Nasional
Beranda ยป Berita ยป Kemenhut & KSPL Sepakat: Kawasan Hutan Mampu Dukung Pangan Lokal dan Penghidupan Masyarakat

Kemenhut & KSPL Sepakat: Kawasan Hutan Mampu Dukung Pangan Lokal dan Penghidupan Masyarakat

Ilustrasi kawasan hutan sawit. (Foto Ruzka Indonesia)

RUZKA INDONESIA โ€“ Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL) bertemu dengan Kementerian Kehutanan untuk membahas potensi pengembangan dan penguatan Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) dalam mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, KSPL berdiskusi dengan Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat Julmansyah beserta jajarannya mengenai peran Perhutanan Sosial dalam memperkuat akses pangan masyarakat.

โ€œKementerian Kehutanan memandang penting pengembangan Perhutanan Sosial yang mempertimbangkan potensi lahan, karakteristik wilayah, serta kebutuhan pangan masyarakat setempat. Dengan pendekatan tersebut, pemanfaatan kawasan hutan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi dan mendukung ketersediaan pangan lokal, dengan tetap menjaga fungsi hutan,โ€ ujar Julmansyah di Gedung Manggala Wanabakti, Kamis (15/10/2026).

Julmansyah menyampaikan saat ini melalui kerja sama Kementerian Kehutanan dengan Pemerintah Jerman (KfW) Forest Programme V (FPV) mendukung penguatan Kelompok Perhutanan Sosial dalam menjaga tutupan lahan, mempertahankan biomassa, meningkatkan pendapatan masyarakat serta mendukung ketahanan pangan dan energi yang salah satu lokasinya berada di Kabupaten Sikka, NTT.

Dalam pertemuan tersebut, KSPL memaparkan tiga jalur kontribusi Perhutanan Sosial terhadap ketahanan pangan, yaitu produksi pangan secara langsung (direct pathway), peningkatan pendapatan masyarakat (income pathway), dan jasa lingkungan (ecosystem services).

Cegah Hoaks hingga Cyberbullying, Polres Sumedang Bidik Peran Mahasiswa UPI Cimalaka

Peneliti dan Analis Kebijakan Senior Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) sekaligus Koordinator Advokasi Kebijakan Nasional KSPL Rahmad Supriyanto menjelaskan temuan awal di Sumatra Barat dan Jawa Timur menunjukkan peningkatan pendapatan sebagai salah satu manfaat penting Perhutanan Sosial.

โ€œKetahanan pangan sangat ditentukan oleh kemampuan masyarakat untuk mengaksesnya. Temuan awal dalam studi kami di Sumatra Barat dan Jawa Timur menunjukkan bahwa Perhutanan Sosial berpotensi mendukung kemampuan tersebut melalui tambahan pendapatan dari komoditas bernilai ekonomi tinggi, seperti kopi, madu, durian, dan hasil hutan bukan kayu lainnya,โ€ ujar Rahmad.

Kepala Sekretariat KSPL Gina Karina menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar pengembangan Perhutanan Sosial sesuai potensi wilayah dan kebutuhan warga setempat.

โ€œKolaborasi dan kebijakan berbasis bukti penting agar pengembangan Perhutanan Sosial benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mempertimbangkan kondisi setiap wilayah. Dengan begitu, Perhutanan Sosial dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian hutan,โ€ ujar Gina.

Sebagai tindak lanjut, KSPL akan melanjutkan studi Perhutanan Sosial di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mencakup Kabupaten Sikka dan Kabupaten Kupang. Hasil studi diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merancang kebijakan yang lebih sesuai konteks lokal. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com

Jelang Musim Hujan, Dinas PUPR Depok Percepat Normalisasi Saluran di Enam Titik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom