RUZKA INDONESIA — Dalam ajang Kompetisi dan Simposium Internasional Geriatrik-Neuropsikiatri (G-NEURONICS) 2026, dua mahasiswa Universitas Indonesia (UI) meraih penghargaan Presentasi Poster Terbaik.
Penghargaan tersebut diraih dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran (FK) UI angkatan 2024 yakni Naurah Aqela dan Renauly Agustio Poibe Napitupulu.
Ajang G-NEURONICS 2026 diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya pada (18/09/2026).
Simposium dan kompetisi internasional ini mempertemukan mahasiswa serta peneliti dari berbagai institusi untuk mempresentasikan hasil penelitian di bidang geriatri dan neuropsikiatri.
Dalam kompetisi tersebut, Naurah dan Renauly mempresentasikan karya berjudul โDual-Target Inhibition of BACE-1 and GSK-3ฮฒ by Andrographis paniculata Bioactive Compounds for Alzheimer’s Disease in Geriatrics: An In Silico Studyโ.
Penelitian ini mengkaji potensi senyawa bioaktif dari Andrographis paniculata atau sambiloto sebagai kandidat terapi alternatif untuk penyakit Alzheimer pada populasi geriatri melalui pendekatan in silico.
Penyakit Alzheimer
Penyakit Alzheimer merupakan gangguan pada otak yang menyebabkan kemampuan mengingat dan berpikir menurun secara bertahap.
Penyakit ini ditandai dengan penumpukan amiloid-beta dan perubahan berlebihan pada protein tau di otak.
Amiloid-beta terbentuk melalui proses yang melibatkan enzim BACE-1, sedangkan enzim GSK-3ฮฒ berperan dalam perubahan protein tau.
Untuk melihat potensi senyawa sambiloto terhadap dua target tersebut, Naurah dan Renauly menggunakan simulasi komputer untuk melihat bagaimana senyawa dapat berinteraksi dengan BACE-1 dan GSK-3ฮฒ.
Analisis juga dilakukan untuk melihat bagaimana senyawa tersebut diproses oleh tubuh dan potensi efek toksiknya.
Dari sejumlah senyawa yang diuji, andrographisida dan andrographolide menunjukkan hasil yang paling menjanjikan.
Keduanya memiliki tingkat toksisitas yang relatif rendah dan diprediksi tidak menyebabkan gangguan pada hati.
Temuan ini menjadi dasar untuk meneliti kedua senyawa tersebut lebih lanjut.
Andrographisida
Pada BACE-1, andrographisida menunjukkan kemampuan berikatan yang lebih kuat dibandingkan donepezil, obat yang digunakan sebagai pembanding dalam penelitian.
Nilai afinitas pengikatan andrographisida mencapai -8,4 kcal/mol, sedangkan donepezil memiliki nilai -7,6 kcal/mol.
Andrographisida juga dapat berinteraksi dengan bagian penting dari BACE-1 yang berperan dalam pembentukan amiloid-beta.
Sementara itu, andrographolide menunjukkan kemampuan berinteraksi dengan GSK-3ฮฒ, salah satu target yang berkaitan dengan perubahan protein tau pada Alzheimer.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa kedua senyawa dari sambiloto memiliki potensi untuk bekerja pada dua target yang berbeda dalam proses perkembangan penyakit Alzheimer.
Naurah mengatakan pencapaian ini menjadi dorongan baginya dan Renauly untuk melanjutkan penelitian mengenai penyakit neurodegeneratif.
Menurutnya, hasil penelitian in silico yang diperoleh masih perlu diuji melalui penelitian eksperimental untuk melihat efektivitas dan keamanannya secara lebih lanjut.
โPencapaian ini merupakan langkah awal yang berharga dalam penelitian neurodegeneratif Andrographis paniculata, atau sambiloto. Kami berharap studi in silico ini akan membuka jalan bagi pengujian eksperimental lebih lanjut guna menyediakan alternatif terapeutik yang nyata, lebih aman, dan efektif bagi pasien Alzheimer lansia,โ ujar Naurah.
Perhatian Mahasiswa Terhadap Persoalan Kesehatan
Menanggapi pencapaian ini, Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Anna Rozaliyani, M.Biomed., Sp.P(K), mengapresiasi pencapaian Naurah dan Renauly dalam kompetisi internasional tersebut.
Dia menilai penelitian yang diangkat keduanya menunjukkan perhatian mahasiswa terhadap persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat, khususnya penyakit neurodegeneratif pada kelompok lanjut usia.
Penghargaan ini mencerminkan antusiasme mahasiswa FKUI dalam mengembangkan penelitian yang berorientasi pada solusi atas masalah kesehatan nyata.
Topik yang diangkat oleh Naurah dan Renauly menunjukkan kepedulian mereka terhadap tantangan yang semakin meningkat dari penyakit neurodegeneratif pada populasi lansia.
“Saya berharap pencapaian ini dapat menjadi kekuatan pendorong bagi mahasiswa lain untuk terus bekerja, berinovasi, dan menghasilkan penelitian yang berdampak pada perkembangan ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat,โ kata Prof. Anna.
UI terus mendukung mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik dan penelitian melalui berbagai kesempatan di tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi Naurah dan Renauly menjadi bagian dari capaian mahasiswa UI dalam mengembangkan penelitian sekaligus membawa hasil karya ilmiah ke forum internasional. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar