Nasional Teknologi
Beranda ยป Berita ยป UI dan Kemkomdigi Gelar Kompetisi Keamanan Siber Dunia C2C-CTF 2026 di Bali

UI dan Kemkomdigi Gelar Kompetisi Keamanan Siber Dunia C2C-CTF 2026 di Bali

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat menerima audiensi Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia Kemas Ridwan Kurniawan, Rabu (22/7/2026) mengatakan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan ruang digital. (Foto: Humas Kemkomdigi/Ruzka Indonesia)

RUZKA INDONESIA โ€“ Indonesia akan menjadi tuan rumah kompetisi keamanan siber internasional Country to Country Capture The Flag (C2C-CTF) 2026 di Bali.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menilai penyelenggaraan ajang yang mempertemukan talenta siber dari berbagai negara ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas Indonesia menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks akibat dinamika geopolitik global.

“Dengan ketegangan dunia seperti ini, serangannya juga semakin bertambah. Ketika negara-negara tidak bersatu di dunia ini, tantangannya menjadi lebih berat lagi karena serangan siber terus berkembang dan lintas negara,” ujar Meutya saat menerima audiensi Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia Kemas Ridwan Kurniawan di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).

Meutya mengatakan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan ruang digital.

Saat ini lebih dari 220 juta pengguna internet Indonesia terhubung dalam ekosistem digital yang membutuhkan perlindungan melalui penguatan teknologi, tata kelola, dan sumber daya manusia.

Saatnya Gotong Royong Bersihkan Sungai Cipalebuh Pameungpeuk Garut

โ€œIndonesia sebagai pengguna digital salah satu terbesar di dunia tidak hanya membutuhkan kemampuan sistem keamanan, tetapi juga talenta yang mampu menghadapi tantangan keamanan siber global,โ€ ujarnya.

Menurut Meutya, pengembangan talenta menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan siber nasional. Karena itu, Kemkomdigi mendukung penuh penyelenggaraan C2C-CTF 2026 yang mempertemukan mahasiswa dan peneliti keamanan siber dari berbagai negara untuk bertukar pengetahuan serta menguji kemampuan teknis menghadapi skenario ancaman digital.

C2C-CTF 2026 akan berlangsung pada 10โ€“14 Agustus 2026 di Bali.

Kompetisi ini diikuti 81 peserta dari 13 negara, yaitu Indonesia, Jepang, Australia, Hong Kong, Singapura, Bangladesh, Kamboja, Inggris, Kazakhstan, Laos, Filipina, Spanyol, dan Amerika Serikat.

Ajang tersebut menghadirkan perwakilan dari berbagai perguruan tinggi dunia, antara lain University of Cambridge, Keio University Jepang, Royal Holloway University of London, Edith Cowan University Australia, The University of Melbourne, Cambodia Academy of Digital Technology, National University of Laos, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Indonesia.

IRT di Desa Ciborelang Ditemukan Meninggal, Begini Keterangan Aparat

Indonesia menjadi tuan rumah C2C-CTF 2026 melalui Universitas Indonesia dengan menggandengnUniversitas Udayana sebagai mitra pelaksana di Bali.

Penyelenggaraan ini menjadi capaian penting karena sebelumnya kompetisi tersebut digelar di universitas terkemuka dunia seperti MIT, Royal Holloway University of London, Keio University, Edith Cowan University, dan Northeastern University.

Kompetisi ini merupakan bagian dari pengembangan Cyber Security Center of Excellence yang dibangun melalui kerja sama hibah Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).

Program tersebut telah berjalan selama enam tahun dengan Universitas Indonesia sebagai pelaksana dan Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai mitra pemerintah dalam pengembangannya.

Meutya menilai kepercayaan internasional kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah C2C-CTF menunjukkan meningkatnya kapasitas nasional di bidang keamanan siber.

Sudaryono Dilantik jadi Kepala BGN, Jamiluddin Ritonga: Pertaruhan Politik Prabowo untuk Program MBG

โ€œKompetisi internasional seperti ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan dan talenta yang dapat bersaing di tingkat global. Tantangan keamanan siber tidak bisa diselesaikan sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama lintas negara,โ€ pungkasnya. ***


Editor: Yoyok Bepe
Email: yoyokbp@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

Sorotan






Kolom