluang tersendiri bagi Ragam Bentala.

Kini, ber-kain, kebaya, maupun produk dengan sentuhan batik semakin sering hadir dalam gaya sehari-hari generasi muda.

Produk seperti Rok Lilit Batik dan Riung Tunik Batik menjadi contoh bagaimana unsur tradisional dapat dihadirkan dalam siluet yang lebih praktis, modern, dan mudah dipadupadankan saat ini.

Tapi, di balik ragam modelnya yang modern, proses produksi Ragam Bentala tetap mempertahankan keterampilan tradisional.

Batik dibuat menggunakan teknik cap manual oleh pengrajin lokal, dimulai dari pengembangan desain dan motif, pengaplikasian menggunakan canting cap dan lilin malam, proses pewarnaan, hingga akhirnya diolah menjadi busana bersama penjahit lokal.

Bagi Ragam Bentala, proses tersebut menjadi salah satu cara untuk menjaga para pengrajin tetap memiliki ruang dalam perkembangan industri fesyen masa kini.

โ€œMenurut kami, semakin banyaknya anak muda yang menggunakan batik dan kebaya dalam keseharian menunjukkan bahwa cara generasi muda memandang busana tradisional juga semakin berkembang. Batik dan kebaya tidak lagi harus identik dengan acara formal, tetapi bisa menjadi bagian dari gaya personal yang kasual, stylish, dan tetap membawa identitas budaya Indonesia. Hal ini sejalan dengan semangat Ragam Bentala sejak awal, yaitu membuat pakaian yang dapat digunakan sehari-hari untuk menemani berbagai aktivitas,โ€ jelas Nurโ€™aini JB, Founder Ragam Bentala.

Bagi Anne dan Nurโ€™aini, semakin luas produk mereka diterima masyarakat terutama anak muda, semakin besar pula kesempatan untuk membuat ekosistem ikut bertumbuh.

Shopee menjadi salah satu kanal bagi Ragam Bentala untuk terhubung dengan generasi muda ini.

Melalui pendekatan berbasis konten dan interaksi digital, cerita tentang motif, bahan, cara styling, hingga proses di balik pembuatan produk dapat disampaikan dengan format yang lebih relevan dengan kebiasaan konsumen masa kini.

Rayakan semangat berkain dan berbatik bersama Shopee dengan menemukan lebih banyak produk lokal berkualitas di Shopee Festival Batik Nusantara hingga 2 Oktober 2026. (***)

Jurnalis: Koesbiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom