Sekitar 60.000 migran dari Maroko memasuki wilayah Ceuta, Spanyol, secara ilegal dalam beberapa hari terakhir melalui jalur darat maupun laut.
RUZKA INDONESIA-Prancis memperketat pengawasan perbatasan dengan Spanyol menyusul gelombang migran di wilayah kantong Spanyol, Ceuta, yang terletak di sebelah utara Maroko.
“(Migran yang masuk melalui) Ceuta tidak memiliki kebebasan bergerak ke wilayah Schengen lainnya. Namun, kemarin saya telah meminta Menteri Dalam Negeri untuk memperketat pengawasan di perbatasan kita dengan Spanyol jika diperlukan. Empat unit polisi keliling, pesawat, dan drone telah dikerahkan,” kata Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di platform media sosial X, Jumat (31/07/2026).
Menurut otoritas setempat, sekitar 60.000 migran dari Maroko memasuki wilayah Ceuta, Spanyol secara ilegal dalam beberapa hari terakhir melalui jalur darat maupun laut.
Sebanyak 57 migran tewas saat berupaya mencapai wilayah itu dengan berenang, menurut surat kabar harian Spanyol El Pais.
Hingga Jumat sore waktu setempat, sekitar 48.000 migran telah meninggalkan wilayah kantong Spanyol tersebut untuk kembali ke Maroko, demikian diumumkan pemerintah Spanyol.(*/Xinhua)
Editor: Amiruddin


Komentar