RUZKA INDONESIA — Inspektorat Kabupaten Bogor terus memperkuat upaya pencegahan korupsi melalui edukasi kepada aparatur pemerintahan dan masyarakat.
Salah satunya melalui Roadshow Sosialisasi Anti Korupsi Tahun 2026 dengan tema “Kabupaten Bogor Berintegritas” yang digelar di Kecamatan Cileungsi, Selasa (29/09/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Inspektorat Kabupaten Bogor, Edy Suwito Sutono Putro, Camat Cileungsi Adi Hendryana, anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi I, jajaran UPT se-Kecamatan Cileungsi, para kepala desa, sekretaris desa, BPD dan unsur masyarakat.
Sekretaris Inspektorat Kabupaten Bogor, Edy Suwito Sutono Putro, mengatakan sosialisasi tersebut bukan hanya sebagai bentuk edukasi, tetapi juga untuk kembali mengingatkan seluruh penyelenggara negara mengenai pentingnya integritas dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
“Korupsi ini sebetulnya lebih kepada merefresh kembali kepada semua penyelenggara negara, paling tidak sebagai edukasi juga kepada masyarakat. Karena korupsi itu tidak berdiri sendiri, pasti terintegrasi dengan berbagai elemen dan muncul karena adanya kesempatan,” ujarnya.
Edukasi Juga Melibatkan Masyarakat
Menurut Edy, upaya pencegahan korupsi harus dimulai dari diri sendiri. Karena itu, edukasi tidak hanya diberikan kepada aparatur pemerintahan, tetapi juga perlu melibatkan masyarakat agar tidak memberikan ruang atau celah terjadinya praktik korupsi.
“Korupsi ini bisa dicegah. Bukan hanya melihat dari lembaga atau personelnya, tetapi semuanya dimulai dari diri sendiri. Indikasi-indikasi yang mengarah kepada korupsi harus bisa dicegah sedini mungkin,” tegasnya.
Edy menambahkan, roadshow sosialisasi anti korupsi tersebut telah dilaksanakan di sejumlah perangkat daerah dan kecamatan.
Kegiatan di Kecamatan Cileungsi menjadi salah satu rangkaian roadshow yang akan terus dilanjutkan ke wilayah lainnya.
Inspektorat Kabupaten Bogor menargetkan sosialisasi dapat menjangkau seluruh kecamatan.
13 Kecamatan Jadi Sasaran
Untuk tahap terprogram, terdapat 13 kecamatan yang menjadi sasaran kegiatan, sementara kecamatan lainnya akan dikunjungi secara parsial.
“Harapan kami roadshow ini bisa sampai ke tingkat desa atau kelurahan. Karena pencegahan korupsi harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa potensi penyimpangan dapat terjadi pada berbagai sektor, terutama yang berkaitan dengan pelayanan dan pengelolaan anggaran.
Karena itu, aparatur pemerintahan maupun masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
“Tidak hanya penyelenggara negara yang diberikan edukasi, tetapi masyarakat juga jangan memberikan ruang atau celah-celah kepada korupsi, termasuk konflik kepentingan dalam kebutuhan pelayanan,” jelasnya.
Tingkatkan Pemahaman dan Kesadaran
Camat Cileungsi, Adi Hendryana menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran seluruh aparatur pemerintahan di wilayah Cileungsi.
“Sosialisasi anti korupsi ini diikuti seluruh aparatur pemerintah kecamatan, kemudian pemerintah desa yang terdiri dari kepala desa, para sekdes, kaur, kasi, termasuk ketua BPD dan para kepala UPT se-Kecamatan Cileungsi,” ungkap Adi.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengingat bersama agar seluruh aparatur menjalankan tugas sesuai aturan, khususnya dalam pengelolaan anggaran pemerintah.
“Harapannya tentu di wilayah kita, khususnya Cileungsi, pemerintahan kecamatan dan pemerintahan desa supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti penyalahgunaan anggaran yang memang dipergunakan untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Adi. (***)
Jurnalis: Dwi Retno Sari
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar