RUZKA INDONESIA — Kunjungan peserta 5th Annual Conference Global Association of Islamic Schools (GAIS) 2026 disambut para siswa SDIT Insan Mandiri Jakarta, Kamis (08/10/2026). School visit berlangsung sejak pukul 09.30 WIB.
Para peserta diajak melihat langsung lingkungan sekolah, ruang kelas, tata kelola pendidikan, hingga berbagai praktik yang selama ini dikembangkan di Insan Mandiri Jakarta.
Bagi sekolah, kunjungan tersebut bukan sekadar memperkenalkan program. Pertemuan ini juga menjadi ruang belajar bersama karena setiap sekolah memiliki perjalanan, pengalaman, dan praktik yang dapat saling dibagikan.
โSDIT Insan Mandiri adalah sekolah yang masih terus tumbuh dan belajar. Kami mungkin belum menjadi sekolah yang sempurna, tetapi kami percaya setiap sekolah memiliki cerita dan sesuatu yang berharga untuk dibagikan, menjadi semangat yang mewarnai pertemuan tersebut,” ujar Kepala Sekolah SDIT Insan Mandiri Jakarta, Siti Humairoh, S.Pd., M.Si.
Penyambutan Peserta GAIS 2026 Libatkan Siswa
Rangkaian kegiatan dimulai ketika peserta GAIS tiba di halaman SDIT Insan Mandiri Jakarta sekitar pukul 09.30 WIB. Setelah itu, para tamu diarahkan menuju area sekolah untuk mengikuti prosesi penyambutan.
Penyambutan dipandu oleh guru SDIT Insan Mandiri Jakarta,Bu Mega dan Pak Ilham.
Suasana semakin khas ketika tim ekstrakurikuler tari menampilkan Tari Gang Kelinci di hadapan para peserta.
Pertunjukan tersebut tidak hanya menjadi penyambutan. Para tamu juga dapat melihat bagaimana kegiatan seni menjadi bagian dari ruang pengembangan minat dan pengalaman murid di sekolah.
Setelah penampilan tari, perwakilan siswa memberikan kartu ucapan kepada para peserta GAIS. Agenda dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebelum rombongan memasuki area sekolah.
Menariknya, keterlibatan murid dalam penyambutan membuat kunjungan terasa lebih dekat dengan kehidupan sekolah sehari-hari.
Tamu tidak hanya mendengar penjelasan tentang pendidikan, tetapi juga melihat bagaimana murid terlibat dalam kegiatan sekolah.
Peserta Melihat Kelas dan Tata Kelola Insan Mandiri
Selepas penyambutan, rombongan diarahkan menuju lantai satu dan lantai dua. Peserta berkeliling untuk melihat sejumlah kelas sekaligus mengamati lingkungan belajar yang digunakan para murid.
Dalam sesi ini, tamu didampingi oleh sejumlah pendamping guru, yakni Bu Mega, Bu Heni, Bu Umay, Pak Ilham, Pak Karim, dan Pak Hakim.
Kunjungan ke ruang kelas memberi kesempatan kepada peserta untuk memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai suasana belajar di SDIT Insan Mandiri Jakarta.
Sekitar pukul 10.30 WIB, kegiatan berlanjut di lantai tiga. Peserta mengikuti pemaparan mengenai Tata Kelola Sekolah Insan Mandiri serta Prestasi Insan Mandiri.
Materi disampaikan oleh Dr. H. Karim Santoso, S.Pd., M.Si. bersama Pak Hakim. Pemaparan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama peserta.
Sesi tersebut menjadi bagian penting dalam kunjungan. Pengelolaan sekolah tidak hanya diperlihatkan melalui fasilitas atau ruang belajar, tetapi juga dijelaskan melalui sistem, pengalaman, serta proses yang dijalankan di lingkungan Insan Mandiri.
School Visit Menjadi Ruang Belajar Dua Arah
Kunjungan peserta GAIS 2026 turut dihadiri Presiden Direktur Dr. H. Karim Santoso, S.Pd., M.Si., Direktur Dr. Hj. Heni Lestari, S.Pd., M.Si., serta Kepala Sekolah Siti Humairoh, S.Pd., M.Si.
Kehadiran jajaran pimpinan memperkuat ruang diskusi mengenai pengembangan sekolah Islam, terutama bagaimana sebuah sekolah terus melakukan evaluasi sambil tetap mempertahankan nilai pendidikan yang menjadi landasannya.
SDIT Insan Mandiri Jakarta berharap peserta menemukan sesuatu yang bermakna dari kunjungan tersebut. Bisa berupa gagasan sederhana, praktik pendidikan, cara pengelolaan sekolah, ataupun pengalaman yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah masing-masing.
Namun proses belajar tidak berjalan satu arah. Sekolah juga melihat kehadiran peserta GAIS sebagai kesempatan untuk memperoleh perspektif baru.
Pengalaman dari berbagai lingkungan pendidikan dapat menjadi bahan refleksi bagi guru dan pengelola sekolah untuk terus melakukan perbaikan.
Prinsipnya sederhana. Pendidikan menjadi lebih kuat ketika sekolah bersedia belajar satu sama lain, bukan hanya membandingkan pencapaian.
Setelah pemaparan dan diskusi selesai, rangkaian kegiatan ditutup sekitar pukul 11.30 WIB. Peserta kemudian mengikuti makan siang sebelum kunjungan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB.
Kegiatan pada 8 Oktober 2026 tersebut menunjukkan bahwa school visit dapat menjadi lebih dari sekadar melihat fasilitas sekolah.
Pertemuan langsung memberi ruang untuk mengamati praktik, berdiskusi, bertanya, sekaligus memahami perjalanan sebuah lembaga pendidikan secara lebih utuh.
Bagi SDIT Insan Mandiri Jakarta, pengalaman menerima peserta GAIS 2026 menjadi bagian dari proses yang sama: terus bertumbuh, berbagi apa yang telah dipelajari, dan tetap terbuka untuk belajar dari pengalaman sekolah lain. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar