Ekonomi Komunitas
Beranda ยป Berita ยป Sekjen Presidium Bogor Timur, Alex Slamet Riadi Sambut Positif Rencana Pengembangan PPEB

Sekjen Presidium Bogor Timur, Alex Slamet Riadi Sambut Positif Rencana Pengembangan PPEB

Sekjen Presidium Bogor Timur, Alex Slamet Riadi. (Foto: Dok Dwi Retno Sari)

RUZKA INDONESIA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai menyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk rencana pengembangan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru (PPEB) Bogor Timur.

Proses tersebut dilakukan melalui konsultasi publik dengan melibatkan masyarakat dan sejumlah pemangku kepentingan.

Sekjen Presidium Bogor Timur, Alex Slamet Riadi, menyambut positif proses tersebut. Ia menilai konsultasi publik penting untuk memastikan masyarakat mengetahui dan dapat mengawasi tahapan perencanaan.

โ€œProses AMDAL memang harus dipublikasikan dan dikonsultasikan kepada warga, sehingga masyarakat mengetahui secara jelas tahapan kajian yang sedang dilakukan,โ€ kata Alex, Rabu (23/09/2026).

Selain AMDAL, Alex mendorong Pemkab Bogor memberikan penjelasan terbuka mengenai status dan riwayat lahan yang direncanakan untuk kawasan tersebut.

Genjot Perekonomian, Pemkab Bogor Bangun PPEB Bogor Timur

Lahan PSU

Menurutnya, masih ada pemahaman di masyarakat bahwa lahan tersebut merupakan hibah dari pihak swasta.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dalam forum, lahan tersebut merupakan bagian dari kewajiban Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) yang diserahkan kepada pemerintah daerah, sehingga perlu dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat.

โ€œYang paling penting saat ini adalah memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status lahan, proses AMDAL, serta rencana pemanfaatannya agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat,โ€ ujarnya.

Terkait masyarakat yang selama ini menggarap lahan, Alex mengatakan penggarap resmi harus memiliki izin garap dan mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk tidak mendirikan bangunan permanen maupun menanam tanaman keras.

“Saya berharap keterlibatan masyarakat terus dibuka hingga proses perencanaan dan pembangunan, sehingga potensi persoalan sosial maupun lingkungan dapat diantisipasi sejak awal,” pungkasnya. (***)

Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun ke BI Lunas, Hak Tagih Negara Tetap Jalan

Jurnalis: Dwi Retno Sari
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom