RUZKA INDONESIA — Beragam kegiatan lomba seperti joget balon manula, lomba memasukan karet yang disebar ke tepung terigu ke dalam sedotan plastik, lomba makan kerupuk meyemarakkan Hari Kemerdekaan ke 81 Republik Indonesia di Gang Petir, Jalan Pemuda, Kota Depok, Senin (17/08/2026).
Selain itu juga ada acara menari sesama peserta dengan iringan lagu-lagu dangdut yang dikompilasi dengan irama lagu modern bersama ‘beat-beat’ yang menghentak.
Meriahnya acara semakin menunjukkan bahwa penduduk Gang Petir di Jalan Pemuda Depok, telah menciptakan kebersamaan yang tidak terpolusi oleh beragam asumsi yang memecah belah persatuan dan kesatuan.
Kompaknya warga Gang Petir menjadi cerminan kalau beragam isu sumir yang berkaitan dengan situasi yang ada serta anggapan keadaan Indonesia tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja, sejenak gosip tentang situasi itu terlupakan.
Warga Gang Petir yang menetap di areal Jalan Pemuda Depok di mana areal tersebut telah dijadikan sebagai daerah heritage karena berkaitan erat dengan sang penemu Depok yaitu Cornelis Chastelein di era VOC ada di Indonesia.
Sejak puluhan dasa warsa telah menganggap tempat tinggal mereka sebagai kampung halaman kedua.
Mereka terdiri dari beragam suku, beragam kelas perekonomian juga beragam agama, persatuan dan perbedaan untuk saling menghormati, menjadi cermin dari budaya majemuk kemanusiaan pada era humanisme mulai mengalami degradasi moral dan minusnya empati pada kehidupan mahluk hidup di muka bumi ini.
Melalui peringatan Hari Kemerdekaan le 81 RI tahun 2026 ini, perayaan diselenggarakan warga Gang Petir yang terletak di Jalan Pemuda, Pancoran Mas, Kota Depok, kiranya menjadi contoh bahwa perbedaan yang ada di tanah subur laut kaya yang bernama Indonesia.
Bukan sekedar sistem untuk mempersatukan keadaan Indonesia yang menukik pada ragam opini absurd tentang kehidupan, namun menjadi contoh kongkrit bahwa bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Salam damai dan selalu merdeka pada segala kehendak serta pengaruh negatif dari berbagai arah! (***)
Penulis: Fanny Jonathans Poyk
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com











