RUZKA INDONESIA — Dunia kepenulisan Indonesia kian bergerak maju bersama menggeliatnya ekosistem seni dan budaya khususnya sastra.
Berkaitan dengan hal tersebut, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) telah mengambil langkah untuk terus memperkuat sastra di Indonesia.
Sastra sebagai pilar kebudayaan nasional Indonesia, perannya menjadi sangat penting sekaligus sebagai privilege untuk memperkokoh bahwa dunia sastra atau literasi yang berkaitan erat dengan membaca buku.
Hal itu untuk meningkatkan kadar intelektualitas manusia Indonesia di dalam menulis beragam kisah, situasi, berita dan beragam cerita fiksi, juga kehidupan sosial kemasyarakatan yang dijahit dengan filsafat kehidupan, akan meningkatkan kualitas cara berpikir manusia Indonesia di tengah perdaban dunia.
Sepanjang tahun 2025 hingga 2026 ini, Kemenbud melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan, Direktorat Pengembangan Budaya digital, secara aktif juga telah menerjemahkan karya-karya sastra baik klasik maupun kontemporer dengan melibatkan kurator independen dan penerjemah profesional.
Acara peringatan Hari Sastra Indonesia ke-13 ini dihadiri oleh sejumlah penggiat sastra, penulis, penyair dan komunitas seni lainnya.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra M. Tr. A.P merespon baik peringatan Hari Sastra yang berlangsung di Gedung A Kemdikbud Jakarta.
Ia berharap kegiatan ini akan menjadi ajang yang tetap dilaksanakan setiap tahunnya sehingga dunia sastra Indonesia semakin dikenal luas di seluruh mancanegara.
Karya Sastra Indonesia Agar Semakin Mendunia
Pada kesempatan yang sama Menteri Kebudayaan, Fadli Zon juga memberikan kata sambutannya yang berkaitan erat dengan karya sastra Indonesia agar semakin mendunia serta kian mencuatnya karya-karya sastra Indonesia klasik yang telah diterjemahkan ke bahasa asing dalam hal ini Bahasa Inggris.
Diharapkan kelak karya-karyanya sastra klasik Indonesia seperti karya Taufik Ismail bisa memperoleh Nobel yaitu hadiah sastra tertinggi dan bergengsi untuk tingkat dunia.
Hari Sastra Indonesia ke-13 yang bertemakan Sasana Sastra: Membaca Klasik Indonesia. dimeriahkan pula dengan pembacaan puisi oleh dua sastrawan/penyair kawakan yang nama mereka telah mendunia yaitu Taufik Ismail dan Putu Widjaya. Keduanya menampilkan suguhan menawan yang memeriahkan acara.
Acara semakin meriah ketika Fanny J Poyk dan para pemain teater, penyanyi, penari menyuguhkan ragam atraksi yang berupa musikalisasi puisi, membacakan penggalan narasi dari sebuah karya sastra, tarian dengan gaya balet beserta drama singkat dengan teknik blocking yang dimainkan oleh para peserta dari sanggar Merah Putih.
Dan, Acara ditutup dengan foto bersama bersama Mendikbud Fadli Zon dan seluruh peserta yang mengambil bagian di Hari Sastra Indonesia 13 tersebut. Sukses selalu Sastra Indonesia. (***)
Jurnalis: Fanny J Poyk
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com






Komentar