Ekonomi Kolom
Beranda ยป Berita ยป Pengamat Kebijakan Publik UI Andrinov Chaniago Paparkan Tujuh Pemimpin Asia yang Sukses Bangun Ekonomi

Pengamat Kebijakan Publik UI Andrinov Chaniago Paparkan Tujuh Pemimpin Asia yang Sukses Bangun Ekonomi

Pengamat Kebijakan Publik UI, Andrinov Chaniago saat acara kuliah umum Ekonomi Politik dengan Tema Kepemimpinan Politik dan Transformasi Ekonomi: Pelajaran dari 7 Negara Asia di Kampus UI Depok, Senin (21/09/2026). (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Pengamat Kebijakan Publik Universitas Indonesia (UI), Andrinov Chaniago memberikan paparan tujuh pemimpin Asia yang sukses membangun perekonomian dengan pertumbuhan yang tinggi selama dua sampai tiga dekade.

Ketujuh negara tersebut yakni Singapura, China, Vietnam, Jepang, Taiwan, India dan Korea Selatan.

“Bisa dipelajari atas keberhasilan ekonomi Ketujuh negara tersebut,” kata Andrinov saat acara kuliah umum Ekonomi Politik dengan Tema Kepemimpinan Politik dan Transformasi Ekonomi: Pelajaran dari 7 Negara Asia di Kampus UI Depok, Senin (21/09/2026).

Dijelaskan Andrinof, pemimpin Singapura Lee Kuan Yew melakukan kolaborasi pemimpin politik dan pemikir besar yang mempunyai ekonom hebat Goh Keng Swee, ekonom lulusan London School of Economics and Political Science.

Goh Keng Swee saja tidak cukup bagi Lee, lalu meminta lagi PBB mengirimkan seorang ekonom untuk merancang masa depan Singapura.

Pentingnya Reformasi Restitusi PPN Bagi Dunia Usaha dan Fiskal Negara

Singapura meraih pertumbuhan tinggi sepanjang tiga dekade, dari 1965 hingga 1996, dengan angka pertumbuhan rata-rata per tahun 9,5 persen.

Bapak Keajaiban Ekonomi Jepang

Di Jepang ada Perdana Menteri Shigeru Yoshida (1946-1954) yang antara lain dibantu Profesor Hiromi Arisawa sebagai Kepala Penasehat Ekonomi

Perdana Menteri Hayato Ikeda (1960-1964) dibantu Profesor Osamu Shimomura yang kemudian dapat sebutan “Bapak Keajaiban Ekonomi Jepang”

Di Taiwan kepemimpinan Politik Chiang Khai-Sek (CKS) dalam Transformasi Ekonomi Taiwan bergandeng tangan dengan para pemikir Chen Cheng (mantan Gubernur Taiwan yang kemudian menjadi Perdana Menteri dan Wakil Presiden, oleh CKS dipandang ahli mengurus masalah ekonomi).

Di Vietnam, Konsep dan agenda strategis Dol Mol yang mulai dijalankan sejak tahun 1986 oleh Vietnam bukan rumusan tiba-tiba, melainkan hasil belajar dan perenungan selama tujuh tahun dari tahun 1979 (Pham Van Thuy, 2020).

Catatan Cak AT: Kuliah Gratis dari Uang Korupsi

Setelah agenda pembangunan fondasi ekonomi Doi Moi dicanangkan dan dijalankan tahun 1986, perdebatan untuk mencari penyempurnaan strategi dan model pembangunan ekonomi Vietnam terus berjalan hingga 1991.

Arsitek Utama Perencanaan Transformasi Ekonomi Korea Selatan

Di Korea Selatan pemimpin Park Chung-hee dan arsitek ekonomi Jang Gi-Yeong diakui oleh para pengamat dan akademisi Korea Selatan sebagai arsitek utama perencanaan transformasi ekonomi Korea Selatan di masa awal pemerintahan junta militer pimpinan Park Chung-hee.

Jang Gi-Yeong tercatat punya prestasi sekolah cemerlang sejak muda dan meneruskan pendidikan tinggi di bidang bisnis.

Meski lulus kuliah dengan prestasi cemerlang, tetapi ia tidak berkarir di perguruan tinggi, melainkan memilih menjadi profesional di dunia perbankan dan keuangan, lalu mendirikan usaha media dan penerbitan.

Pertumbuhan ekonomi Korsel rata-rata per tahun 1964-1984: 8,6 persen, 1985-1996 (Sebelum Krisis Asia 1997): 9.0 persen, 1985-2024: 5,4 persen.

Gelar Peralatan KHS HDD, PLN Evaluasi 5 Calon Mitra Konstruksi Jaringan

Di India Manmohan Singh adalah pemimpin yang menganggap ilmunya tidak pernah cukup. Apalagi merasa superior

Perdana Menteri Narasimha Rao telah mengambil keputusan yang paling menguntungkan bagi India pada bulan Juni 1991 dengan mengangkat Manmohan Singh menjadi Menteri Keuangan.

Namun Manmohan Singh tetap mencari pendapat dan berdiskusi dengan para ahli lainnya (T.N. Sinivasan, Jagdish Baghwati, Amartya Sen, Rakesh Mohan dan lainnya).

Cari Model Pembangunan

Pemimpin China Deng Xiaoping bersama para pemikir selama tujuh tahun mencari model pembangunan.

Rancangan Strategi transformasi ekonomi China tidak berasal dari obsesi pribadi dan ide subyektif pemimpinnya, melainkan melalui proses pencarian ide dan pembahasan yang panjang dari tahun 1978 hingga 1985.

Deng dan para pemikirnya menghabiskan waktu 7 tahun melalui proses pencarian yang intensif sampai ditemukannya konsep strategi yang paripurna tentang cara membangun China.

“Indonesia perlu banyak belajar dari tujuh pemimpin Asia, agar ekonominya tumbuh tinggi dalam jangka panjang,” pungkas Andrinof yang juga Menteri PPN/Kepala Bappenas RI 2014-2015. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom