RUZKA INDONESIA — Isu kenaikan harga sejumlah bahan pokok atau sembako saat Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri 2026 menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok langusng melakukan pengawasan dan pemantauan harga pangan yang terus diperkuat guna mengantisipasi lonjakan yang berpotensi membebani masyarakat.
Kepala DKP3 Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan, pihaknya bersama Sekretaris Utama (Sestama) Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy, unsur Polda Metro Jaya, Polres Depok, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) akan rutin melakukan monitoring di pasar tradisional dan ritel modern.
โKami ingin memastikan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) di bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri โ ujar Dadan, Sabtu (21/02/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan, beras medium dan premium masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), masing-masing Rp13.500/kg dan Rp14.900/kg.
Minyakita juga terpantau Rp15.700/liter. Sementara itu, cabai rawit merah mencapai Rp120 ribu/kg, menjadi salah satu komoditas dengan kenaikan paling tinggi.
“Peningkatan permintaan menjelang Idulfitri menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika harga di pasaran,” ungkap Dadan.
Untuk itu, lanjut Dadan, Pemkot Depok terus melakukan pemantauan harian sejak 14 Januari guna memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar maupun praktik penimbunan.
โPemerintah hadir untuk menjaga stabilitas harga, memastikan distribusi lancar, serta melindungi daya beli masyarakat,โ tegasnya.
Dengan sinergi lintas instansi dan pengawasan berkelanjutan, Pemkot Depok optimistis kebutuhan pangan masyarakat menjelang Idulfitri tetap terpenuhi dengan harga yang relatif stabil. (***)
Jurnalis: Risjadin Muhammad
Editorial: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar