Info Sehat
Beranda » Berita » RSUI, FKUI dan Pure Earth Bersatu Lindungi Indonesia dari Pajanan Timbal

RSUI, FKUI dan Pure Earth Bersatu Lindungi Indonesia dari Pajanan Timbal

Sesi talk show berteman “From Detection to Prevention: Bersama Melindungi Indonesia dari Pajanan Timbal”, yang digela di Auditorium RSUI, Kota Depok, pada Selasa, (20/10/2026). (Foto: Dok Rusdy Nurdiansyah/RUZKA INDONESIA)

Peringatan International Lead Poisoning Prevention Week 2026 dan Kick-off Program Technical Support to the Government and Formal Industries on ULAB Recycling Sector

RUZKA INDONESIA — Pajanan timbal masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang sering kali tidak disadari.

Adapun dampaknya dapat terjadi pada berbagai kelompok usia dan menimbulkan gangguan kesehatan serius, mulai dari gangguan tumbuh kembang anak, gangguan kehamilan, penurunan fungsi kognitif, hipertensi, hingga gangguan fungsi ginjal.

Dampak tersebut, menjadikan keyakinan bahwa tidak ada kadar pajanan timbal yang diketahui aman bagi kesehatan manusia.

Peringati International Lead Poisoning Prevention Week (ILPPW) 2026, Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) yang merupakan rumah sakit pendidikan didukung oleh Yayasan Pure Earth Indonesia menyampaikan komitmen bersama untuk memperkuat deteksi dini, pencegahan, dan pengendalian pajanan timbal di Indonesia.

Primaya Hospital Jadi RS Pertama di Asia Tenggara yang Instalasi SHURUI Robotic Single-Port Surgical System

Komitmen tersebut juga mengandeng tujuh organisasi profesi kesehatan untuk menyampaikan komitmen bersama untuk memperkuat deteksi dini, pencegahan, dan pengendalian pajanan timbal di Indonesia.

Adapun komitmen tersebut menjadi bagian dari kegiatan bertema “From Detection to Prevention: Bersama Melindungi Indonesia dari Pajanan Timbal”, yang digela di Auditorium RSUI, Kota Depok, pada Selasa, (20/10/2026).

Direktur Utama RS UI, dr. Kusuma Januarto, Sp.OG, Subs.Obginsos, menyampaikan, sebagai institusi pelayanan kesehatan, RSUI berkomitmen mendukung upaya perlindungan kesehatan masyarakat melalui pelayanan medis, edukasi, dan kolaborasi lintas sektor.

“Kami berharap kerja sama antara RSUI, FKUI, Pure Earth, serta seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat upaya pencegahan dan penanganan keracunan timbal secara terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis bukti ilmiah,” harapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut ditujukan kepada berbagai pemangku kepentingan, meliputi organisasi profesi kesehatan, tenaga kesehatan, perwakilan pemerintah, pelaku industri, serta akademisi dan peneliti.

Inggris dan Indonesia Sepakat Perkuat Kerja Sama Kesehatan

“Melalui pertemuan lintas sektor ini, diharapkan terbangun pemahaman bersama dan kolaborasi yang lebih kuat dalam upaya deteksi dini, pengendalian sumber pajanan, serta pencegahan keracunan timbal di Indonesia,” ungkap dr. Kusuma.

Kegiatan sekaligus menandai peluncuran program Technical Support to the Government and Formal Industries on ULAB Recycling Sector.

Sebuah inisiatif yang diarahkan untuk mendukung pemerintah dan industri formal dalam memperkuat upaya pencegahan pajanan timbal, khususnya pada sektor daur ulang aki bekas (used leadacid battery/ULAB).

Bahaya Timbal yang Tersembunyi di Lingkungan dan Tempat Kerja

Salah satu sumber penting pajanan timbal di Indonesia berasal dari aktivitas pengolahan dan daur ulang aki bekas.

Apabila tidak dikelola dengan baik, proses ini dapat melepaskan timbal ke lingkungan dan menimbulkan risiko kesehatan bagi pekerja maupun masyarakat di sekitarnya.

