RUZKA INDONESIA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Yayasan Rumah Berkah Nusantara tidak hanya diisi tausiyah keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui santunan bagi anak yatim dan dhuafa.
Adapun kegiatan yang menaungi Majelis Taklim Rumah Berkah tersebut berlangsung di Komplek Pelita Air Service, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Kota Depok, Ahad (27/09/2026).
Sekitar 50 jamaah Majelis Taklim Rumah Berkah hadir dalam kegiatan tersebut. Acara menghadirkan KH. Fatkhuri Wahmad, MA, Pengasuh Padepokan Islam Nusantara (PIN) Al Bahrain Cipayung, Depok, serta Ust. H. Syahruddin El Fikri, Pengasuh Majelis Taklim Rumah Berkah.
Turut hadir Ketua RW 15 Fadli, sejumlah ketua RT, Ketua BKM Nururrahman H. Aldani Malau, Ketua Majelis Taklim Balai Wartawan Kota Depok Adie Rakasiwi, serta jamaah dan tokoh masyarakat setempat.
Ketua Panitia Sumarto mengatakan, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW perlu diwujudkan melalui kepedulian dan perbuatan nyata di tengah masyarakat.
“Kita juga harus memaksimalkan setiap Maulid Nabi untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah dan donatur yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, khususnya santunan bagi anak yatim dan dhuafa.
Dalam kegiatan tersebut, Yayasan Rumah Berkah Nusantara menyerahkan santunan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim dan dhuafa yang menjadi binaan yayasan.
Berikan Manfaat
Pengasuh Majelis Taklim Rumah Berkah, Ust. H. Syahruddin El Fikri, mengapresiasi kegiatan yang secara rutin diselenggarakan yayasan. Ia berharap kegiatan tersebut terus memberikan manfaat bagi jamaah dan masyarakat sekitar.
Sementara itu, KH. Fatkhuri Wahmad dalam tausiyahnya mengingatkan jamaah agar menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan.
“Jika tak mampu mengerjakan semua, maka jangan tinggalkan semuanya. Lakukan dan kerjakan apa yang bisa dikerjakan. Buat bangga Rasulullah SAW,” katanya.
Menurutnya, Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Karena itu, meneladani Rasulullah tidak cukup hanya melalui ucapan, tetapi juga harus terlihat dalam kepedulian terhadap sesama.
Rois JATMAN Syu’biyah Depok periode 2020-2024 itu menyebut kepedulian terhadap anak yatim dan dhuafa merupakan salah satu bentuk keteladanan Rasulullah SAW.
Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut juga mengingatkan pentingnya menyatukan ilmu, pendidikan, dan akhlak dalam kehidupan.
Ia mencontohkan praktik korupsi yang dilakukan sebagian orang berpendidikan dan memiliki kedudukan. Menurutnya, ilmu yang tinggi harus diikuti perilaku yang baik dan benar.
“Kita harus berbuat baik dan benar. Jangan asal baik saja, tapi juga benar,” tambahnya. (***)
Jurnalis: Risjaddin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar