Sheikh Sana menuliskan kata “Maafkan saya” di selembar kertas kosong, dan kemudian mengakhiri hidupnya sendiri.
RUZKA INDONESIA–Prospek harus mengulang salah satu ujian paling kompetitif di India begitu menakutkan bagi Sheikh Sana (19 tahun), hingga tekanan yang dirasakannya menjadi tak tertahankan sehari sebelum ujian berlangsung.
Menurut keterangan keluarganya, alih-alih kembali bersiap mengikuti ujian tersebut, Sheikh Sana malah menuliskan kata Maafkan saya di selembar kertas kosong, dan mengakhiri hidupnya sendiri.
Kematiannyaโbersama kasus bunuh diri sejumlah calon mahasiswa lain yang telah mengikuti ujian masuk fakultas kedokteran namun harus mengulang ujian akibat terungkapnya kebocoran soalโtelah menjadi sorotan utama bagi ribuan pengunjuk rasa muda yang menuntut pertanggungjawaban dari pemerintahan Perdana Menteri, Narendra Modi.
Pada hari Sabtu (25/07/2026), Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengundurkan diri di tengah gelombang protes tersebut.
Aksi protes yang telah berlangsung selama sekitar dua bulan ini telah berkembang; dari sekadar tuntutan tindakan atas kebocoran soal menjadi bentuk ekspresi kekecewaan yang lebih luas terkait pendidikan, peluang, dan akuntabilitas di negara di mana 65 persen penduduknya berusia di bawah 35 tahun.
Lebih dari dua juta siswa mengikuti ujian tertulis yang dikenal sebagai National Eligibility-cum-Entrance Test (NEET) pada bulan Mei.
Setelah kebocoran soal terungkap, pemerintah meluncurkan penyelidikan terhadap praktik jual-beli soal ujian tersebut, membatalkan pengumuman hasil ujian, dan memerintahkan ujian ulang pada bulan Juni, sehingga memaksa para peserta untuk kembali menjalani persiapan ujian yang intens.
Keluarga Sheikh Sana serta keluarga dari dua siswa lain yang mengakhiri hidup mereka, mengaitkan kematian tersebut dengan pembatalan ujian pertama dan ketidakpastian yang menyusulnya.
“Rasa takutlah yang merenggut nyawanya. Rasa takut menghadapi ujian ulang NEET,” ujar ayah Sana, Sheikh Jaffar Hussain, di lokasi unjuk rasa Jantar Mantar, New Delhi, tempat para siswa menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas penanganan masalah ini.
Hingga saat ini pemerintah belum memberikan komentar mengenai kematian para peserta ujian tersebut.
Pejabat kepolisian di Rajasthan, Telangana, dan Gujarat mengatakan bahwa mereka telah mencatat kematian Sana dan dua siswa lainnyaโyang orang tuanya diwawancarai oleh Reutersโsebagai kasus bunuh diri, dan menyatakan bahwa kasus-kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Mereka tidak berkomentar mengenai penyebab kematian tersebut.
Pada pertengahan Mei, badan penyelidik federal India, Central Bureau of Investigation (CBI), mengumumkan bahwa para guru dan perantara di pusat bimbingan belajar swasta telah membocorkan naskah ujian dan memungut biaya besar dari siswa untuk mendapatkan akses ke soal-soal tersebut. CBI telah menangkap 13 tersangka, termasuk seorang dokter dan beberapa guru, terkait kebocoran soal ini.
Dalam sebuah pesan video pada Kamis, Narendra Modi menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas kebocoran naskah ujian tersebut dan berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab, termasuk dengan mengadili mereka melalui pengadilan jalur cepat.
“Saya tahu bahwa kebocoran naskah ujian bukanlah masalah sepele. Dan bagi jutaan siswa serta orang tua mereka, hal ini sangat menyakitkan,” ujar Modi.(***)
Editor: Amiruddin


Komentar