Dinkes Depok dan Kader Posyandu Sabet Penghargaan Peningkatan Cakupan Imunisasi

Risiko tersebut tidak berhenti di tempat kerja. Debu atau kontaminan yang terbawa melalui pakaian, alas kaki, dan barang pribadi pekerja berpotensi masuk ke lingkungan rumah, sehingga anggota keluarga, termasuk anak-anak dan ibu hamil, juga dapat terpajan.

Ketua Program Studi Spesialis Kedokteran Okupasi FKUI, Prof. dr. Muchtaruddin Mansyur, M.S., Sp.OK., Ph.D menyampaikan, pengendalian paparan timbal perlu dilakukan melalui pendekatan yang menyeluruh, mulai dari penguatan standar pengelolaan limbah, pemantauan risiko kesehatan di lingkungan kerja, hingga deteksi dini dampak paparan terhadap pekerja.

“Upaya ini membutuhkan dukungan kebijakan, standar teknis, dan kapasitas tenaga profesional yang memadai agar risiko kesehatan dapat diidentifikasi dan dikendalikan sejak dini. Dengan demikian, pencegahan dapat berjalan seiring dengan upaya penanganan dampak kesehatan akibat paparan timbal,” jelasnya.

Tujuh Organisasi Profesi Kesehatan Perkuat Deteksi dan Pencegahan

Dalam sesi diskusi bertajuk “Hidden in Plain Sight”, tujuh organisasi profesi kesehatan membahas berbagai manifestasi klinis pajanan timbal yang sering tidak dikenali sebagai akibat pajanan lingkungan maupun pekerjaan.

Ketujuh organisasi tersebut adalah Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSSI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Farmakologi Klinik Indonesia (PERDAFKI).

Melalui perspektif masing-masing bidang keilmuan, para perwakilan organisasi membahas pentingnya kewaspadaan terhadap pajanan timbal pada anak dengan gangguan tumbuh kembang, ibu hamil, pasien dengan gangguan neurologis, hipertensi, penyakit ginjal, hingga pekerja yang memiliki risiko pajanan tinggi.

Kegiatan ini juga mengagendakan penandatanganan Seruan Bersama Organisasi Profesi Kesehatan untuk Pencegahan Keracunan Timbal, yang mencakup peningkatan kewaspadaan tenaga kesehatan, penelusuran riwayat pajanan lingkungan dan pekerjaan, penguatan deteksi dini serta rujukan, dan edukasi pengendalian sumber pajanan.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengintegrasikan pencegahan keracunan timbal ke dalam praktik pelayanan kesehatan sehari-hari.

Mendorong Industri Daur Ulang Aki yang Lebih Aman

Selain memperkuat peran tenaga kesehatan, upaya pencegahan keracunan timbal juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor, terutama antara pemerintah, industri, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Melalui program Technical Support to the Government and Formal Industries on ULAB Recycling Sector, Pure Earth bersama mitra program akan mendukung penguatan pengelolaan risiko pajanan timbal pada industri daur ulang aki bekas, termasuk melalui kajian kebutuhan, dukungan teknis, dan peningkatan kapasitas pemangku kepentingan.

Perwakilan Yayasan Pure Earth Indonesia Budi Susilorini menambahkan, pengurangan paparan timbal perlu didukung oleh sistem pengelolaan aki bekas yang aman dan ramah lingkungan.

“Penguatan kapasitas pemerintah dan industri formal, disertai penerapan regulasi yang tepat, menjadi langkah yang penting,” terangnya.

Peringatan ILPPW 2026 menjadi momentum untuk menegaskan bahwa perlindungan kesehatan dari pajanan timbal memerlukan pendekatan yang lebih luas daripada pemeriksaan dan pengobatan semata.

Deteksi dini penting untuk menemukan individu yang telah terpajan, tetapi pencegahan yang berkelanjutan harus dilakukan melalui pengendalian sumber timbal di lingkungan dan tempat kerja, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan kerja sama lintas sektor.

Melalui kolaborasi organisasi profesi kesehatan, pemerintah, industri, dan mitra pembangunan, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan upaya nasional untuk melindungi generasi sekarang dan mendatang dari dampak kesehatan akibat pajanan timbal. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdinsyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom