Mancanegara Sekolah
Beranda ยป Berita ยป Pelajar SMAN 2 Depok Raih Bronze Medal di Malaysia 2026

Pelajar SMAN 2 Depok Raih Bronze Medal di Malaysia 2026

Dua pelajar SMAN 2 Depok raih BIICC Malaysia 2026. (Foto: Dok Diskominfo Kota Depok)

RUZKA INDONESIA — Dua pelajar SMAN 2 Depok berhasil mengharumkan nama Kota Depok di tingkat dunia.

Keduanya adalah Phebe Sekar Mehaga Perangin-Angin dan Marsya Eunike.

Mereka berhasil meraih bronze medal dalam ajang Borneo International Innovation Creativity Competition (BIICC) Malaysia 2026.

Kompetisi tersebut diikuti sebanyak 2.761 proyek dari 20 negara dengan kategori Health, Wellbeing and Biotechnology.

Sekar dan Marsya mengusung inovasi berjudul โ€œHAPPIES (Handling Preventive Interventions for Peace): Stress Detector and Educational Facilities as Preventive Mental Health Interventions in Generation Z”.

Depok Raih Penghargaan dalam ASEAN Smoke-free Awards, Devi: Keberhasilan karena Kerja Kolektif

Inovasi ini berfokus pada upaya preventif terhadap permasalahan kesehatan mental, khususnya yang dialami generasi Z.

Aplikasi Berbasis Website

Sekar menjelaskan, Happies merupakan aplikasi berbasis website yang dirancang untuk membantu remaja mengenali kondisi stres sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai kesehatan mental.

โ€œAplikasi yang dapat mendeteksi stres pada remaja dan juga menjadi fasilitas edukasi bagi stres remaja tersebut,โ€ jelas Sekar, Kamis (10/09/2026).

Happies dilengkapi sejumlah fitur yang dapat digunakan oleh remaja.

Salah satunya fitur diaris atau jurnal pribadi yang memungkinkan pengguna menuliskan perasaan maupun hal-hal yang sedang dipikirkan secara konfidensial.

Gudang Amunisi di Suriah Meledak, 14 Orang Tewas dan 11 Luka-luka

โ€œRemaja tidak perlu takut untuk menyampaikan perasaan ataupun apa yang ada di pikiran mereka. Diaris ini tersedia secara konfidensial dan tidak diketahui oleh siapa pun, termasuk adminnya sendiri,โ€ ungkap Sekar.

Selain itu, terdapat fitur finding quotes yang menyediakan rekomendasi akun Instagram yang mengunggah konten motivasi, kata-kata penyemangat, serta informasi yang dapat memberikan dukungan positif bagi pengguna.

Kenali Pola Hidup

Happies juga memiliki fitur untuk membantu pengguna mengenali pola hidup sehari-hari.

Pengguna dapat memasukkan sejumlah indikator, seperti pola makan dan pola tidur yang tidak teratur maupun kondisi fisik seperti kepala terasa berat atau pusing.

“Setiap dua minggu indikator tersebut diakumulasi untuk melihat perkembangan pola hidup mereka,โ€ tambah Sekar.

Melalui Program Bintang di Museum Nasional Indonesia, Mahasiswa UI Ajak Siswa Disabilitas Kenali Dunia Kerja

Lanjutnya, fitur utama lainnya adalah stress detector, dimana melalui fitur tersebut, pengguna dapat mengisi kuesioner yang dirancang dalam bentuk slider agar lebih menarik.

Hasil dari kuesioner kemudian memberikan gambaran mengenai tingkat stres yang dialami pengguna.

Sekar mengatakan, inovasi tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi generasi Z yang menghadapi berbagai tekanan, baik dari sisi akademik, sosial maupun keluarga.

โ€œBanyak sekali generasi Z yang tidak berani untuk berbicara mengenai perasaan, stres yang mereka alami, atau gangguan mental yang mereka alami. Maka dari itu, kami mengambil langkah preventif agar generasi Z tidak takut lagi untuk speak up,โ€ jelasnya.

Ruang Alternatif

Menurutnya, Happies dihadirkan sebagai ruang alternatif bagi remaja yang merasa bingung untuk bercerita atau tidak memiliki tempat untuk menyampaikan kondisi yang sedang mereka alami.

โ€œBanyak tekanan mulai dari akademik, sosial, keluarga, yang terus nge-push generasi Z untuk tetap kuat, tetap hadir dan memenuhi ekspektasi orang-orang,” ungkap Sekar.

“Sementara mereka sendiri tidak punya tempat cerita. Heppies hadir untuk menjadi tempat cerita mereka,โ€ sambungnya.

Sedangkan Marsya menuturkan, proses persiapan inovasi Happies telah dilakukan sejak Mei 2026.

Persiapan tersebut bertepatan dengan masa ujian semester akhir sehingga dirinya bersama tim harus membagi waktu antara kewajiban akademik dan pengembangan penelitian aplikasi.

โ€œPersiapannya dimulai dari bulan Mei, saat masa-masa ujian semester akhir. Setiap malam itu tidur dua sampai tiga jam, bahkan tidak tidur sama sekali,” tuturnya.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya Bronze Medal dalam kompetisi internasional yang mempertemukan ribuan proyek dari berbagai negara.

Generasi Z

Dia berharap, Happies dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya generasi Z.

“Terutama ya untuk generasi Z yang penuh dengan tekanan zaman sekarang, penuh dengan tuntutan akademik dan ekspektasi dari orang-orang sekitar,โ€ terang Marsya.

Dia juga berharap Happies dapat menjadi pengingat bagi generasi muda.

โ€œAda tujuan yang harus dicapai dan ada tujuan yang harus direalisasikan. Semangat untuk semuanya, Happies selalu menemani,โ€ pungkas Marsya. (***)

Jurnalis: Risjaddin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom