Nasional
Beranda ยป Berita ยป Dua Tahun Prabowo-Gibran, Hasan Nasbi Buka Suara Soal Evaluasi dan Kritik

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Hasan Nasbi Buka Suara Soal Evaluasi dan Kritik

Diskusi bertajuk "Catatan Dua Tahun Prabowo-Gibran, Capaian, Refleksi dan Evaluasi" di Jakarta Selatan, Senin (19/10/2026). (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap terbuka dalam menerima berbagai masukan, evaluasi, hingga kritik dari masyarakat terkait dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, memastikan pihak istana tidak merespons masukan publik secara emosional.

“Pemerintah tentu sangat berterima kasih terhadap semua masukan, evaluasi, komplain, apapun itu bentuknya. Termasuk juga dokumen, masih. Apa pun itu dan tidak ada itu pemerintah baper,” ujar Hasan dalam diskusi bertajuk “Catatan Dua Tahun Prabowo-Gibran, Capaian, Refleksi dan Evaluasi” di Jakarta Selatan, Senin (19/10/2026).

Menjaga Keteguhan Kebijakan
Hasan menjelaskan, jajaran pejabat pemerintah selalu mencermati setiap masukan serta aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat. Meski demikian, ia menggarisbawahi pentingnya konsistensi dan keteguhan dalam menjalankan setiap program kerja agar eksekusi kebijakan tetap berjalan stabil.

“Tapi kalau untuk melaksanakan program kerja, kebijakan, kita tentu juga butuh keteguhan hati. Enggak mudah putar balik,” terang Hasan.

Pemcam Sukamakmur Bogor Lakukan Terobosan Melalui Program JEDAS, Tingkatkan Aktivasi IKD

Di samping menjaga stabilitas program, Hasan menekankan bahwa setiap bentuk kekeliruan maupun penyimpangan dalam pelaksanaan agenda pemerintah akan langsung ditindak tegas. Penanganan terhadap indikasi tindakan koruptif dipastikan mengacu pada koridor hukum yang berlaku.

Reshuffle Jadi Bentuk Respons Aspirasi Publik

Lebih lanjut, Hasan mengungkapkan salah satu bentuk evaluasi nyata yang kerap diambil pemerintah adalah perombakan kabinet atau reshuffle. Langkah tersebut dilakukan apabila seorang pejabat dianggap melenceng dari aturan atau gagal memenuhi indikator kinerja utama (Key Performance Indicator/KPI).

Ia bahkan menyoroti pengalamannya sendiri yang pernah terkena kebijakan perombakan posisi tersebut sebagai bentuk evaluasi kinerja dari pandangan publik.

“Makanya kita bisa melihat reshuffle. Begitu ada salah ini, ganti. Begitu ini tidak mencapai KPI, orangnya diganti. Saya juga pernah kena reshuffle, kan? Itu juga mungkin karena memperhatikan respon dari masyarakat,” ujar Hasan.

Menurutnya, penataan ulang posisi pejabat pemerintahan merupakan langkah strategis guna menyesuaikan kebutuhan organisasi demi mencapai hasil kerja yang optimal.

Kapolres Depok Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Jalan Nusantara Raya

“Orang-orang yang lain yang berapa kali pemerintah melakukan reshuffle, itu mungkin karena memperhatikan respon dari masyarakat dan kebutuhan pemerintah untuk bisa mendapatkan hasil-hasil lebih baik lagi,” ucap dia. (***)

Jurnalis: Egi
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom