Ekonomi
Beranda ยป Berita ยป BPK Dorong Penerapan ESG-Government 5.0 Perkuat Tata Kelola Keuangan Negara

BPK Dorong Penerapan ESG-Government 5.0 Perkuat Tata Kelola Keuangan Negara

Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Jakarta. (Dok BPK/Ruzka Indonesia)

RUZKA INDONESIA โ€“ Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendorong penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Government 5.0 untuk memperkuat tata kelola serta memastikan pengelolaan keuangan negara memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Anggota I BPK RI sekaligus Plt. Auditorat Keuangan Negara (AKN) IV BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Nyoman, pemeriksaan laporan keuangan tidak hanya bertujuan menghasilkan opini, tetapi juga memastikan setiap rupiah uang negara dikelola secara akuntabel, transparan, dan memberikan manfaat optimal.

โ€œPemeriksaan laporan keuangan bukan hanya menghasilkan opini, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian Indonesia Emas 2045 melalui penguatan tata kelola pemerintahan dan pembangunan yang berkelanjutan,โ€ ujar Nyoman.

Government 5.0 dan ESG Harus Beriringan

Cadangan Devisa Juli 2026 Cukup untuk 5,5 Bulan Impor

Nyoman menjelaskan, Government 5.0 menuntut pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan, analisis data, serta kolaborasi lintas sektor dalam proses pemerintahan.

Sementara prinsip ESG diperlukan agar kebijakan dan pengelolaan sumber daya negara tetap mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan, tanggung jawab sosial, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel.

โ€œKedua pendekatan tersebut harus berjalan beriringan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pengambilan kebijakan,โ€ katanya.

BPK mencatat sedikitnya 6 tantangan dalam mewujudkan Government 5.0, yakni belum meratanya transformasi digital, fragmentasi data pemerintah, keterbatasan talenta kecerdasan buatan, integritas tata kelola, apasitas sumber daya manusia, dan keamanan siber dan kolaborasi.

Karena itu, BPK mendorong pendekatan whole-of-government yang mengintegrasikan seluruh pemangku kepentingan.

Bupati Bogor Rudi Susmanto Meresmikan Pasar Hewan Jonggol, Jadi Pasar Hewan Terbesar di Jabar

โ€œKunci dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045 adalah menerapkan kombinasi Government 5.0 dengan pengelolaan sumber daya yang mengedepankan keberlanjutan melalui prinsip ESG,โ€ kata Nyoman.

Nyoman mengingatkan bahwa opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan kementerian/lembaga (K/L) bukanlah tujuan akhir.

โ€œOpini WTP bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi untuk terus memperkuat kelemahan dan kekurangan sehingga tata kelola pemerintahan menjadi semakin efisien, efektif, dan berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,โ€ tegasnya. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com

Gini Ratio Maret 2026 Turun ke 0,368, Ketimpangan Makin Mengecil

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan






Kolom