RUZKA INDONESIA.โ Bagi sebagian orang, sepasang sepatu baru hanyalah pelengkap hari pertama sekolah. Sepetak rendang atau sekarung beras juga hal biasa. Namun di pelosok Indonesia, barang-barang sederhana itu sering kali menjadi harapan yang lama dinantikan.
Di Desa Transmigrasi, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, NTB, puluhan santri Pondok Darurrosyidin datang ke sekolah dengan sandal jepit usang. Sebagian bahkan tidak memiliki alas kaki layak. Bukan karena tak ingin, tapi karena keterbatasan. Mayoritas orang tua mereka petani tembakau yang pendapatannya bergantung pada musim hujan.
Kondisi serupa terjadi di Desa Dedeta, Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Untuk membeli sepatu sekolah, warga harus menempuh perjalanan laut 6 jam ke kota. Jarak jauh dan biaya mahal membuat banyak keluarga menunda.
Melalui Program Sepatu Impian, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bersama Baitulmaal Muamalat (BMM)* menyalurkan 50 pasang sepatu untuk anak-anak di Desa Dedeta dan 63 pasang untuk santri Pondok Darurrosyidin sebagai bekal tahun ajaran baru.
Komitmen BMM menjangkau pelosok juga diwujudkan di wilayah pesisir Banten. Bantuan disalurkan di PAUD Al Islah, Desa Margaluyu, Kabupaten Serang dan Ponpes Hidayatul Mubtadiin, Kabupaten Pandeglang berupa 100 mushaf Al-Qur’an, 100 paket Qurban Rendang Kaleng, 34 paket makanan bergizi untuk anak yatim dan dhuafa, 20 paket beras bagi lansia, dan santunan untuk 15 guru ngaji yang mengajar sukarela di pelosok.
Direktur Eksekutif BMM Tegar Sangga Barkah mengatakan, bantuan ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan sesaat.
โSetiap bantuan yang diberikan merupakan kebutuhan utama yang harus dipenuhi untuk menjaga kelangsungan hidup para penerima manfaat. Sepasang sepatu diharapkan menjadi langkah awal bagi anak-anak untuk terus bersekolah dengan percaya diri. Mushaf diharapkan mendukung pembelajaran dan pembinaan keagamaan,โ ujar Tegar.
Pembina BMM sekaligus Dirut Bank Muamalat Imam Teguh Saptono menambahkan, lewat program sosial di pelosok, pesisir, dan masyarakat prasejahtera, BMM berikhtiar memastikan amanah donatur berdampak berkelanjutan.
โSebab, di balik setiap bantuan yang diberikan, selalu ada harapan yang tumbuh, agar anak-anak tetap bersekolah, para guru terus mengabdi, dan masyarakat pelosok memiliki keyakinan bahwa mereka tidak pernah berjalan sendiri,โ kata Imam. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com











Komentar