RUZKA INDONESIA — Polres Sumedang mengajak mahasiswa menjadi pelopor literasi digital dengan menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, hingga perundungan siber (cyberbullying) di media sosial.
Pesan tersebut disampaikan Kapolres Sumedang AKBP Dr. Reza Ma’ruffi melalui Kasi Humas AKP Awang Munggardijaya dalam kegiatan Sosialisasi Ideologi Pancasila yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sumedang di Kampus UPI Cimalaka, Selasa (20/10/2026).
Mengusung tema “Bijak Bermedia Sosial Berlandaskan Pancasila Guna Cegah Hoaks dan Ujaran Kebencian”, kegiatan ini menyoroti pentingnya membangun kesadaran mahasiswa dalam menggunakan teknologi digital secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab.
Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis dalam menciptakan ruang digital yang sehat sekaligus menjaga persatuan di tengah masyarakat.
Kapolres Sumedang melalui AKP Awang Munggardijaya menegaskan, nilai-nilai Pancasila tidak hanya perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat secara langsung, tetapi juga harus menjadi pedoman ketika berinteraksi di dunia maya.
“Mahasiswa harus menjadi pelopor literasi digital, mampu menangkal hoaks, menolak ujaran kebencian, serta menggunakan media sosial secara cerdas dan bertanggung jawab. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam setiap aktivitas, termasuk di dunia digital,” ujar Awang menyampaikan pesan Kapolres.
Mahasiswa Diminta Kritis Sebelum Membagikan Informasi
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga diingatkan untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
Sikap kritis terhadap sumber informasi menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah hoaks berkembang dan memicu kesalahpahaman di masyarakat.
Selain itu, penggunaan media sosial perlu disertai kesadaran untuk menghormati perbedaan pendapat, menghindari ujaran kebencian, serta tidak melakukan perundungan terhadap orang lain di ruang digital.
Perhatian juga diberikan pada pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Teknologi tersebut perlu digunakan secara bijak dan bertanggung jawab agar dapat mendukung aktivitas positif, bukan menjadi sarana penyebaran informasi menyesatkan atau konten yang merugikan pihak lain.
“Saring sebelum sharing, pikir sebelum posting. Jadikan media sosial sebagai sarana edukasi, bukan provokasi. Bersama kita wujudkan generasi cerdas digital, berkarakter Pancasila, Sumedang Aman, Indonesia Kuat,” tambahnya.
Perkuat Pencegahan Gangguan Kamtibmas
Polres Sumedang menyebut kegiatan edukasi tersebut merupakan bagian dari langkah preemtif melalui program Polisi Bersama Masyarakat.
Upaya ini diarahkan untuk memperkuat kesadaran hukum, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya menjaga persatuan.
Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang kondusif sekaligus mendorong mahasiswa berperan aktif menghadapi tantangan di ruang digital.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menyebarkan informasi yang benar, menjaga etika komunikasi, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan digital sehari-hari. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar